Mungkin sudah terlalu lama. Ya, ini sudah hampir setahun lamanya. Namun, aku baru bisa menuliskannya sekarang dalam blog ini. Sebelum aku lupa, makanya aku menulisnya sekarang. Mumpung mood ku lagi bagus untuk menulis nih.
Tepatnya, 20 Mei tahun lalu, ketika aku serta kedua temanku Kak Arul dan Ichal sesama pewarta kampus mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTL) Almamater yang diadakan oleh Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Teropong UMSU Medan. Pagi-pagi sekali kami sudah ada di Bandara Sultan Hasanuddin. Karena kami takut bakalan ketinggalan pesawat. Ini adalah kedua kalinya aku naik pesawat. Sejak penerbangan pertamaku saat mengunjungi orang tuaku di Negeri Jiran Malaysia 15 tahun silam. Ya, waktu aku masih kecil.
![]() |
| Bording di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar |
Meski bukan penerbangan yang pertama bagiku, tapi aku sudah lupa rasanya berada dia atas ketinggian sekian km dari permukaan laut. Sedikit tegang, tapi aku mampu melewatinya. Aku ingin sekali duduk di kursi dekat jendela, tapi temanku tidak mau gantian tempat duduk denganku. padahal aku ingin sekali melihat pemandangan di bawah sana. Tapi, sudahlah kan masih bisa melihat dari bangku kedua, walau tidak begitu jelas.
Setelah dua jam lamanya berada di ketinggian, pesawat pun akhirnya mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah, kami sampai dengan selamat. Tapi, ini baru d jakarta lo, masih ada satu penerbangan lagi ke Medan. Tahu gak, ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Jakarta. Meski ga sempat keliling ibukotadan melihat Monas, tapi kan sudah ernah ke bandaranya. Hehehe...
![]() |
| Tiba di Bandara Soekarno Hatta-Jakarta |
![]() |
| Jane-Ical |
![]() |
| KaK Arul dan Ichal |
Saat tiba di bandara, kami mencoba jalan-jalan di sekitar area bandara. Ada saja kekonyolan yang kami buat di kota orang. Toh, ga ada juga yang bakal mengenal kami. Kami pun cuek-cuek aja. Orang-orang di bandara pun semuanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Menurut petugas bandara, penerbangan Jakarta ke Medan delay 3 jam lamanya. Waduh, kayaknya bakalan lama nih terlantar di bandar. Heeh..
![]() |
| Menunggu penerbangan pesawat tujuan Jakarta-Medan |
Karena penerbangan masih lama, kami pun jalan-jalan lagi deh. kami manfaatin waktu untuk berfoto dengan artis yang kebetulan ada di bandara. Aku bertemu dengan personel The Hits salah satu boyband Indonesia. Aku sih tidak ngefans sama mereka, kebetulan mereka ada di sini, ya aku manfaatn aja untuk foto-foto.
![]() |
| Foto bareng personel The Hitz |
Salah satu temanku pun berfoto dengan Bang Tigor (lupa nama aslinya) salah satu pemain film di Suami-suami Takut Istri.
![]() |
| Kak Arul foto bareng Bang Tigor |
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju Medan. Hampir sama dengan perjalan dari Makassar-Jakarta, Jakarta-Medan pun menghabiskan waktu dua jam lamanya. Alhamdulilllah, kami akhirnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kota Medan.
![]() |
| Tiba di Bandara Polonia-Medan Sumatera Utara |
"Kota yang indah nan asri," kataku saat keluar dari Bandara Polonia.
Ada kejadian lucu saat pertama kali sampai di kota itu. Waktu itu, kami janjian untuk dijemut sama panitia di bandara. Katanya mereka bakal jemput kami pakai "kereta". Karena kami datangnya bertiga, rencanyanya mereka akan jemput dengan tiga kereta juga. "Wah, eksklusif banget ya anak Medan, satu orang satu kereta," kata salah satu rekanku.
Panitia yang menjemput kami pun tiba, dan kami bersalaman. Terus, mereka mengajak kami ke parkiran. Kami bertiga pun penasaran, kereta seperti apa yang bakal mengantar kami ke tempat penginapan. Setelah kami smapai di parkiran, mereka memberikan kami helm masing-masing. "Naik kereta kok pakai helm"," tanyaku dalam hati.
Hahhahah,, ternyata kereta yang mereka maksud adalah motor bebek. Aku hanya bisa ketawa dalam hati. Menertawai diri kami sendiri yang sudah mikir macam-macam tentang kereta eksklusif itu. Mungkin kedua temanku pun merasakan hal yang sama denganku. Kami pun diantar oleh panitia ke sekretariat LPM Teropong tepatnya di kampus Universitas Muhammadiyah Suamtera Utara (UMSU) Medan.
![]() |
| Sekretariat LM Teropong UMSU |
Ternyata bukan kami peserta yang pertama kali datang. Asykur Anam dari LPM Akademika Universitas Udayanah Bali sudah datang sejak kemarin. Selain itu ada juga dari LPM Media Sriwijaya Palembang yakni Rizka, Meilly Apriza, dan Syahri Ramadhan. Kami pun saling berkenalan satu sama lain. Beberapa saat kemudian peserta yang lain pun berdatangan. Ada Rukuan Sujuda dari LPM Teknokra Unila Lampung dan Astuni Rahayu dari LPM Ganto Universitas Negeri Padang.
Kami kemudian diajak untuk makan oleh panitia. Mereka mengeti banget ya, kalau dari tadi kami memang sangat lapar. Menempuh perjalanan dari Makassar hingga Medan benar-benar menguras tenaga. Dengan dibonceng panitia menggunakan "kereta" alias motor bebek kami menuju salah satu tempat makan tempat mahasiwa UMSU biasanya menghabiskan waktu luang.
Karena belum tahu menu makanan khas Medan, kami memesan makanan yang standar aja. Ya, ayam goreng. Tapi, ayam goreng mereka beda dengan ayam goreng yang selalu aku makan ketika di Makassar. Memang benar, rasanya pun beda. terlalu asin dan super duper hot lo. Hingga aku tak mampu menghabiskannya. Tapi, lumayan enak juga.
setelah kami makan, kami pun kembali ke sekretriat. Karean kami sudah saling mengenal, kami pun menghabiskan waktu sore itu dengan bermain di lapangan sepak bola di kampus tersebut. Tentunya aku tidak ikut main donk. Aku hanya mengabadikan gambar, jadi fotografer olahraga. Hehhe
Ketika siang telah berganti malam, kami pun diajak panitia untuk menginap di kost mereka. Karena penginapan baru bisa digunakan keesokan harinya, para peserta (cewek) diajak menginap di kost panitia (cewek). Aku diajak ke salah satu kost yang tidak jauh dari kampus. Sedangkan yang lainnya juga di bawah ke kost yang lainnya.
Anak-anak Medan baik-baik ya. Kami benar-benar dimanjakan hari itu. Malam itu, kami diajak ke salah satu tempat nongkrong anak Medan. Nama tempatnya Merdeka Walk yang artinya Lapangan Merdeka. Ini adalah tempat paing asyik di kota Medan. Suasananya seperti pasar malam. Banyak jajanan yang ditawarkan dan juga hiburan tentunya.
Malam itu aku memesan makanan yang lumayan unik dalam versi nama. Nama makanannya Ifo Mie Goreng dan Juz Martabe (Markisa Terong Belanda). Benar-benar lezat dan ini adalah yang pertama kalinya lo. Mantap ronggg..!!
Kami kemudian diajak untuk makan oleh panitia. Mereka mengeti banget ya, kalau dari tadi kami memang sangat lapar. Menempuh perjalanan dari Makassar hingga Medan benar-benar menguras tenaga. Dengan dibonceng panitia menggunakan "kereta" alias motor bebek kami menuju salah satu tempat makan tempat mahasiwa UMSU biasanya menghabiskan waktu luang.
Karena belum tahu menu makanan khas Medan, kami memesan makanan yang standar aja. Ya, ayam goreng. Tapi, ayam goreng mereka beda dengan ayam goreng yang selalu aku makan ketika di Makassar. Memang benar, rasanya pun beda. terlalu asin dan super duper hot lo. Hingga aku tak mampu menghabiskannya. Tapi, lumayan enak juga.
setelah kami makan, kami pun kembali ke sekretriat. Karean kami sudah saling mengenal, kami pun menghabiskan waktu sore itu dengan bermain di lapangan sepak bola di kampus tersebut. Tentunya aku tidak ikut main donk. Aku hanya mengabadikan gambar, jadi fotografer olahraga. Hehhe
![]() |
| Timnas Almamater Teropong UMSU |
![]() |
| Mengisi waktu dengan bermain bola |
Anak-anak Medan baik-baik ya. Kami benar-benar dimanjakan hari itu. Malam itu, kami diajak ke salah satu tempat nongkrong anak Medan. Nama tempatnya Merdeka Walk yang artinya Lapangan Merdeka. Ini adalah tempat paing asyik di kota Medan. Suasananya seperti pasar malam. Banyak jajanan yang ditawarkan dan juga hiburan tentunya.
![]() |
| Nongkrong bareng di Merdeka Walk |
![]() |
| Ifo Mie Goreng dan Juz Martabe |














Tidak ada komentar:
Posting Komentar