Jumat, 19 April 2013

Hari Kedua di Kota Medan

Pagi itu tepatnya tanggal 21 Mei 2013 aku dan para peserta sudah siap berkumpul di acara pembukaan PJTL Alamamater LPM Teropong UMSU Medan. Kami berkumpul di salah satu ruangan bersama dengan para peserta dari Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) se-Indonesia. Acara ini diikuti oleh 22 peserta dari 10 LPM se-Indonesia. Pembukaan tersebut dirangkaian dengan seminar kegiatan dengan tema "Kebebasan Pers dan  Perlindungan Wartawan". Ada tiga pemateri seminar saat itu, yakni Atma Kusumaatmadja dari praktisi kebebasan pers, Adi Mansar (dosen Fakultas Hukum UMSU), dan bapak Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro atau yang mewakilinya.

Seperti acara pembukaan pada umumnya, aku paling suka dengan tarian yang ditampilkan. Tari Tor-tor. Ini adalah tarian tradisional masyarakat Medan. Seru dan menyenangkan. Para penonton bisa ikutan joget dengan para penari. Bahkan ada yang sampai memberikan uang dan menyelipkannya di sela-sela jari para penari. Semakin lama, semakin seru saja tarian mereka.

Setelah acara pembukaan dan seminar selesai, kami pun menyempatkan untuk berfoto dengan salah satu pembicara seminar yang juga merupakan dewan pers. Beliau juga merupakan salah satu pemateri kami di pelatihan kami. 
Wartawan Profesi berfoto dengan Dewan Pers


Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, kami para peserta pun diajak oleh panitia ke tempat penginapan di Mess PPPPTK Listrik Medan. Karena jumlah pesertranya banyak, kami dibagi menjadi beberapa kamar dibagi. Saya ditempatkan di kamar "Siregar" bersama dengan Al Mukarramah dari LPM DeTak Unsyiah Aceh dan Ipak Ayu Nurcaya dari LPM  Suara USU Medan.
Ini Ayu dan Al teman sekamarku
Mereka baik banget dan juga cerewet. Senang bisa sekamar dengan mereka. Karena usiaku lebih tua dari mereka, jadi mereka memanggilku kakak, kakak Siregar kata mereka. Jika dilihat, aku yang paling kecil loe di antara mereka. Hehhe..

Setelah membereskan barang-barang, para peserta diminta berkumpul di salah satu ruangan di Mess. Karena malam itu adalah malam untuk perkenalan panitia dengan peserta serta memperkenalkan produk masing-masing LPM. Tai sebelumnya, kami mengisi perut dulu yang sudah dari tadi keroncongan. Heheh
Makan malam bersama peserta dan panitia

Sebelum lanjut, Jane mau cerita sedikit tentang masakan orang Medan. Rasanya beda banget dengan  masakan orang Makassar. masakan Medan jauh lebih asin dan lebih pedas loe. Sampai biji-biji lomboknya kelihatan. Aku sampai ngeri saat melihatnya pertama kali. Ya,  mungkin karena belum terbiasa kali ya, jadi masih merasa belum cocok dengan masakan Medan. tapi, enaklah.

Setelah selesai menyantap makanan yang super duper pedas tadi, kami pun menuju salah satu ruangan. Kami  saling menyapa satu sama lain. Kami memperkenalkan diri kepada panitia dan para peserta yang hadir. kami begitu ceat berbaur denganpanitia dan peserta. Karean memang tidak ada larangan dan batasan untuk kami bertukar cerita. 
Perkenalan dengan peserta dan panitia


Perkenalan dengan Panitia PJTL Almamater

Pemberian cindera mata dari LPPM Profesi UNM kepada Pimpinan Umum LPM Teropong

Ya, itulah ceritaku saathari kedua di Kota Medan. Benar-benar seru dan menyenangkan.

---JaneJamlu---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...