Senin, 15 Juli 2013

Ditilang Kena Pasal Rp21ribu

Hari keenam Ramadhan

Setiap warga di sekitar tempat tnggalku punya giliran untuk membawakan hidangan berbuka puasa. Hari ini adalah giliran asrama putri Pinrang yang membawakan makanan untuk berbuka puasa di masjid kami. Bersama dengan seniorku, kami pun segera ke pasar untuk membeli makanan yang akan kami bawa ke masjid. Awalnya kami ingin membuat hidangan kue sendiri, tapi karena harga bahannya lumayan mahal dan waktu yang mepet, kami pun membatalkan niat kami. 

Kami pun mencari jajanan kue di tempat lain. Di tengah perjalanan, seseorang dengan bertubuh tinggi, kekar dan berseragam coklat dengan rompi hijau menyala menghentikan kendaraan kami. Kami pun segera menepi untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Kami baru sadar, ternyata kami lupa pakai helm dan kami tak menyangka bakalan ada swiping sore itu. Kami memang salah, karena tidak memakai helm, lupa bawa STNK dan SIM. Hehe. Pak pilisi pun memberiku surat tilang dan katanya ini akan diselesaikan di pengadilan.

Aku teringat dengan kasus tilangku setahun yang lalu. Saat aku ditilang di perempatan di Jalan Jenderal Sudirman. Sesaat setelah aku pulang dari membeli kacamata baru. Ya, mungkin karena aku belum terbiasa dengan kacamata itu, akhirnya aku tidak melihat saat lampu merah menyala dan aku langsung menerobos. Hehe. Waktu itu, aku juga mendapat surat tilang dan katanya harus diselesaikan di pengadilan. Sempat merasa deg-degan, tapi akhirnya bisa diselesaikan dengan jalan damai. Ya, ternyata aku kena pasal 50ribu. Hehe.

Kembali ke persoalan tilangku sore ini. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wita. Itu artinya, tinggal sejam lebih waktu untuk berbuka puasa. tapi, kami belum membeli hidangan berbuka puasa lantaran terjebak dalam kasus tilang. Aku pun mencoba memutar otak mencari cara agar bisa dibebaskan dalam kasus tilang ini. Dengan measang tampang sok manis, aku pun mencoba merayu kedua polisi yang menilang kami. Alhasil, mereka tak termakan rayuanku. Mungkin karena aku terlalu keren jadi mereka tidak termakan rayuanku. Heheh

Aku pun mencari cara lain. Aku menuruh seniorku untuk merayunya. Kebetulan paras seniorku lebih cantik. Jadi, mungkin saja ini akan berhasil. Tapi, seniorku menolak untuk merayu kedua polisi itu. "Saya malas merayu mereka, mereka sudah tua-tua. Saya juga lagi puasa, takutnya puasanya makruh," katanya menolak. Aduh, seniorku itu memang sangat polos orangnya. Dia tidak mau merayu padahal selama ini dia jagonya.

Sesaat kemudian, pak polisi itu memanggilku untuk mengobrol. Sebenarnya, aku tahu maksud dari ajakan mereka. Ya, aku sih pura-pura tidak tahu alias bego-bego dikit. Hehe. Pak polisi itu kembali bertanya kepadaku. "Sebenarnya kalian mau kemana? kenapa tidak pakai helm?," tanyanya dengan senyum aneh. "Tadi kan saya sudah bilang pak, kami mau membeli makanan untuk berbuka puasa di masjid," jawabku. "Oww, beli kue ya. Kalau begitu kalian juga belikan kami kue untuk berbuka puasa ya," balasnya sambil memberikan kunci motor itu padaku.

Hahaha, tawaku dalam hati. Ternyata, pak polisi itu mau makanan berbuka puasa juga rupanya. Kami pun segera membelikan mereka kue dan es buah untuk berbuka puasa. dan totalnya sebesar Rp21ribu. Untung saja ini bulan Ramadhan, jadi kami bisa beramal dengan memberikan mereka hidangan berbuka puasa untuk mereka. Aku pun tidak berhenti tertawa melihat kejadian hari ini. Sore ini, aku kena tilang dengan pasal 21ribu. Aku membayar denda tilang dengan harga makana berbuka puasa senilai Rp21ribu. Hehe.

Namun, ada satu hal yang ku sesali sore ini. Kenapa, naluri kenarsisanku tidak muncul ya. Aku lupa minta foto bareng sama pak polisi. Ya, hitung-hitung nambah koleksi album foto di jejaring sosial. Kapan-kapan, kalau ditilang lagi, insya Allah, aku bakalan minta foto bareng sama pak polisi. Hehe


---Jane Jamlu---

Kamis, 11 Juli 2013

Kejutan Ultah Buat si Itang & si Buaya

Hari Pertama Ramadhan

Hari ini salah satu personel BEN 10 berulang tahun. Namanya Andini Ristyaningrum alias Dhiny. Tapi, kami lebih suka memanggilnya si ITANG. Julukan itu sudah melekat di dia, bahkan nama akun twitternya pun sudah diganti dengan nama itu. Hari ini dia mengajakku ke redaksi untuk menemaninya. Tapi, aku memutuskan untuk di rumah saja. Padahal dia sudah seharian di redaksi. Dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kost nya karena merasa canggung berada lama-lama di sana.

Memang sedikit berbeda rasanya berada lama-lama di redaksi. Apalagi, sekarang status kami bukan lagi sebagai pengurus tetapi sebagai alumni di organisasi kuli tinta itu. Aku bahkan merasa canggung bila harus berlama-lama di tempat itu, apalagi kalau teman-teman seangatanku lagi tidak ada di sana. Terasa asing rasanya. 

Seharian aku menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan di kamar. Kamarku sudah seperti kapal pecah yang sebentar lagi karam. Hehehe. Tapi karena hari ini ulang tahun temanku, aku pun berinisiatif untuk memberi kejutan untuknya. Aku mulai smsan dengan personel BEN 10 lainnya. Dan mereka setuju untuk memberik kejutan untuk si ITANG.

Sehabis berbuka puasa, aku dan salah satu personel BEN 10 pergi berburu kue ulang tahun. Sebelumnya kami sempat ke kost Ichal untuk minta uang patungan untuk membeli kue. "Ichal, uangmu dulu, mauki pergi beli kue untuk Dhiny," kataku sambil menjulurkan tangan.

Sebenarnya, kami merasa tidak enak dengan si Ichal. Tiga hari yang lalu tepanya tanggal 7 si buaya Ichal juga berulang tahun. Tapi, kami tidak sempat merayakannya, karena dia lagi pulang kampung. Tapi, karena hari itu dia sudah di Makassar, makanya kami juga berencana memberi kejutan padanya.

Akhirnya kami memutuskan untuk membeli dua kue ulang tahun, 1 untuk si ITANG Dhiny dan 1 untuk si Buaya Ichal. Pertama kami memutuskan untuk memberi kejutan untuk Ichal terlebih dahulu. Kami pun menelpon personel BEN 10 yang lain. Namun, keempat personel Ben10 Anha, Iyhan, Amy dan Ellang lagi tidak di Makassar. Jadi, aku hanya berempat dengan Asri, Imam, dan Cinno.

Kami pun segera menyalakan lilin dan diam-diam masuk ke kost Ichal. Dan Ichal tidak menyangka bahwa kami juga membeli kue untuknya. Dia pikir kami hanya membeli kue untuk Dhiny.  Setelah mencicipi kue Ichal, aku un segera meluncur ke kost Dhiny.

Malam ini, aku ada janjian dengan si ITANG. Dia berencana mentraktirku makan malam ini. Dia ingin menghabiskan hari ulang tahunnya bersamaku. Sebenarnya dia juga ingin mentraktir personel Ben 10 yang lain. Namun, mereka tidak merespon ajakan Dhiny. Sebenarnya mereka sengaja. Hehe

Sesaat setelah tiba di kost Dhiny, tepatnya pukul 12 lewat tengah malam, hujan pun turun dengan lebatnya. Kami memutuskan untuk menunggu hujan redah. Awalnya dia tidak ingin pergi, tapi  tidak ingin rencana kejutan yang aku buat dengan personel Ben 10 yang lain gagal.

Alhamdulillah, hujan pun redah. Aku dan Dhiny pun berburu coto tengah malam. Sudah ama aku tidak makan coto lagi dengan teman-temanku. Makanya, malam ini, aku memita dia untuk mentraktirku makan coto. Sayangnya, dua tempat coto langganan kami tutup. Ya, kami pun mencari tempat yang lain yang masih buka malam itu. Tapi, lagi-lagi tempatnya tutup.

Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya kami menemukan satu tempat makan coto yang masih buka tengah malam. Kami menghabiskan waktu untuk mengobrol. Aku pun memberi kabar ke Asri, Imam, Ichal dan Cinno kalau lokasi kejutan kita pindah. Mereka pun segera meluncur ke tempat kami.
Kue Ultah buat Dhiny

Coto kami sudah habis, tapi mereka berempat tak kunjung datang juga.Untung saja hujan, jadinya kami menunda untuk pulang. Setelah beberapa lama menunggu, keempat orang itu, akhirnya datang juga. Dengan nyanyian selamat ulang tahun dan sebuah kue tar, mereka menghampiri kami. Dhiny tak menyangka kalau kami bakal memberi kejutan untuknya.

Hari itu, kami merayakan hari ulang tahun kedua personel Ben 10. Sebenarnya bulan ini, ada 3 personel Ben 10 yakni Iyan (6/7), Ichal (7/8) dan Dhiny (10/7). Tapi, kami hanya mebri kejutan untuk cal dan Dhiny. Soalnya si Kadal Iyhan udah pulang lagi ke tempat KKN nya. Mungkin kami akan merayakannya ketika dia ke Makassar nanti. Insya Allah.


---Jane Jamlu---


Sumber (Ultah Si ITANGUltah si Buaya)

Ramadhan Pertama di Kota Daeng

Mungkin sedikit terlambat aku menulis kali ini. Karena hari ini sudah masuk hari ketiga Ramadhan. Tapi, tak apalah, yang penting aku menulis. Soalnya salah satu temanku menantang kami kembali menulis di blog. Tantangan kali ini bertemakan tentang suasana ramadhan. Awalnya kami ingin menulis 30 tulisan. Namun, kami akhrnya menyetujui hanya15 tulisan yang akan kami postingkan di tantangan kali ini.

                                                            ***

Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Jika kemarin aku mengawali ramadhan pertamaku bersama keluarga di kampung halamanku di Pinrang, kali ini aku mengawalinya di kota daeng. Aku memang sengaja tidak pulang ke kampung halaman, aku ingin merasakan suasana yang berbeda di kota Makassar bersama dengan teman asrama.

Suasana yang berbeda benar-benar ku rasakan. Merasakan sahalat taraweh pertama bersama dengan teman-teman asrama. Malam itu, aku hanya berdua dengan temanku, soalnya temanku yang lain tidak ikutan shalat taraweh di masjid karena ditugaskan untuk menjaga asrama putri (aspuri). Karena baru-baru tepanya senin kemarin aspuri mendapat musibah. Dua kawanan perampok memasuki aspuri dan mengambil sejumlah barang berharga milik penghuni. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka atas kejadian ini. Aspuri memang sedang sepi karena sebagian penghuni KKN dan ditinggal mudik ramadhan.

Jika ramadhan kemarin aku sahur bareng orang tua dan saudara(i) ku serta ibu angkatku, sahur pertamaku kali ini bersama adikku dan ketiga teman aspuriku. Memang sedikit berbeda, tetapi tetap seru. Aku harus menyiapkan makanan sahurku sendiri, tidak lagi nunggu dipanggil sama mama untuk sahur. Ya, hitung-hitung menjadi sedikit mandiri.

Puasa pertamaku aku habiskan hanya di aspuri. Seharian aku hanya menonton bareng "QiQy" laptopku dan membaca buku. Hari itu pun "Gugun" motorku lagi libur, jadi kami tidak menghabiskan waktu di luar rumah. Ya, tidak ada yang begitu menarik di ramadhan hari pertama kali ini.


---Jane Jamlu---

Aspuri Pinrang dibobol Maling


Aksi perampokan kembali terjadi di Makassar. Kali ini menimpah mahasiswa penghuni Asrama Putri (aspuri) 02 Pinrang yang bertempat di Jalan Daeng Tata Raya No.167 Parangtambung (8/7). Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 6 dini hari. Dengan mengendarai motor merk Satria, kedua perampok itu berhasil membawa kabur 3 buah handphone, 1 buah neetbook, dan 1 buah dompet setelah mengancam korbannya dengan sebuah parang panjang. Utungnya tidak ada yang terluka.

Reni (samaran) selaku ketua asrama yang menjadi salah satu korban mengungkapkan kejadian perampokan tersebut terjadi begitu cepat. Korban tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka. “Awalnya saya melihat ada cowok masuk ke dalam asrama, terus saya menegurnya. Dia mencoba masuk ke kamar dengan menodongkan sebuah parang panjang ke arah saya dan kakak senior saya. Saya sempat teriak dan perampok itu kembali mengancam saya dengan parang tersebut, ungkap mahasiswa Bahasa Inggris ini.

Rahayu (samaran) yang juga merupakan korban mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat jelas wajah pelaku yang hanya memakai helm merah saat itu. Menurutnya, pelaku bukanlah penduduk lorong situ. “Saya melihat wajah pelaku, tapi saya tidak mengenalinya. Tapi, dia sepertinya bukan anak lorong sini, ungkapnya gemetar.

Rara (samaran) juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat kaget ketika mendengar seniornya teriak memanggil namanya. Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini segera keluar setelah teriakan itu. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kedua temannya ditodong dengan sebuah parang. “Saya langsung keluar kamar ketika mendengar teriakan. Tapi, ketika saya sudah di luar kamar, saya melihat perampok tersebut mengancam saya dengan parang. Saya langsung masuk ke kamar karena saya sangat takut. Saya sempat menghubungi teman tapi mereka datangnya terlambat, ungkapnya.

Menurut keterangan penduduk di sekitar lokasi kejadian, mereka tidak tahu bahwa dua pria tersebut adalah perampok. Mereka mengira kalau kedua pria itu teman dan korban. Masyarakat baru menyadarinya ketika korban berteriak sambil berlarian keluar asrama.

Ketua RW 02 Kelurahan Parangtambung Muh. Nasir Dg.Taro mengatakan kejadian seperti ini memang sering ahir-akhir ini terjadi khusunya penghuni rumah kost. Di sinilah dibututuhkan peran serta pemilik rumah kost untuk bisa lebih menjaga keamanan penghuni kostnya. Selain itu, penghuni juga harus selalu waspada dan senantiasa menjaga barang-barang berharga miliknya. “Semoga kejadian ini tidak lagi terulang. Mari kita sama-sama tetap waspada dan menjaga diri, ungkap Nasir.

Setelah kejadian tersebut, korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Tamalate. Korban berharap kasus ini bisa segera ditangani dan pelaku bisa segera mendapatkan hukuman. Sehingga tidak ada lagi korban selanjutnya.

Berita terkait di Tribun Timur

Minggu, 07 Juli 2013

Cobalah Lebih Dekat dengan Dosen Anda

Opini terbit di rubrik KAMPUSIANA Harian Fajar Edisi Minggu (8/7)

Kapan terakhir kali kamu berbincang dengan dosenmu? Pernahkah kamu curhat atau sekedar ngobrol dengan dosenmu? Saat ini kita melihat kurangnya ikatan antara mahasiswa dan dosen. Seakan ada jurang pemisah di antara mereka. Kita sangat jarang melihat interaksi sosial yang begitu dekat antara mahasiswa dengan dosennya.

Interaksi antara mahasiswa dengan dosen hanya bisa kita saksikan di kelas saja. Atau tidak sengaja bertemu di koridor kampus. Padahal, interaksi antara mahasiswa dengan dosen sangat penting dalam proses perkembagan pendidikan. Mahasiswa bukan hanya menerima ilmu dari para dosen. Mahasiswa pun membutuhkan arahan dan bimbingan dari dosen mereka.

Tak jarang kita melihat aksi brutal para mahasiswa. Semua itu karena perilaku mahasiswa yang kurang mendapatkan bimbingan dari dosennya. Dosen merupakan orang tua para mahasiswa. Sudah sepantasnya sebagai orang tua memberikan bimbingan moral kepada anaknya.

Para dosen akhir-akhir ini lebih banyak memiliki kesibukan dari biasanya. Yang aku takutkan adalah dosen yang sama sekali tidak memiliki waktu untuk bertemu dan berbicara dengan para mahasiswanya. Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga dimanfaatkan oleh para dosen untuk memberikan pengajaran berbasis web. Sebut saja sistem pembelajaran e-learning. Banyak dosen yang memberikan tugas dan materi melalui media tersebut. Bahkan absensi mereka pun juga secara online. Hingga banyak dosen yang jarang sekali kita jumpai di kampus atau di ruangan kerja mereka.

Memang tak dapat dipungkuri bahwa akhir-akhir ini dosen begitu sibuk dengan aktivitas penelitian dan pengabdian yang mereka lakukan. Selain itu, adanya evaluasi dosen yang akan menentukan promosi dan pendapatan tahunan mereka. Hingga akhirnya membuat para dosen pun semakin sibuk.
Tidak sepenuhnya ini menjadi kesalahan para dosen. Sudah sepantasnya mahasiswa punya inisiatif sendiri dalam mengatasinya. Sebagai seorang anak, mahasiswa harus sering-sering menemui dosennya dan sering-seringlah mengunjungi mereka. Meskipun tekadang mereka sibuk, tapi pada dasarnya dosen itu pendidik.

Namun, perlu juga kita ketahui, pada dasarnya para dosen pun lebih pemalu daripada yang kamu kira. Mereka malu untuk menyapa mahasiswanya terlebih dahulu. Maka dari itu, kalian para mahasiswalah yang harus menyapa mereka terlebih dahulu. Berinisiatiflah mengawali pembicaraan dengan dosen dan yakinkan mereka bahwa kedatangan kalian tidak untuk mengganggu mereka melainkan lebih menjalin silaturahmi dengan mereka.

Ingat, jangan hadapi masalahmu sendirian. Jangan menjadi mahasiswa penyendiri. Sekali-kali berceritalah dengan dosenmu. Jadikan dosenmu sebagai temanmu, tapi ingat tetap hormati mereka sebagai orang tuamu. Jangan ragu untuk mengunjungi dosenmu sekarang. Dan cobalah untuk lebih mengenal dan lebih dekat dengan mereka.


---Jane Jamlu---

*Terbit di Harian Fajar Edisi Minggu (7 Juli 2013)

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...