Kamis, 11 Juli 2013

Aspuri Pinrang dibobol Maling


Aksi perampokan kembali terjadi di Makassar. Kali ini menimpah mahasiswa penghuni Asrama Putri (aspuri) 02 Pinrang yang bertempat di Jalan Daeng Tata Raya No.167 Parangtambung (8/7). Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 6 dini hari. Dengan mengendarai motor merk Satria, kedua perampok itu berhasil membawa kabur 3 buah handphone, 1 buah neetbook, dan 1 buah dompet setelah mengancam korbannya dengan sebuah parang panjang. Utungnya tidak ada yang terluka.

Reni (samaran) selaku ketua asrama yang menjadi salah satu korban mengungkapkan kejadian perampokan tersebut terjadi begitu cepat. Korban tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka. “Awalnya saya melihat ada cowok masuk ke dalam asrama, terus saya menegurnya. Dia mencoba masuk ke kamar dengan menodongkan sebuah parang panjang ke arah saya dan kakak senior saya. Saya sempat teriak dan perampok itu kembali mengancam saya dengan parang tersebut, ungkap mahasiswa Bahasa Inggris ini.

Rahayu (samaran) yang juga merupakan korban mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat jelas wajah pelaku yang hanya memakai helm merah saat itu. Menurutnya, pelaku bukanlah penduduk lorong situ. “Saya melihat wajah pelaku, tapi saya tidak mengenalinya. Tapi, dia sepertinya bukan anak lorong sini, ungkapnya gemetar.

Rara (samaran) juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat kaget ketika mendengar seniornya teriak memanggil namanya. Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia ini segera keluar setelah teriakan itu. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kedua temannya ditodong dengan sebuah parang. “Saya langsung keluar kamar ketika mendengar teriakan. Tapi, ketika saya sudah di luar kamar, saya melihat perampok tersebut mengancam saya dengan parang. Saya langsung masuk ke kamar karena saya sangat takut. Saya sempat menghubungi teman tapi mereka datangnya terlambat, ungkapnya.

Menurut keterangan penduduk di sekitar lokasi kejadian, mereka tidak tahu bahwa dua pria tersebut adalah perampok. Mereka mengira kalau kedua pria itu teman dan korban. Masyarakat baru menyadarinya ketika korban berteriak sambil berlarian keluar asrama.

Ketua RW 02 Kelurahan Parangtambung Muh. Nasir Dg.Taro mengatakan kejadian seperti ini memang sering ahir-akhir ini terjadi khusunya penghuni rumah kost. Di sinilah dibututuhkan peran serta pemilik rumah kost untuk bisa lebih menjaga keamanan penghuni kostnya. Selain itu, penghuni juga harus selalu waspada dan senantiasa menjaga barang-barang berharga miliknya. “Semoga kejadian ini tidak lagi terulang. Mari kita sama-sama tetap waspada dan menjaga diri, ungkap Nasir.

Setelah kejadian tersebut, korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Tamalate. Korban berharap kasus ini bisa segera ditangani dan pelaku bisa segera mendapatkan hukuman. Sehingga tidak ada lagi korban selanjutnya.

Berita terkait di Tribun Timur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...