Aksi perampokan kembali terjadi di Makassar. Kali
ini menimpah mahasiswa penghuni Asrama Putri (aspuri) 02 Pinrang yang bertempat
di Jalan Daeng Tata Raya No.167 Parangtambung (8/7). Kejadian ini berlangsung
sekitar pukul 6 dini hari. Dengan mengendarai motor merk Satria, kedua perampok itu berhasil membawa kabur 3 buah handphone, 1 buah neetbook, dan 1 buah dompet setelah mengancam korbannya dengan
sebuah parang panjang. Utungnya tidak ada yang terluka.
Reni (samaran) selaku ketua asrama yang menjadi
salah satu korban mengungkapkan kejadian perampokan tersebut terjadi begitu
cepat. Korban tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka. “Awalnya saya
melihat ada cowok masuk ke dalam asrama, terus saya menegurnya. Dia mencoba
masuk ke kamar dengan menodongkan sebuah parang panjang ke arah saya dan kakak
senior saya. Saya sempat teriak dan perampok itu kembali mengancam saya dengan
parang tersebut, ungkap mahasiswa Bahasa Inggris ini.
Rahayu (samaran) yang juga merupakan korban
mengungkapkan bahwa dirinya sempat melihat jelas wajah pelaku yang hanya
memakai helm merah saat itu. Menurutnya, pelaku bukanlah penduduk lorong situ.
“Saya melihat wajah pelaku, tapi saya tidak mengenalinya. Tapi, dia sepertinya
bukan anak lorong sini, ungkapnya gemetar.
Rara (samaran) juga mengungkapkan bahwa dirinya
sempat kaget ketika mendengar seniornya teriak memanggil namanya. Mahasiswa
Jurusan Bahasa Indonesia ini segera keluar setelah teriakan itu. Namun, dia
tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kedua temannya ditodong dengan sebuah
parang. “Saya langsung keluar kamar ketika mendengar teriakan. Tapi, ketika
saya sudah di luar kamar, saya melihat perampok tersebut mengancam saya dengan parang.
Saya langsung masuk ke kamar karena saya sangat takut. Saya sempat menghubungi
teman tapi mereka datangnya terlambat, ungkapnya.
Menurut keterangan penduduk di sekitar lokasi
kejadian, mereka tidak tahu bahwa dua pria tersebut adalah perampok. Mereka mengira
kalau kedua pria itu teman dan korban. Masyarakat baru menyadarinya ketika
korban berteriak sambil berlarian keluar asrama.
Ketua RW 02 Kelurahan Parangtambung Muh. Nasir
Dg.Taro mengatakan kejadian seperti ini memang sering ahir-akhir ini terjadi khusunya
penghuni rumah kost. Di sinilah dibututuhkan peran serta pemilik rumah kost
untuk bisa lebih menjaga keamanan penghuni kostnya. Selain itu, penghuni juga
harus selalu waspada dan senantiasa menjaga barang-barang berharga miliknya.
“Semoga kejadian ini tidak lagi terulang. Mari kita sama-sama tetap waspada dan
menjaga diri, ungkap Nasir.
Setelah kejadian tersebut, korban segera melaporkan
kejadian ini ke Polsek Tamalate. Korban berharap kasus ini bisa segera
ditangani dan pelaku bisa segera mendapatkan hukuman. Sehingga tidak ada lagi
korban selanjutnya.
Berita terkait di Tribun Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar