Kamis, 23 Januari 2014

#18 Angin Kepalsuan

Aku tak pinta angin menyadarkan
Membuka mata di setiap hembusan
Terlebih logika yang lebih dulu terkalahkan
Sebab kapal kita telah lama karam...

Angin masih saja bertiup kencang
Menuju arah yang berlawanan
Mengajak kita terbang melayang
Melupakan resah mengubur kenangan...

Lalu kita terbuai keindahan bawah sadar
Terhempas angin kesibukan kian menghadang
Atau mungkin juga angin kepalsuan
Sedang kita kian terbang berlawanan...

*Sentuhan Puisi #NS

#17 Takut Kehilangan

Pernahkah merasakan ini?
Seperti ada yang ingin meledak
Tepat di titik vital jantung
Semakin kau menekannya kuat
Semakin tajam rasa ini menusukmu...

Seperti saat ini
Ketika Aku merasa akan kehilangan
Kehilangan orang-orang yang ku sayang
Bahkan saat mereka benar-benar sedang di dekatku
Merangkul dan memelukku erat...

Saat itulah aku merasakn sakit teramat
Adakah ini rasa baru?
Atau memang takut kehilangan?
Bantu Aku temukan jawaban...

*Sentuhan Puisi #NS

#16 Tak Mampu Mengungkap Kata

Bagaimana ini?
Seperti hujan tanpa rintiknya
Tak mampu ku ungkap kata
Hanya gejolak jiwa kian membara...

Bumbu rasa menjadi satu
Beradu menuai amuk tak terjelaskan
Membungkam mulutku begitu kuat
Tak butuh waktu lama...

Jiwaku seakan meledak segera
Tak tahu bagaimana cara menahannya
Hingga sakit teramat menancap erat
Tepat di titik jantung terdalam
Membawa jiwaku melayang atau mungkin sudah tamat...

*Sentuhan Puisi #NS

#15 Apa Kabarmu?

Apa kabarmu di sana?
Sudah lama tak saling sapa
Mengumbar sandiwara lama
Yang hanya dimengerti oleh kita...

Masih ingatkah kisah lalu?
Saat kita menoreh cerita
Berlakon sesukanya
Di panggung kehidupan nyata...

Masih adakah cerita itu?
Sedang kita telah lama meninggalkannya
Atau mungkin sudah lupa
Sebab jarak membentak samudera...

*Sentuhan Puisi #NS

#14 Maafkanlah

Jika hari ini Aku menghilang
Bukan berarti Aku melupakan
Laksana mendung di langit malam
Tak berarti hujan menghadang...

Aku pergi bukan untuk meninggalkan
Bukan pula ingin mempermainkan
Namun mencari jejak ketenangan
Berharap temukan secercah jawaban...

Maaf jika kau menggenggam resah
Bukan maksud menebar kecewa
Apalagi membuatmu mengulum amarah
Maka, maafkanlah...

*Sentuhan Puisi #NS

#13 Jangan Paksa Aku Bercerita

Jangan paksa Aku bercerita
Jika jiwaku tak di sana
Mengumbar kata hanya sia-sia
Jika bukan pada waktu semestinya...

Meski kau terus mengaduh
Mengupayakan jerih payah
Mengobarkan seluruh ambisi
Hingga memancing keluh kesah...

Itu semua tiada guna
Aku sebagaimana Aku
Bukan kamu ataupun dia
Masihkah kamu memaksa?

*Sentuhan Puisi #NS

#12 Kisah Senandung Rindu

Pergilah ke manapun inginmu
Biarlah kaki melangkah pelan
Terlebih jika ia ingin berlari
Meninggalkan semua kisah suram...

Hatimu,
Percayalah padanya
Dia lebih mengerti kamu tiap sisinya
Takkan berbohong sekalipun kau pinta
Dengarkanlah bisiknya penuh nada cinta...

Ia akan membawamu pada duniamu
Kehidupan tanpa sandiwara lalu
Melukis indah pada lembar baru
Menciptakan kisah senandung rindu...

*Sentuhan Puisi #NS

#11 Kau Telah Pergi

Entah apa arti rasa ini
Seperti hujan kehilangan rinainya
Juga senja tanpa kilau jingganya
Saat kau tak lagi di sini...

Sesuatu seperti menghujam jantungku
Mengoyaknya habis tanpa ampun
Lalu membiarkannya bercerai berai
Dan jiwaku mati perlahan...

Aku jelas mendengar suara kecil itu
Di balik relung-relung tak terjangkau
Bisikannya katakan kau telah pergi
Bahkan suara itu tak terkalahkan oleh waktu
Hingga berhasil meyakinkanku
Bahwa kau benar-benar telah pergi...


*Sentuhan Puisi #NS

#10 Hujan

Hujan..
Kali ini ia kembali menyapa
Saat kita tak saling bersama
Menggantikan sosokmu yang entah dimana...

Kata hujan, ia berbahagia
Saat satu persatu rinainya menerpa
Serupa melodi indah nan merdu
Membawa jiwa-jiwa terbang merindu

Hujan..
Entah sejak kapan Aku mulai menyukainya
Bagai rahmat yang selalu ku nanti
Mengupas tuntas gundah di hati
Bersama hujan hidup seakan tentram sejati..

*Sentuhan Puisi #NS

#9 Mengenang atau Melupakan

Bisakah kamu rasakan
Hadirmu mengoyak renungan
Meluluhlantahkan angan
Membongkar semua kenangan...

Betapa kamu selalu terlintas
Membuyar lamunan hangat
Di tiap tembok pembatas
Antara mengenang atau melupakan...

Lihatlah ulahmu
Betapa kamu membuatku tersayat semu
Oleh tajamnya pedang rindu
Hingga tak mampu lagi menahan
Derasnya darah demi melupakanmu...

*Sentuhan Puisi #NS

#8 Kisah Air


Tak bisakah kisah kita serupa air?
Jatuh dan meresap ke seluruh jiwa
Mengalir tenang bersama angan
Menyentuh keringnya kemarau semalam...

Tak perlu memaksanya
Ia akan datang pada jiwa-jiwa kosong
Mengisinya penuh kesejukan
Hingga ketenangan tak mampu terelakkan...

Tetesannya bagai candu yang menagihkan 
Derasnya sungguh menghanyutkan
Kamu tinggal pilih, memaksa atau membiarkan
Sebab ia punya takdir hidupnya...

*Sentuhan Puisi #NS

#7 Aku Tak Akan Pergi Jauh

Jika aku menghilang jauh
Tak bisakah kau mencariku?
Atau sekedar menunggu
Kembaliku mengumbar rindu...

Atau memang kau tak inginkanku?
Hadir di sini mengupas sendu
Bermain dalam rinai jiwa yang kian menyatu
Membongkar habis hidupmu dengan warnaku...

Jika benar tak ingin hadirku
Jangan pernah menungguku
Terlebih memanggilku kembali
Dalam dekap pelukmu...

Namun jika tak demikian
Tetaplah di sini menanti kembaliku
Pejamkan matamu dan rasakan hadirku
Sebab Aku takkan pergi jauh...

*Sentuhan Puisi #NS

#6 Kau Bukan Senja

Kau bukan senja
Bahkan juga tak serupa
Sebab kau dan senja berbeda
Tak sekalipun ketemui persamaan...

Lihatlah,
Senja selalu hadir bergulir
Takdirnya jelas terukir
Tanpa diminta, petang selalu membawanya hadir...

Sedang kau
Datang dan pergi sesukamu
Menggores rindu yang kian menyemu
Penuh teka-teki yang sulit dimengerti maumu
Kau dan senja,
Kalian tak satu...

*Sentuhan Puisi #NS

#5 Rindu Membelah Nadi

Betapapun kita terluka
Saat kata terlontar dosa
Atau tingkah di luar logika
Kita hanyalah manusia biasa...

Seharusnya kita saling mengerti
Kelebihan dan kekurangan adalah kodrati
Tergantung bagaimana kita menanggapi
Ini hidup penuh misteri...

Tak seharusnya kita membentang jarak
Setelah sekian lama menutup komunikasi
Adakah kita harus memuja gengsi?
Padahal tak sanggup lagi memungkiri
Bahwa rindu nyaris membelah nadi...

*Sentuhan Puisi #NS

#4 Hujan Kala Senja

Sejak saat itu
Saat Aku bermain dengan hujan kala senja
Aku tersadar
Senja tak indah kala hujan menghampiri...

Aku terdiam
Tak mampu berkutik menatap kenyataan
Hujan, buatku selalu bahagia
Tapi tidak dengan senja...

Kau terluka, senja
Keindahanmu terkalahkan oleh rinai hujan
Mungkin lebih baik hujan dan senja tak bersama
Agar senja tetap indah di mata pecintanya...

*Sentuhan Puisi #NS

#3 Ikatan Tak Terjelaskan

Ada hal yang tak dapat terungkap
Saat kita tak lagi saling menatap
Terlebih tak saling berucap
Hanya mampu mengenang kisah tak beratap...

Kita sama sadari
Kerinduan kian kejam menancap
Namun gengsi terlanjur menular
Hingga tak satupun dari kita
Mencoba memulai sapa...

Adakah kita terus bertahan
Berpura-pura tak saling mengenal
Mencoba Menghapus kenangan
Yang kian membusuk oleh kerinduan...

Tak peduli apapun yang terjadi saat ini
Semarak apapun emosi di relung hati
Ingatlah kita pernah menyatu
Dalam ikatan tak terjelaskan..

*Sentuhan Puisi #NS

#2 Hipnotis Terhebat

Sejak kita mulai beradu kata
Saat itulah aku pikir aku sudah gila
Bagaimana tidak,
Kau hanya ilusi berbayang semu
Berwujud namun tak nyata
Berbalut kemesraan yang juga semu
Nyaris membentuk kenangan tak terlupakan...

Kau tahu,
Kau adalah penghipnotis terhebat
Menyulapku tak mampu berpaling
Bahkan ketika aku benar-benar sadar...

Tubuhku,
Benar milikku
Namun jiwaku terpaut erat padamu
Dan kini aku menyadari
Bahwa aku benar-benar sudah gila
Bila karenamu yang semu
Kau hanya bayang belaka...
*Sentuhan Puisi #NS
      

#1 Kita Tetap Sahabat

Adakah yang lebih indah dari kisah kita
Beradu dengan hembusan angin
Menciptakan sendiri cerita kita
Di bawah rinai hujan kala senja...

Perpisahan menyatukan kita
Saat kita merenggangkan pelukan
Saat genggaman saling terlepas
Juga mata yang tak mampu lagi saling menatap
Saat itulah kita mulai menyatu...

Bukan tubuh kita,
tetapi hati kita
Menyatu dalam diam
Menikmati sentuhan lembut masing-masing
Dan hingga kini, apapun yang terjadi
Kita tetaplah sahabat...

*Sentuhan Puisi #NS

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...