Senin, 20 Mei 2013

Rencanakan Masa Mudamu - Prof. Dr. Sapto Haryoko, M. Pd.


Prof. Dr. Sapto Haryoko, M. Pd.
(Guru Besar FT UNM dan Rektor STMIK AKBA Makassar)


Dalam hidup selalu ada planning. Saya memiliki empat fase dalam hidup ini yang selalu menjadi planning saya dalam menjalani kehidupan. Fase mencari ilmu, memperbaiki ekonomi keluarga, pengabdian kepada lembaga dan fase menikmati hidup”.

Inilah yang menjadi prinsip pria kelahiran Yogyakarta, 27 Desember 1962. Bukan hanya terkenal sebagai dosen di kampus orange, pria yang mendapat gelar doktor pada usia yang termudah di usia 35 tahun ini juga pernah menjadi dosen dan mengajar 26 jenis mata kuliah di beberapa kampus di Indonesia. 

Dialah Sapto Haryoko. Dosen Fakultas Teknik sekaligus Guru Besar UNM ini, tercatat sebagai dosen paling produktif di UNM. Berbagai karya telah tercatat di pundaknya. Sekitar 30 karya ilmiah yang berhasil dia hasilkan sejak tahun 2007-2012. Ayah dari Aldila Gusta dan Berliana Rizki ini, juga sudah memiliki 5 buku atau bahan ajar. Bukan hanya itu, piagam penghargaan berhasil diraihnya seperti Dosen Teladan Tingkat Fakultas UNM Tahun 1994 dan mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Satya selama 20 tahun sejak tahun 2009.

Pria asal Yogyakarta ini juga merupakan konsultan di beberapa bidang kegiatan. Konsultan Devisi Diklat Telkom Kandatel Ujung Pandang, Konsultan Ke-Deputi-an Litbang Lembaga Adminstrasi Negara Jakarta, Konsultan Devisi Diklat BPPT Jakarta, Konsultan Pengembangan Personalia Universitas Gunadharma Jakarta, Konsultan Freelance DPR Pusat Komisi X (Komisi Bidang Pendidikan) Jakarta, Konsultan “Second Junior Secondary Education Project” Departemen Pendidikan Nasional, Konsultan Direktorat PLP Ditjen Mandikdasmen Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, dan Konsultan Freelance (on call) Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan,  BPSMP & PPMP  Jakarta.

Meski Sapto lahir di Jawa, tapi dia memiliki niat yang begitu besar untuk memajukan pendidikan di seluruh Indonesia termasuk di Makassar. “Karena nilai saya bagus, saya mendapat kesempatan untuk mengabdikan diri di luar. Dan saya memilih Makassar yang relatif dekat denganYogyakarta sebagai tempat berbagi ilmu. Saat itu, UNM sangat membutuhkan tenaga pengajar. Makanya saya mengabdikan diri di UNM sejak tahun 1987,” ungkapnya. Selain itu, dia berhasil menggugurkan pendapat orang selama ini, yang beranggapan bahwa orang Jawa yang datang ke sini, kecenderungannya untuk bertahan hanya sampai lima tahun lalu pulang. “Saya akhirnya menggugurkan pandangan mereka, bahwa tidak semuanya seperti itu. Terbukti saya bisa mengabdi sampai saat ini,” lanjutnya.

Di bulan Oktober, Sapto yang merupakan anggota Tim Dewan Kode Etik Dosen UNM ini diminta  langsung  oleh Dekan FMIPA, Hamzah Upu untuk menyampaikan visi-misi menjadi seorang rektor di STMIK AKBA Makassar. “Saya ditelpon oleh Dekan MIPA untuk menyampaikan visi misi. Saya dinilai memenuhi tiga kriteria dimana saya layak jadi rektor di yayasan itu,” ungkap dosen yang selalu berpenampilan rapi ini.

Sebagai salah satu guru besar yang berkompeten, punya pengalaman berskala internasional, dan punya kemampuan di bidang IT, suami dari Dwi Handayani ini, dianggap pantas memimpin kampus STMIK AKBA. Saat menyampaikan presentasi di Hotel Clarion, dua hari berikutnya, Ketua Yayasan STMIK AKBA terkesan, dan memintanya untuk segera dilantik. Akhirnya, Sapto meminta izin kepada rektor dan Dekan FT untuk bisa dilantik menjadi rektor di kampus itu. Setelah dilantik, assesor sertifikasi dosen UNM ini, mendapat panggilan oleh Dekan FT untuk menjadi Pembantu Dekan IV FT UNM. Dan seminggu kemudian, Sapto dilantik lagi menjadi Pembantu Dekan Bidang Kerjasama dan Kelembagaan.

Bukan hanya mahasiswa yang memiliki sang  idola. Sapto pun punya idola yang selalu menginpirasi hidupnya dan yang selalu ditulis dalam setiap kata pengantar dalam bukunya. “Ada lima orang yang menjadi inspirasi saya dalam hidup. Pertama, Prof. Dr. Koni R. Setiawan (mantan Rektor UNY) yang selalu menjujung tinggi ketegasan, ketegaran, dan keikhlasan dalam mengajar menjadi inspirasi dalam hidup saya. Kedua, Prof. Dr. Suyanto M.A (mantan Rektor UNY, Dirjen Pendidikan Dasar), yang egaliter, tidak membangun batasan antara dosen dengan mahasiswa. Ketiga, Prof. Dr. Sugiyono (mantan Dekan FT UNM) yang mengajar saya untuk selalu membimbing dan  mendidik menulis. Keempat, Prof. Dr. Muklas Samani (Rektor Universitas Negeri Surabaya) yang sangat akomodatif, tidak pernah menyalahkan orang lain, selalu menghargai orang lain. Kelima, Prof. Dr. Selamet, yang selalu konsisten dalam mengeluarkan pendapat, idealisme, tidak takut politik dan punya ketegasan. Saya berusaha mengadopsi kelima karakter masing-masing idola saya,” ungkanya.
Sapto Haryoko berharap, agar UNM tidak lagi dipandang sebagai kampus yang asal-asalan. Tapi, dianggap sebagai universitas yang punya kewibawaan. Dimana kewibawaan itu terpancar dari kewibawaan para guru besarnya. Jadilah dosen yang baik, berdasarkan kodrat dan fungsinya. Jadilah tauladan yang baik bagi mahasiswa-mahasiswanya. Gunakan ilmu padi, dimana semakin berilmu semakin merunduk. Buatlah mahasiswa jangan merasa takut,  tapi segan. Bukan segan kepada orangnya tetapi segan kepada ilmunya. 

Selain itu, Sapto, juga berharap agar mahasiswa, jangan hanya hebat di  kampus, tetapi juga di luar kampus, go public. Dimana suatu pengetahuan tidak perlu dipamer-pamerkan, tapi untuk disampaikan. Seorang harus mampu memanfaatkan kemampuan untuk mengiklankan diri. menunjukkan kepada orang lain bahwa kita bisa, kita adalah pakarnya. Bukan untuk menyombongkan  diri.

Kalau kita berbuat baik kepada orang, maka orang pun akan berbuat baik kepada kita. Ketika kita telah melakukan sesuatu yang berharga, maka akan selalu diingat orang, dan merupakan amal jariyah. Terbukti, 26 tahun di Makassar, saya belum pernah konflik dengan orang Makassar yang katanya kasar-kasar. Artinya, kembali kepada orangnya. Jika kita bisa bergaul, bisa menghargai orang lain, bisa berkomunikasi dengan baik, maka orang pun akan melakukan hal yang sama kepada kita.


Data Diri
Nama                                                   : Prof. Dr. Sapto Haryoko, M. Pd
Tempat Tanggal Lahir                         : Yogyakarta, 27 September 1962
Pangkat                                               : Pembina Utama Muda/ IVb
Bidang Keahlian                                 : Pendidikan Vokasi

Riwayat Pendidikan:
SD       : SD Lanjutan IKIP Yogyakarta  (1974)
SMP    : SMP Neg. PPSP IKIP Yogyakarta (1977)
STMP  : STM Pembangunan Yogyakarta(1981)
S-1       : FPTK  IKIP Negeri Yogyakarta (1985)
S-2       : Pascasarjana IKIP Jakarta (1991)
S-3       : Program Doktor UN Jakarta (1999)


Pengalama Birokrasi :
Ketua/Rektor STIMIK AKBA Makassar
Direktur Kerjasama dan Kelembagaan (Wakil Dekan IV) FT-UNM

Piagam Penghargaan:
Dosen Teladan  Tingkat Fakultas UNM - 14 Juni 1994
Satya Lencana Karya Satya (20 Tahun)  - 24 Juli 2009

Istri     : Dwi Handayani (Dosen Fakultas Hukum UMI)
Anak   : Aldila Gusta
              Berliana Rizki


 ---Jane Jamlu---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...