Selasa, 23 Februari 2021

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan Peserta didik Kelas X Agama

MAN 1 MAMUJU- Peneriman rapor yang sempat tertunda karena pandemi covid-19 dan pasca gempa, akhirnya digelar. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mamuju menggelar kegiatan Penerimaan Rapor TA 2020/2021 di dalam tenda halaman madrasah, Selasa (23/02).

Penerimaan Rapor dilakukan secara bertahap. Untuk hari ini ada empat kelas yaitu kelas X Agama, XII IPS 1, X IPS dan XII Agama. Untuk dua belas kelas lainnya akan menyusul. Ini adalah tatap muka pertama selama hampir setahun tidak bertemu di madrasah. Di antara beberapa peserta didik, ada yang datang tanpa menggunakan seragam sekolah, mengingat di antara mereka ada yang rumahnya rusak parah dan masih mengungsi. Akhirnya mereka datang ke madrasah dengan pakaian mereka miliki.

Penerimaan rapor diserahkan langsung oleh Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepada Madrasah Bagian Humas, Wakil Kepala Madrasah Bagian Kurikulum, Wakil Kepala Madrasah Bagian Kesiswaan dan wali kelas masing-masing.

Penyerahan Rapor oleh Kepala MAN 1 Mamuju kepada Pesera Didik Peringkat Pertama Kelas X Agama


Kepala MAN 1 Mamuju Hj. Suamiati mengharapkan agar peserta didik Kelas XII MAN 1 Mamuju setelah menyelesaikan pendidikan di sini tetap melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan.

“Kami tidak berharap setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah, kalian ada yang langsung menikah. Jangan pernah berputus asa, tetap semangat melanjutkan pendidikan.” ucap Hj Sumiati.

Selain itu, Hj Sumiati menambahkan bahwa meskipun orang tua kita petani, jika kita ada niat, insya Allah ada jalan. “Karena tekad yang kuat mau belajar, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang menuntut ilmu. Makanya ibu menyemangati kalian. Tidak ada alasan bagi kalian untuk tidak melanjutkan studi. Rezeki itu selalu ada. Program pemerintah ada banyak, banyak beasiswa. Dimana pun kalian belajar, yang penting melanjutkan studi. Kalian harus melanjutkan pendidikan, ibu yakin orang tua kalian pun punya harapan yang sama.” lanjutnya.


Pihak Madrasah berharap peserta didik yang terdampak gempa yang tetap semangat menerima segala ujian dengan sabar dan tabah. “Kita harus bangkit. Mari kita semangati diri sendiri, keluarga kita, jangan lupa bantu orang tua di rumah. Kita tetap menjadi peserta didik yang baik, menjadi anak yang baik, dan jadi warga masyarakat yang baik,” tuturnya.



Di tengah pandemi dan pasca gempa Mamuju sebulan yang lalu masih menyisakan trauma dan berbagai kendala bagi madrasah dan peserta didik. Bangunan madrasah yang rusak, minimnya jaringan internet, dan masih banyak guru, tenaga kependidikan dan peserta didik yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Namun, hal itu tetap membuat para guru semangat menggiatkan kembali kegiatan belajar via daring melalui komunikasi via WhatsApp dan E-learning meskipun belum maksimal.



Wakil kepala madrasah bagian humas Hj. Wahdia mengatakan meskipun masih dalam kondisi pandemi dan pasca gempa kegiatan belajar tetap dilanjutkan. “Kegiatan proses belajar mengajar daring tetap kita lanjutkan meski di tengah pandemi dan pasca gempa. Peserta didik akan tetap dibekali kuota belajar dan peserta didik yang berada di luar Mamuju tetap kami menjalin komunikasi untuk tetap mengikuti pembelajaran daring sesuai dengan jadwalnya masing-masing,” ucapnya. (NJA)



Kamis, 13 Agustus 2020

Pesona Matahari Pertama di Danau Tiga Warna

 

Komunitas Makassar Backpacker kembali berpetualang. Berbekal tas ransel dan peraltan snorkling, komunitas ini menjelajahi Bumi Flores selama 10 hari. mereka berburu keindahan Nusa Tenggara Timur dari ujung timur, Larantuka hingga ujung barat, Labuang Bajo.

                                                               ....

 

Berangkat dari tagline Lokal Cika' But Global Cee, Komunitas Makassar Backpacker (MB) Team Sparkling Firefiles melakukan perjalanan wisata seperti wisata religius Mater Dolorosa di larantuka, mengunjungi Pasar Lama Geliting, Tanjung Kajawulu Maumere, Danau Tiga Warna Kelimutu Ende, Air Tenjun Moni, Pasar Tradisional Ende, Monumen Soekarno di Ende, Pantai Hijau Nangapanda, Rumah Adat Kampung Bena Bajawa, Pulau Komodo, Pantai Pink, dan Pulau Bidadari di Labuan Bajo.

Bukan hanya itu, masih banyak tempat wisata lain yang ada di pulau tersebut. namun, kali ini yang dibahas mengenai pesona Danau Tiga Warna Kelimutu. Memasuki hari ketiga menjejakkan kaki di Flores, rombongan tiba di salah satu penginapan yang terkenal di Moni Sa'o Ria Wisata Bungalow. Penginapan ini terasa cozy dan cocok bagi backpacker. Apalagi hanya berjarak 19 km dari Danau Kelimutu. 

Bangunan berarsitektur tradisional Ende-Lio ini menawarkan fasilitas dengan harga terjangkau, baik bagi wisatawan domestik maupun asing. Di penginapan ini, kita bisa melihat panorama gunung dan sunrise. di Sa'o Ria Wisata Bungalow juga terdapat aula untuk ruang pertemuan yang bisa menampung hingga 300 orang. Khusus packer diberikan potongan harga, sehingga hanya cukup membayar Rp150.000/kamar dari harga normal Rp250.000 hingga Rp500.000. Namanya juga packers, tahu dong cara untuk mendapatkan harga murah.

Malam itu, tepat pergantian tahun 2013, packers menghabiskan suasana malam di depan penginapan. Bunyi petasan dan kembang api menghiasi langit. Keesokan harinya, pukul 06.00, packers pun melanjutkan perjalanan menuju Danau Kelimutu di Desa Moni Kapupaten Ende. Waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Tiga Warna pada pagi hari.

Dengan menyewa mobil pickup seharga Rp300.000(PP), termasuk harga tiket masuk wisata Danau Kelimutu yakni Rp2.500/orang dan kamera Rp5.000/kamera. Namun, packers hanya membayar satu kamera saja.

Berbagai cara ditawarkan menuju kawasan Taman Nasional Kelimutu. Salah satunya melewati akses dari ibukota Provinsi NTT, Kupang, menggunakan pesawat menuju Kota ENde dengan waktu tempu sekitar 40 menit. Kemudian melanjutkan perjalanan mengunakan angkutan umum berupa minibus menuju Desa Kaonara Kecamatan Wolowaru, sekitar 66 km dari Kota ENde dan 83 km dari Maumere dengan waktu tempu sekitar tiga jam. 

Moni merupakan kota paling dekat, terletak di kaki Gunung Kelimutu. Kota Kecil ini merupakan pintu gerbang menuju Danau Kelimutu. Jarak antara Moni dan Kelimutu sekitar 15 km. Dari Desa Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, berjarak 2,5 km.

Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer dengan kondisi jalanan yang menanjak dan menurun, mobil pickup yang membawa 15 packers akhirnya tiba di depan pintu masuk. Perjalanan hari ini dilanjutkan dengan tracking (berjalan kaki) melewati hutan. Di sepanjang jalan kita dapat menikmati pemandangan, pohon pinus, dan udara segar di atas Gunung Kelimutu. 

Tak perlu takut tersesat. Karena di sepanjang jalan, terdapat jalur buatan yang memudahkan para pengunjung berjalan menuju puncak. Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang tereltak di Pulau FLores, NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan KElimutu, Kabupaten Ende. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa menikmati keindahan danau ini dari puncak tertinggi. 

Setelah menempuh perjalanan 12 km, tibalah packers di depan sebuah anak tangga yang menjulang hingga puncak Gunung Kelimutu. Ratusan anak tangga tersusun rapi. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, packers pun kian semangat menyusuri anak tangga satu persatu. Taksabar rasanya ingin cepat sampai di puncak.

Hingga akhirnya, packers tiba di Puncak Gunung Kelimutu dan menikmati matahari pertama tahun 2014 tepat di atas Danau Kelimutu. di Puncak Gunung Kelimutu, kita akan menemukan landmark berupa triangulasi. Sebuah tugu dengan empat sisi di mana setiap bagiannya terdapat beberapa ukiran. Di setiap tiang-tiang pembatas, terdapat tulisan -tulisan yang menjelaskan tentang ketiga danau tersebut.

 

Dari puncak ini kita bisa menikmati keindahan Danau Kelimutu. Hijaunya air danau, tampak indah ditambah pancara sinar matahari yang begitu hangat. Rasa lelah terbayarkan. Di Puncak Gunung Kelimutu, terdapat tiga buah danau yang berbeda dan berubah warna setiap tahunnya akibat aktivitas gunung. Di Puncak Gunung Kelimutu, kita juga akan mememukan para pedagang. Ada yang menjajakan kopi panas, yang sangat cocok dinikmati sambil menghirup segarnya suasana di sana. 



 

Kelimutu merupakan gabungan dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada Danau Kelimutu memiliki arti masing-msaing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Setelah menikmati keindahan Danau Kelimutu, packers kembali ke penginapan. Tidak jauh dari Moni, Anda dapat menjumpai bebebrapa sumber air panas yang terlihat begitu menyegarkan. Para packers pun memanjakan diri menikmati sejuknya Air Terjun Murundano yang tereltak 200 meter dari lokasi penginapan. Air terjun ini terletak di Desa Moni, Kecamtan Kelimutu, kira-kira 60 km dari pusat kota Ende atau 20 km dari Danau Kelimutu.

Leader Makassar Backpacker Suharyanti Idhar mengatakan, mereka melakukan perjalanan ini tidak lain untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia. "Kami ingin menikmati alam Indonesia dan memperkenalkannya kepada dunia. Kami ingin memperkenalkan kepada teman-teman seperti apa keindahan negeri kita dna bagaiamana menikmatinya dengan biaya yang murah dan terjangkau. Dan kami memulainya dari NTT," tutur alumni jurusan Bahasa Jerman UNM ini. 

jane saturi



Sabtu, 12 April 2014

#Surprice!!

Assalamu Alaikum wr.wb.

Selamat ulang tahun ya kak Jane!!

Gak berasa udah berganti tahun aja,, itu artinya kakak udah makin tua... hehe.. :)
Moga di usia yang tersisa,, kakak makin dewasa dalam berpikir & bersikap,, diberkahi setiap langkahnya,, jadi anak yang dibanggakan keluarga, terutama orang tua,, dan semoga bermanfaat bagi orang sekitar..
Paling penting jangan suka mojjo lagi,, dan tetep jadi kakak yang manis + keren abis... hahay.. :)

Berhubung #NS susah cerita,, jadi #NS tulisin aja ya..
Belum semua sih,, tapi cukup mewakili lach.. #NS juga buat dalam bentuk puisi,, moga ngerti bacanya ya.. :p
Terus bajunya dipake ya,, suka atau gak suka (#maksa).
Itu hadiah pertunangan kita..#loh...

Maaf kalau akhir-akhir ini suka NS cuekin..
Awalnya cuma mau balas ngerjain,, eh malah kakak udahngambek duluan,, ya udah #NS terusin.. hehe.. :)
Sempat kebablasan juga ngubungi kakak beberapa kali,, karena faktor gak tega dan juga kangen berat. Ach,, gak mudah buat kejutan ini untuk kakak..
Tapi karena waktu dihubungi kakak udah makin emosi,,
Ya udah diterusin lagi.. Siapa suruh suka ngambek.. :p

Dan akhirnya #NS berhasil buat kakak marah ma #NS khan??
Kurang hebat apa coba adikmu ini?? Berkat pengajaran kakak juga sih.. haha..:D

Tapi gini nih,, tw sendiri kalau kakak ngambek sudah buat ngebujuknya..
Udah donk ngembeknya.. Gak kangen emank ma #NS..?? :P
Hubungi #NS kalau kak udah gak ngambek lagi ya..:)

HAPPY BIRTHDAY KAK JANE-KU SAYANG ;)

#49 Kepadamu

Kepadamu yang terkasih
adakah masih menyimpan benih??
Setelah sekian lama menepi
Atau hati masih mengulum pedih..

Kepadamu yang dirindu
Mungkinkah kita masih dapat menyatu??
Sedang jarak masih saja kukuh
Membenam kita dalam bisu..

Kepadamu yang di hati
Jika kebersamaan tak mampu kembali
Biarkan kenangan terkubur rapi
Ucapkan selamat tinggal untuk terakhir kali..

*Sentuhan Puisi #NS

#48 Takkan Ku Temui Penggantimu

Terima kasih,,
Untuk segala yang kau beri
Terima kasih juga
Untuk semua yang kita lalui..

Suatu keberuntungan mengenalmu
Suatu keajaiban dekat denganmu
Dan suatu kebahagiaan saat-saat bersamamu
Adakah yang lebih indah dari itu??

Takkan ku temui penggantimu
Kemanapun aku berlabuh
Kau telah memiliki ruang di hatiku
Selamanya begitu
Meski kita tak lagi menyatu..

*Sentuhan Puisi #NS

#47 Selamat Jalan Kekasih

Baru ku sadari
Betapa kau berarti
Setelah kau pergi
Tinggalkanku sendiri di sini..

Namun, apalah daya kini
Tak mampu ku bawa kau kembali
Atau mungkin tak ingin kau tersakiti
Bila kita bersama lagi..

Meski hati menanggung perih
Tak akan ku halangi kau pergi
Selamat jalan kekasih
Terima kasih untuk segala yang kau beri..

*Sentuhan Puisi #NS

#46 Melukis Hujan dan Senja dalam Ingatan

Selamat malam cinta
Lama hujan tak menyapa senja
Atau senja yang tak inginkan hujan
Setelah kemarin hujan menderu deram kala petang..

Masihkah kau mengingatku malam ini??
Atau sekedar mengenang
Kala hujan dan senja bermain bersama
Menjamah keindahan masing-masing..

Pejamkan matamu bersama kenangan
Melukis hujan kala senja dalam ingatan
Terlelaplah bersama kenangan
Sebab esok saat kau buka mata
Mungkin hujan telah menghilang
Setelah mengucapkan selamat tidur cinta..

*Sentuhan Puisi #NS

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...