Oh Dinda..
Engkaulah nafasku..
Engkaulah hidupku..
Kaulah yang selalu ku rindu..
Oh Dinda..
Yang selalu ku rindu
Kerinduan semakin menderaku jiwaku
Saat ku saksikan senja di sore itu..
Oh Dinda
Yang selalu ku rindu..
Engkaulah gadis hujan...
Saat ku buka mata ini..
Ku harap hanya kehadiranmu..
Biarlah..
Hujan mengurai cerita
Biarlah hujan menghapus lukaku...
Ku ingin..
Tetap mengenangmu..
Engkaulah Adinda Syauqie ku...
Oh Dinda
Yang selalu ku rindu..
Engkaulah gadis hujan..
Saat ku buka mata ini
Ku harap hanya kehadiranmu
Yang menepis kerinduan di hatiku....
Lirik By : Jane Jamlu & Daeng Senja (Para penikmat senja)
NB: Lagu ini kami persembahkan untuk seseorang yang kami rindukan. Untuk Gadis Hujan Penikmat Senja. Semoga dia tetap hidup dan bersemayam di hati kami. Lagunya kini sudah siap kami nyanyikan bersama.
Minggu, 17 November 2013
Minggu, 01 September 2013
Kehilangan (lagi) & Kecewa (lagi)
![]() |
| Foto di depan kamar |
Entah
berapa kali aku harus merasakan kehilangan. Entah berapa kali lagi aku harus
merasakan kekecewaan. Dan entah berapa kali lagi aku harus merasakan kesedihan.
Seperti kata sahabatku, setiap pertemuan memang selalu menggandeng perpisangan.
Tinggalkan luka yang mendalam bagi siapa saja yang mengalaminya. Termasuk aku
yang kini merasakannya.
Di
saat pikirannku telah dikacaukan oleh tugas akhir akademikku, kini aku makin
terpuruk mendengar keputusanmu. Cukup sudah dua tahun yang lalu saat sahabatku
Anha yang juga memutuskan untuk pergi dari tempat ini, membuatku kehilangan dan
meneteskan air mata. Kali ini, hatiku kembali membuat perih, saat sekamarku
Ayu, memutuskan untuk pergi juga dari tempat ini. Kau ingin pergi, kau ingin
meninggalkanku. Aku tahu, cepat atau lambat semua ini pasti terjadi. Kau telah
melanggar janji yang telah kita sepakati empat tahun yang lalu saat kita sama-sama
diterima di tempat ini.
***
Sabtu
malam, kita kembali berkumpul di tempat yang telah menjadi istana kita sejak
menginjakkan kaki di kota Makassar, Asrama putri Pinrang. Malam ini adalah
rapat terakhir di kepengurusanku. Itu artinya, sebagai sekretaris, ini menjadi
rapat terakhir yang aku pimpin. Selain itu, malam ini kita akan membacakan laporan
pertanggungjawaban (LPj) selama setahun menjabat di aspuri sekaligus memilih
ketua aspuri baru untuk memimpin aspuri kedepannya.
Senyum
ceria terpancar dari wajah para penghuni. Sudah lama kami tak berkumpul seperti
ini. Memang hanyaagenda rapatlah yang mampu menyatukan kami. Karena memang kami
telah menyepakati bersama, bahwa semua penghuni wajib datang dalam rapat
aspuri. itulah yang mejadikan rapat aspuri begitu sakral meski dikemas dalam
suasana santai namun terkadang cukup membuat penghuni merasa tegang.
Perasaanku
campur aduk, aku ingin tersenyum bersama kalian, tapi aku juga bersedih, karena
aku tahu aku akan mendengarkn kaar buruk malam ini, meskipun di antara kalian
masih belum tahu apa yang menjadi kabar buruk itu.
![]() |
| Moment2 terakhir |
![]() |
| Bertengkar di depan umum |
Di
tengah-tengah berlangsungnya rapat, kamu masih saja mengajakku bercanda, tapi
aku tidak menanggapinya. Kamu bahkan masih membantuku memegang papan yang kita
gunakan untuk menghitung suara pemilihan. Tapi, lagi-lagi aku tidak
menanggapimu. Aku marah padamu. Aku kecewa teramat dalam. Kau melanggar
janjimu. Kau pergi sebelum semuanya berakhir. Padahal kamu telah berjanji.
Seharusnya
malam ini mejadi malam yang paling bahagia buat kita, tapi ternyata sebaliknya.
Kau menyampaikan kepada para penghuni bahwa kamu ingin pergi dari tempat ini.
Kamu ingin meninggalkan kami. Meskipun kamu masih tetap berada di kota ini,
tapi kita akan sulit berkumpul seperti dulu lagi. Kini kamu akan benar-benar
pergi.
Malam
itu, setelah rapat selesai, para penghuni bersalam-salaman sekaligus salam
perpisahan padamu. Namun, aku tak sekalipun menjabat tanganmu dan mengucapkan
salam padamu. Malam itu, kita tutup rapat dengan berfoto dengan semua penghuni. Aku tidak menyangka ini menjadi foto terakhir kita di kepengurusan ini. Coba pikir, adakah seorang sahabat yang rela mengucapkan salam perpisahan pada sahabatnya yang hendak
meninggalkannya? Jawabannya tidak ada.
Aku
tidak bisa melihatmu. Malam itu, seharusnya aku bisa menghabiskan malam
terakhirku bersamamu sebelum pergi, tapi aku tidak melakukakannya. Aku memilih
menghindar dan numpang tidur di kamar lain. Aku bahkan tidak membantu
beres-beres saat teman-teman yang lain sibuk membantumu. Maafkan aku, tapi aku
tidak sanggup melihatmu. Aku takut, aku tidak mampu menahan tangisku. Aku
mencoba melakukan aktivitas lain untuk menghilangkan pikiranku tentang rencana
kepergiannmu. Aku berharap ini hanyalah mimpi, dan semoga aku bisa segera
bangun dari mimpi ini.
***
Pagi
ini, aku sengaja bangun terlambat. Sebenarnya aku sudah bangun sejak tadi, aku
hanya pura-pura tidur. Berharap aku tidak melihatmu pergi hari ini. Sudah pukul
11.30, berharap kamu sudah pergi, aku pun bangun dari tempat tidur dan segera
mandi. Namun, ternyata aku menjumpaimu masih ada di kamar. Aku pikir kamu telah
pergi dari tadi, ternyata tidak. Mobil yang akan membawa barang-barangmu
ternyata terlambat datang lantaran terjebak macet. Hingga menunda kepergiaanmu.
Setalah
mandi dan berpakaian, aku kembali menghindar darimu. Aku kembali menumpang di
kamar lain. Karena aku tidak sanggup melihatmu pergi. Aku sibuk mengutak atik
laptoku, menulis apa yang sebenarnya tidak begitu penting aku tulis, menelpon
seseorang, online, smsan, mengulur-ngulur waktu hingga kau bear-benar pergi.
“Jane,
Jane, kamu dimana? Tidak pamitan dulu sama Ayu? Ayu sudah mau pergi,” teriak
salah satu penghuni. Taka ada jawaban dariku. Bahkan temanku bolak-balik kamar
hanya untuk memanggilku keluar untuk pamitan dengan Ayu. Tapi, au lagi-plagi
sibuk dengan mengotak-atik handphoneku. Tiba-tiba, Ayu masuk ke kamar dan
menemuiku. Dia memanggil namaku dan mengulurkan tangannya sebagai salam
perpisahan. “Ya”, kataku sambil menjabat tangannya tanpa menatapnya.
Aku
tidak sanggup menatap wajahnya, aku ahakan tidak bangkit dari tidurku saat
menjabat tangannya. Maafkan aku saudariku. Bukannya aku tidak menghargaimu.
Tidakkah kau tahu, aku begitu kehilanganmu. Meski selama ini kita sering
bertengkar dan terlibat masalah. Hingga kita menjadi salah satu agenda dalam
rapat, tapi kita kembali disatukan dalam kebersamaan. Menjadi sekamar yang
paling kompak diantara penghuni kamar yang lainnya.
Kita
selalu menjadi pasangan yang paling seru dan paling ribut seantero aspuri. Bahkan kita sudah dijuluki sebagai “pasangan kekasih”. Sekarang tidak ada lagi pasangan Jane Jamlu Keren & Ayu Niestaright Manis. Tidak akan lagi acara jalan-jalan bareng ke Fly Over, tempat favorite kami makan ice cream sambil hunting cowok (sekalian). Tidak ada lagi kegiatan hunting dimana aku jadi fotografer dan dia jadi modelnya. Kangen suasana seperti itu lagi. terima kasih telah mengajarkanku menjadi gila foto selama ini. Tidak ada lagi teman setiaku begadang tiap malamnya. Tidak ada lagi teman tidurku yang kesiangan. Aku benar-benar kehilanganmu sobat.
![]() |
| Makan ice cream di Fly Over |
Kau
pernah berjanji kita akan terus bersama di tempat ini. Dan kita akan keluar
bersama saat kita mendapat gelar sarjana. Tapi, apa? Kau melanggarnya. Kau
mengingkarinya. Aku merasa dikecewakan oleh sahabatku sendiri. Terlau sakit dan
menyiksa batin. Aku ingin menangis, dadaku sesak. Bahkan saat menulis ini,
mataku berkaca-kaca. aku menahan tangisanku. Aku tidak ingin penghuni lain
melihatku bersedih apalagi menangis. Meskipun mereka sudah tahu pasti aku orang
pertama yang merasakan kesedihan meski aku mencoba menutupinya.
Maafkan
aku sahabat, beberapa hari ini mungkin aku tidak akan meresponmu lagi. Aku
mencoba melupakanmu sedikit demi sedikit. Aku pernah mengatakan padamu jauh
sebelum aku tahu bahwa kamu akan pergi, “Jika kamu pergi, jangan pernah temui
aku, jangan sms atau menelponku, jangan pernah memanggilku dan muncul di
hadapanku. Anggap kita tidak pernah mengenal satu sama lain,” ancamku.
Dan
karena kini kamu melanggarnya, maka semua perkataanku waktu itu, akan berlaku
hari ini. Aku akan mencoba melupakanmu, menghapus ingatanku tentangmu dan semua
kenangan yang pernah kita lewati bersama. Maafkan aku sobat, tapi kau telanjur
menyakiti hatiku. Ini begitu sakit, bahkan sulit untuk aku lupakan begitu saja.
Kau mengecewakannku. “I am sorry Niestaright”!
---JaneJamlu---
Sumber Foto : Hunting (bede) with Niestaright & Fly Over Lagi
Me in “Ramma” (Part II)
“Alhamdulillah,”
kataku sambil menghirup segarnya udara di Lembah Ramma’. Perasaanku begitu
lega, bukan hanya karena udaranya, tetapi karena perjalanan yang telah kami
tempuh selama berja-jam lamanya akhirnya usai sudah. Aku bahkan masih tidak
percaya bahwa aku benar-benar menginjakkan kaki di temapt ini. Terima kasih
untuk teman-teman yang telah banyak memberi semangat dan membantu selama di
perjalanan hingga sampai di tempat ini.
Sesaat
setelah sampai, aku segera mengabadikan moment berharga ini. Tentu saja dengan
mengambil beberapa gambar menarik di sekitar lembah ini. Aku pun sudah tidak
sabar ingin bertemu dengan sosok Tata
yang selama ini diceritakan oleh teman-teman. Aku penasaran sepeerti apakah
dia, tua atau muda, pendek atau tinggi, baik atau jahat.
Langkah
demi langkah kami lalui untuk sampai ke tempat Tata. Rumahnya berada tidak jauh dari tengah lembah. Rumahnya tidak
begitu bagus tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Aku mentap di sekeliling
rumah Tata, sembari mencari-cari
seperti apakah sosok dia yang sebenarnya. Namun, aku sama sekali tidak menemukan
tanda-tanda keberadaannya.
............................................................
Senin, 26 Agustus 2013
Me in “Ramma” (Part I)
Aku
adalah orang yang hobby banget jalan. Tempat-tempat di Makssar sudah hampir aku
jelajahi semua. Bagiku adalah pengalaman yang paling berharga. Banyak yang bisa
aku ceritakan lewat setiap perjalananku. Dan yang paling utama dari setiap
perjalananku, banyak juga foto dan video yang bisa aku publikasikan di dunia
maya.
Namun,
dari beberapa perjalanan yang pernah kulakukan, mendaki gunung adalah
perjalanan yang belum pernah aku lakukan. Tahun lalu aku gagal melakukan
perjalanan ini, lantaran aku masih KKN di Parepare. Namun, tahun ini, aku tidak
akan melewatkan kesempatan lagi untuk mendaki gunung.
***
Pagi
itu, salah satu temanku Dhiny mengatakan dia ingin ke Ramma Jumat ini bersama
salah satu seniorku di redaksi. Dai mengajakku untuk ikutan, namun aku menolak
karena aku ingin menghadiri rapat kerja di Baru. Hingga akhirnya aku pun
termakan rayuan temanku itu. Kapan lagi coba bisa melaukan perjalanan mendaki
gunung. Aku pun berpikir, jika aku tidak pergi sekarang, aku mungkin tidak akan
punya kesempatan lagi untuk melakukannya. Aku pun memanfaatkan moment ini untuk
refreshing sebelum aku fokus pada skripsiku.
Malam
itu, Jumat (23/8) kami akhirnya berkumpul di redaksiku. Aku dan Dhiny telah
selesai packing. Salah satu dari teman kak Salam (seniorku di redaksi) memberi
pengarahan kepada kami sebelum berangkat. Namanya kak David, namun dia lebih
sering dipanggil Kak Mambo. Dai menyuruh kami membongkar semua barang-barang
kami yang ada di tas. Awalnya kami tidak mau. Namun, dia memaksa dan katanya
harus. Akhirnya, aku pun melakukannya. Membongkar semua isi tas.
![]() |
| Inilah persiapan bekal kami selama di Ramma |
Kak
Mambo tertawa melihat semua isi tas kami, “Sebenarnya kalian mau ke liburan ke rumah
nenek atau mendaki gunung sih,” katanya sambil tertawa. Ya, maklum, ini adalah
pengalaman pertama kali kami. Kami mana tahu, packing ala pendaki gunung itu
seperti apa. Dan akhirnya, kak Mambo sendirilah yang membereskan pakaian dan
semua perlangkapan kami.
Satu
lagi pengalaman berharga yang aku dapatkan bahwa semua pakaian yang kita bawa
itu, harus dipisah-pisah. Satu baju dan celana disatukan dalam kantong plastik.
Selanjutnya diremuk-remuk (penyok-penyok) hingga tidak ada udara yang tersimpan
di kantongan tersebut. Karena jika di daerah pegunungan, keadaannya bisa
membuat pakaian lembab, dan basah. Makanya harus dimasukkan di dalam kantong
plastik. Begitu pun dengan makanan, semuanya dikempeskan hingga tidak ada udara
di dalamnya.
***
Pukul
23.00 Wita, kami beranggotakan 6 orang (4 cewek dan 2 cowok) akhirnya berangkat
ke Malino. Dengan menempuh perjalanan ± 2 jam, akhirnya kami sampai di Malino. Suhu
udara yang begitu dingin dan perut keroncongan, membuat kami berhenti sejenak
sembari menikmati minuman hangat dan mengisi perut yang sejak dari tadi
kelaparan. Selanjutnya, kami pun melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit menuju
rumah tempat kami beristirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan keesokan
harinya.
![]() |
| Makan malam sambil ngopi di deapan Pohon Pinus Malino |
Pukul
03.00, kami pun tiba di rumah salah satu warga di desa Lembanna Kecamatan
Tinggi Moncong Malino. Kami diterima baik di keluarga itu. Kata teman kami, ini
sudah menjadi tempat langganan mereka sebelum mendaki. Mereka memanggilnya wanita
pemilik rumah itu dengan sebutan “mamak”. Aku tidak sempat menanyakan nama asli
wanita itu. Jadi, aku pun ikut-ikutan memanggilnya mamak. Mamak begitu baik kepada kami. Bukan cuma kami saja, tetapi semua pendaki diterima baik oleh beliau. dan bukan cuma keluarga mamak yang seperti itu, semua keluarga penduduk di desa Lembanna menyiapkan tempat istirahat untuk para pendaki gunung. Dan semuanya gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun.
***
Pukul
06.00 aku terbangun dari tidurku. Suhu di Lembanna sangatlah dingin, aku sudah
mengenakan pakaian yang tebal dan berlapis-lapis, tapi masih saja serasa
menusuk-nusuk hingga ke tulang. Airnya serasa seperti es yang membuat wajah,
tangan dan kakiku terasa keram. Tapi, tidak mengurungkan niatku untuk melakukan
shalat subuh yang hampir saja aku lupa laksanakan.
Sehabis
shalat subuh, aku pun memberanikan diri untuk keluar rumah. Saat aku membuka
pintu, angin sejuk langsung menyambutku dengan kencangnya, hampir saja aku
terjatuh karenanya. Udara di sini begitu segar dan terasa nikmat. Pemandangan yang
hijau terbentang luas di sekitar rumah. Sangat berbeda dengan di Makassar yang
penuh dengan udara kotor dan panas.
***
Pukul
10.00 kami pun berangkat untuk melakukan perjalanan ke lembah Ramma. Nmaun,
sebelumnya, kami berkumpul membuat lingkaran dan berdoa, berharap perjalan kami
menyenangkan dan kami bisa sampai dan pulang dengan selamat. Dengan penuh
semangat dan senyum lebar di pipiku, aku melangkah dengan riangnya. Bukan aku
saja yang terlihar riang, kelima temanku pun seperti itu. Suasana penuh
semangat menyertai perjalanan kami.
![]() |
| berangkat ke Ramma |
![]() |
| Foto di depan gerbang/pintu masuk menuju Ramma |
Di
sepanjang perjalanan, kami banyak menjumpai lahan perkebunan. Mayoritas masyarakat
desa Lembanna adalah petani sayur. Ada banyak jenis-jenis sayuran seperti,
tomat, lombok, daun bawang, kol, dan masih banyak lagi. Bukan hanya jenis
sayur-sayuran, juga ada beberapa jenis buah-buahan seperti markisa dan
strawberry.
Suasana
di sini memang benar-benar indah dan menyegarkan. Aku bahkan tidak
bosan-bosannya melihat dan memoto setiap pemandangan yang menarik. Pohon pinus
yang menjulang tinggi begitu cantik. Namun, baru 10 menit perjalanan aku sudah
merasakan capek. Napasku tidak beraturan, aku kelelahan dan juga keringatan. Begitu
pun dengan Dhiny yang juga merupakan pendaki pemula. Jauh berbeda dengan kedua
cewek dan kedua cowok teman kami. Mereka sudah terbiasa melakukan perjalanan
seperti ini.
“Kak,
istirahat sebentar, capek,” keluhku dengan kak Salam. “Ok, kita istirahat
sebentar,” jawabnya. Sebenarnya, aku punya penyakit asma sejak kecil yang
sering kambuh jika kelelahan. Selain itu, aku juga pernah lumpuh waktu kecil,
dan sering kali kambuh ketika aku melakukan perjalanan jauh. Bahkan ke kampus
yang hanya 800 meter dari asramaku, aku terkadang merasakan sakit yang luar
biasa, apalagi melakukan perjalanan jauh seperti ini. Tapi, semangatku yang
membara, tidak mengurungkan niatku untuk tetap melanjutkan perjalanan ini.
![]() |
| nikmati segarnya air pengunungan |
Kami
kembali melanjutkan perjalanan. Untuk menambah semangatku, kami memanfaatkannya
untuk berfoto-foto di setiap tempat-tempat menarik. Ya, tercipta sebagai gadis
keren dan tergabung dalam aliansi “Gifo” alias gila foto, hanya foto yang
membuatku bersemangat. Bahkan Kak Salam sering memotoku hanya untuk membuatku
semangat. Dan memang ampuh, rasa lelah perlahan hilang. Apalagi setiap ada
sungai kami selalu singgah untuk beristirahat. Jadi, rasa capeknya hilang
perlahan-lahan.
Pukul
12.30 kami akhirnya tiba di puncak Talung. Di atas sini kami bisa melihat
Lembah Ramma yang akan kami kunjungi. Selain itu, kita juga melihat air tenjun
dan danau yang ada di dekat Lembah Ramma. Di sinilah leatk keindahan
pemandangan, kita bisa melihat gunung-gungung yang mengelilingi Lembah Ramma. Makanya
kami menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menikmati pemandangan di Talung.
![]() |
| Tiba di puncaknya Talung |
Pukul
15.00 kami pun melanjutkan perjalanan. Karena posisi Talung adalah puncak,
untuk menuju Lembah Ramma, semuanya adalah penurunan. Aku berusaha menahan
berat badanku agar aku tidak terjatuh ke bawah. Karena kondisi tanahnya cukup
terjal dan berbahaya. Sebenarnya ada jalan yang lumayan dekat agar bisa cepat
sampai ke Lembah ramma, namun begitu terjal dan sangat berbahaya, apalagi aku
dan Dhiny yang masih pemula. Makanya kami memutuskan untuk melewati jalan yang
lain, meskipun sedikit memutar dan terbilang lebih jauh. Di sini bukan cepat
atau lambatnya kita sampai di tujuan, yang terpenting adalah keselamatan diri
kita semua.
Perjalanan
kami sudah hampir sampai. Lembah Ramma sudah di depan mata. Aku sudah tidak
sabar untuk cepat-cepat sampai. Dan akhirnya pukul 17.30 kami pun tiba di
Lembah Ramma. Senang rasanya bisa menyelesaikan perjalanan ini. Meskipun belum
sepenuhnya. Masih ada perjalanan pulang nantinya. Tapi, kami bersyukur, akhirnya kami bisa tiba dengan selamat. Alhamdulillah...
![]() |
| Tiba di Lembah Ramma |
---JaneJamlu---
Kamis, 22 Agustus 2013
Tulisan Terakhir
BUMI ALLAH, 23 Agustus 2013
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Dear My Family and My Friend.
Untuk semua yang menyayangiku.
Untuk semua yang aku sayang.
Untuk semua yang mengenaliku.
Untuk semua yang aku kenal.
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Dear My Family and My Friend.
Untuk semua yang menyayangiku.
Untuk semua yang aku sayang.
Untuk semua yang mengenaliku.
Untuk semua yang aku kenal.
Terima kasih telah baik kepadaku selama ini. tanpa kalian rasanya hidup ini begitu kosong. Kehadiran kalian adalah warna yang selalu terpancar dalam hidupku. Aku ingin berterima kasih yang begitu dalam atas apa yang telah kalian lakukan selama ini. terima kasih telah menerimaku.
Untuk keluargaku, maafkan jika aku belum bisa mewujudkan impian kalian. Maafkan jika selama ini, aku menjadi anak yang nakal dan juga terkadang tidak mendengar apa yang kalain perintahkan. Aku banyak dosa terhadap kalian. Aku sangat berharap, jika kalian mau memaafkan segala kesalahanku selama ini.
Untuk keluarga Mikronika dan Tim Robotron, maafkan jika selama ini, aku tidak bisa menjadi teman yang sempurna buat kalian. Maafkan jika selama ini, aku selalu jahil dan suka ngerjain kalian. Terkadang aku memaksa kalian mengakui "kekerenan" ku, meskipun aku pada dasarnya memang terlahir sebagai mahasiswa terkeren seantero "elektronika". maafkan jika aku tidak lagi bisa menjadi fotografer buat kalian. Maaf jika aku tidak bisa membuat kalian tertawa lagi dengan lelucon dan bahasa khas Pinrangku yang terkadang membuat kalian terpingkal-pingkal. Hehe
Untuk keluargaku di Aspuri, maafkan jika aku terkadang melanggar peratuaran asrama yakni pulang larut malam. Maafkan jika aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk junior-juniorku. Maafkan jika aku tidak bisa menjadi sekretaris asrama yang seperti yang kalain inginkan. Aku mencintai kalian.
Untuk keluargaku di redaksi, maafkan jika selama menjadi pengurus di Profesi, aku sering banget terserang penyakit mojjo alias ngambek. Aku memang orangnya sensitif, meskipun tampilanku sudah begitu keren, tetap saja hatiku mudah tersentuh oleh perasaan yang terkadang membuatku ingin pergi dari tempat itu. maafkan jika selama menjadi bendahara aku jarang sekalai memasak buat anak-anakku tercinta. Maafkan jika selama di redaksi, aku selalu menghabiskan kuota internet hanya untuk mengupload foto-foto. Maafkan jika aku tidak lagi bisa mengupload foto-foto kalian lagi, mungkin jika aku tidak kembali nanti, ada di antara kalian yang bisa menggantikan posisiku sebagai Miss Upload and Miss Online.
Untuk pacar haran dan pacar-pacar terlarangku yang lainnya dan semua yang telah menjalin hubungan denganku, maafkan jika selama ini, aku sering menyakiti kalian, membuat kalian bersedih bahkan menangis. Maaf jika aku terkadang tidak menghiraukan kalian, dan tidak adil dalam membagi hubungan. Sungguh aku menyanyangi kalian semua. Kalian adalah penyemangat hidupku. Terima kasih telah hadir selama ini. Aku menyayangi kalian.
Hari ini, aku akan melakukan sebuah perjalanan panajng dan tentunya menantang. Ini adalah pengalaman pertama bagiku dan semoga bukan menjadi akhir dalam hidupku. Hanya dua kemungkinan yang akan terjadi dalam perjalananku kali ini, pulang dengan selamat sambil membawa sejuta rekaman video dan foto-foto menarik yang siap untuk diupload atau aku pulang dengan senyuman terindah yang mungkin menjadi senyuman terahir yang akan kalian lihat. Dioakan semoga perjalananku menyenangkan. Semoga kita bisa bertemu kembali. I Miss You All.
*Tulisan teraneh yang pernah aku tulis
---JaneJamlu---
Rabu, 21 Agustus 2013
Reunian Bareng Mikronika’09
Hari
ini adalah hari yang begitu menyenangkan sudah lama rasanya aku tidak sebahagia
ini. Hari ini aku bisa berkumpul dan bersenan-senang dengan teman-teman
seangkatan dan sejurusanku di kampus Elektronika.
Sebenarnya
hari ini empat temanku diwisuda. Senang rasanya melihat mereka menyandang gelar
sarjana pendidikan. Pengen rasanya cepat-cepat menyusul mereka. Insya Allah
akhir tahun ini, aku pun akan diwisuda seperti mereka. Tunggu ya teman-teman.
Bicara
mengenai wisuda, pasti erat kaitannya dengan acara syukuran. Untuk itu, keempat
temanku yakni Ulyah Saini, Miftahurrahman, Muzdhalifah dan Khalil Gibran
mengadakan acara syukuan atas wisuda mereka.
Siang
ini aku dan teman-teman Elektonika menghadiri acara syukuran di rumah Ifa. Dan
malam harinya kami lanjut acara syukuran yang diadakan oleh Ipta dan Uly di
Waroeng Steak & Shake di Boulevard.
Acara
syukuran di sinilah yang paling seru. Karena teman-teman Elektronika lebih
banyak yang ngumpul. Ada Dwi, Kasma, Ayaz, Armin, Hajar, Zul, Udin, Ichal, Anas,
Taufik, Imran, Imam, Inno, Wakhid, Azkar dan Firman. Acara syukuran ini sekaligus reunian
dengan teman-teman Mikronika’09. Soalnya sejak kami sibuk dengan urusan
masing-masing, kami sudah jarang ngumpul seperti ini lagi. Makanya malam ini,
kami benar-benar menghabiskan waktu untuk bernostalgila. Eh, maksudku
bernostalgia.
![]() |
| Ichal, Hajar, Ayaz, Uly, & Kasma |
Ya,
namanya juga reunian, pasti ujung-ujungnya menceritakan masa-masa waktu
perkuliahan dulu. Dan tak ketinggalan, kisahku bareng teman yang selama ini
dijodoh-jodohkan denganku masih saja menjadi perbincangan mereka. Sejak awal
kuliah hingga akhir masa kuliah, mereka masih saja suka mengejek-ngejek kami.
Kalian tidak capek ya?? Nanti kalau kami jadian beneran gimana, pasti heboh
banget jadinya.
![]() |
| With Armin |
Tapi,
aku sih tidak ambil pusing, toh kami juga masih tetap seperti yang dulu, masih
bersahabat, sama seperti teman yang lainnya. Aku sih cuma ikut permainan
teman-teman saja. Ya, sekedar seru-seruan di acara reunian kali ini. Yang penting
kalian senanglah.
![]() |
| Dwi & Uly |
Thanks
ya teman-teman, akhirnya aku bisa kembali merasakan kebahagiaan bersama kalian.
Ingin rasanya tetap berkumpul dengan kalian dan mengulang kisah-kisah yang
pernah kita lewati bersama di kampus elektronika.
![]() |
| Anas yang (katanya) lagi butuh cewek nih. Ada yg mau? |
![]() |
| With Ayaz, Hajar, & Kasma |
![]() |
| With Kasma |
![]() |
| Ayaz & Hajar |
![]() |
| Orang Kerennya Elektronika |
![]() |
| With Ayaz, Anas, Hajar, & Kasma |
![]() |
| With Ayaz, Hajar, Ipta, & Kasma |
![]() |
| With Ichal, Hajar, Ayaz, Uly, & Kasma |
![]() |
| Cowok Mikronika ( Ichal, Ayaz, Hajar, & Ipta) |
![]() |
| With Ayaz, Kasma, & Anas |
![]() |
| With wisudawan terbaik Elektronika (Uly) |
![]() |
| With Uly |
![]() |
| With Hajar, Ipta, & Uly |
![]() |
| With Kasma, Hajar, Ipta, Uly ( Jane Jamlu Holic bede) |
![]() |
| With Anas, Kasma, Hajar, Ipta & Uly |
![]() |
| With Dwi, Kasma, Hajar, Anas, & Uly |
![]() |
| Cowok-cowok Mikronika |
Semoga
kita akan terus mengingat masa-masa kebersamaan kita hingga akhir hayat. Aku
tak akan melupakan kalian. Dan aku berharap kalian pun tidak akan melupakan
kenangan saat kita bersama. Semoga kesuksesan dan kesehatan senantiasa
dilimpahkan kepada kita semua. I Love U My Best Friends. I Love U
Mikronika’09.
---JaneJamlu---
Langganan:
Postingan (Atom)
MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa
Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...
-
Prof. Dr. Sapto Haryoko, M. Pd. (Guru Besar FT UNM dan Rektor STMIK AKBA Makassar) “ Dalam hidup selalu ada planning . Saya memi...
-
“Menjadi diri sendiri dan tidak pernah menyerah”. D emikian motto hidup dari Yunita Haruna mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Bah...
-
Jane & Pacar hariannya Aku mau ketawa dulu.. Hahahaha... Tahu ga teman-teman. Kalau ga tahu, makanya Jane mau kasih tahu nih. Jan...




























































