Assalamu Alaikum wr.wb.
Selamat ulang tahun ya kak Jane!!
Gak berasa udah berganti tahun aja,, itu artinya kakak udah makin tua... hehe.. :)
Moga di usia yang tersisa,, kakak makin dewasa dalam berpikir & bersikap,, diberkahi setiap langkahnya,, jadi anak yang dibanggakan keluarga, terutama orang tua,, dan semoga bermanfaat bagi orang sekitar..
Paling penting jangan suka mojjo lagi,, dan tetep jadi kakak yang manis + keren abis... hahay.. :)
Berhubung #NS susah cerita,, jadi #NS tulisin aja ya..
Belum semua sih,, tapi cukup mewakili lach.. #NS juga buat dalam bentuk puisi,, moga ngerti bacanya ya.. :p
Terus bajunya dipake ya,, suka atau gak suka (#maksa).
Itu hadiah pertunangan kita..#loh...
Maaf kalau akhir-akhir ini suka NS cuekin..
Awalnya cuma mau balas ngerjain,, eh malah kakak udahngambek duluan,, ya udah #NS terusin.. hehe.. :)
Sempat kebablasan juga ngubungi kakak beberapa kali,, karena faktor gak tega dan juga kangen berat. Ach,, gak mudah buat kejutan ini untuk kakak..
Tapi karena waktu dihubungi kakak udah makin emosi,,
Ya udah diterusin lagi.. Siapa suruh suka ngambek.. :p
Dan akhirnya #NS berhasil buat kakak marah ma #NS khan??
Kurang hebat apa coba adikmu ini?? Berkat pengajaran kakak juga sih.. haha..:D
Tapi gini nih,, tw sendiri kalau kakak ngambek sudah buat ngebujuknya..
Udah donk ngembeknya.. Gak kangen emank ma #NS..?? :P
Hubungi #NS kalau kak udah gak ngambek lagi ya..:)
HAPPY BIRTHDAY KAK JANE-KU SAYANG ;)
Sabtu, 12 April 2014
#49 Kepadamu
Kepadamu yang terkasih
adakah masih menyimpan benih??
Setelah sekian lama menepi
Atau hati masih mengulum pedih..
Kepadamu yang di hati
Jika kebersamaan tak mampu kembali
Biarkan kenangan terkubur rapi
Ucapkan selamat tinggal untuk terakhir kali..
adakah masih menyimpan benih??
Setelah sekian lama menepi
Atau hati masih mengulum pedih..
Kepadamu yang dirindu
Mungkinkah kita masih dapat menyatu??
Sedang jarak masih saja kukuh
Membenam kita dalam bisu..
Kepadamu yang di hati
Jika kebersamaan tak mampu kembali
Biarkan kenangan terkubur rapi
Ucapkan selamat tinggal untuk terakhir kali..
*Sentuhan Puisi #NS
#48 Takkan Ku Temui Penggantimu
Terima kasih,,
Untuk segala yang kau beri
Terima kasih juga
Untuk semua yang kita lalui..
Takkan ku temui penggantimu
Kemanapun aku berlabuh
Kau telah memiliki ruang di hatiku
Selamanya begitu
Meski kita tak lagi menyatu..
Untuk segala yang kau beri
Terima kasih juga
Untuk semua yang kita lalui..
Suatu keberuntungan mengenalmu
Suatu keajaiban dekat denganmu
Dan suatu kebahagiaan saat-saat bersamamu
Adakah yang lebih indah dari itu??
Takkan ku temui penggantimu
Kemanapun aku berlabuh
Kau telah memiliki ruang di hatiku
Selamanya begitu
Meski kita tak lagi menyatu..
*Sentuhan Puisi #NS
#47 Selamat Jalan Kekasih
Baru ku sadari
Betapa kau berarti
Setelah kau pergi
Tinggalkanku sendiri di sini..
Meski hati menanggung perih
Tak akan ku halangi kau pergi
Selamat jalan kekasih
Terima kasih untuk segala yang kau beri..
Betapa kau berarti
Setelah kau pergi
Tinggalkanku sendiri di sini..
Namun, apalah daya kini
Tak mampu ku bawa kau kembali
Atau mungkin tak ingin kau tersakiti
Bila kita bersama lagi..
Meski hati menanggung perih
Tak akan ku halangi kau pergi
Selamat jalan kekasih
Terima kasih untuk segala yang kau beri..
*Sentuhan Puisi #NS
#46 Melukis Hujan dan Senja dalam Ingatan
Selamat malam cinta
Lama hujan tak menyapa senja
Atau senja yang tak inginkan hujan
Setelah kemarin hujan menderu deram kala petang..
Pejamkan matamu bersama kenangan
Melukis hujan kala senja dalam ingatan
Terlelaplah bersama kenangan
Sebab esok saat kau buka mata
Mungkin hujan telah menghilang
Setelah mengucapkan selamat tidur cinta..
Lama hujan tak menyapa senja
Atau senja yang tak inginkan hujan
Setelah kemarin hujan menderu deram kala petang..
Masihkah kau mengingatku malam ini??
Atau sekedar mengenang
Kala hujan dan senja bermain bersama
Menjamah keindahan masing-masing..
Pejamkan matamu bersama kenangan
Melukis hujan kala senja dalam ingatan
Terlelaplah bersama kenangan
Sebab esok saat kau buka mata
Mungkin hujan telah menghilang
Setelah mengucapkan selamat tidur cinta..
*Sentuhan Puisi #NS
#45 Rindukan Kebersamaan
Kak,,
Mungkin waktuku tak lagi banyak
Untuk bisa berada di sampingmu
Seperti saat kita saling melontar tawa
Dari curahan cerita yang terumbar begitu saja..
Kak,,
Bagaimana aku megatakannya??
Betapa aku merindukan kebersamaan kita
Tak mampu menahan gejolak asa
Saat kita tak lagi bersama seperti sedia kala..
Mungkin waktuku tak lagi banyak
Untuk bisa berada di sampingmu
Seperti saat kita saling melontar tawa
Dari curahan cerita yang terumbar begitu saja..
Jika di sisa waktuku
Kita tak dapat bersama selalu
Menghabiskan masa-masa berselimut rindu
Mungkin takkan ada lain waktu..
Kak,,
Bagaimana aku megatakannya??
Betapa aku merindukan kebersamaan kita
Tak mampu menahan gejolak asa
Saat kita tak lagi bersama seperti sedia kala..
Namun, apapun yang terjadi
Sekeras apapun kau coba lupakan
Dan sejauh apapun jarak kita
Kau tetap bersemayang di hati..
*Sentuhan Puisi #NS
#44 Mungkin Ini Jalan Terbaik
Kau ulang lagi
Peristiwa yang terperih
Seakan ku tak berhati
Menyebabkan semua ini terjadi..
Haruskah kita akhiri semua ini??
Menapaki jalan masing-masing
Meski sakit mengiris hati
Mungkin inilah jalan terbaik..
Peristiwa yang terperih
Seakan ku tak berhati
Menyebabkan semua ini terjadi..
Berpura-pura tak mengenalku kini
Setelah semua yang kita lalui
Untuk yang kesekian kali
Sepertinya aku tak mampu berbuat apa lagi..
Haruskah kita akhiri semua ini??
Menapaki jalan masing-masing
Meski sakit mengiris hati
Mungkin inilah jalan terbaik..
*Sentuhan Puisi #NS
#43 Ketidaksengajaan
Lama aku terdiam
Di balik rintik hujan yang jatuh satu-satu
Meresapi makna persahabatan
Antara kau dan aku..
Warna-warni kisah kita terukir begitu saja
Anggaplah ketidaksengajaan berbicara
Dan jika kita harus berpisah
Semoga ketidaksengajaan juga alasannya..
Di balik rintik hujan yang jatuh satu-satu
Meresapi makna persahabatan
Antara kau dan aku..
Kita saling melukis cerita
Pada tiap lembar kehidupan
Mengisi milik satu sama lain
Lembarku padamu & lembarmu padaku..
Warna-warni kisah kita terukir begitu saja
Anggaplah ketidaksengajaan berbicara
Dan jika kita harus berpisah
Semoga ketidaksengajaan juga alasannya..
*Sentuhan Puisi #NS
#42 Kita Akhiri Saja
Aku berharap lembayung senja
Tak kembali hadir
Meski sekedar menyapa
Sebab itu akan menguapkan ketegaranku
Tembok yang ku bangun sendiri untuknya..
Segala tentangmu,, aku tak lagi peduli
Meski aku sangat ingin tahu
Tapi sepertinya itu percuma sekarang
Hanya akan menghancurlemburkan
Tembok pembatas antara kita..
Tak kembali hadir
Meski sekedar menyapa
Sebab itu akan menguapkan ketegaranku
Tembok yang ku bangun sendiri untuknya..
Tak berharap hujan kala senja
Tak ingin mengguncang dunia bersama
Saling melontar tawa yang mungkin semu
Sungguh ku tak ingin meski aku mungkar..
Segala tentangmu,, aku tak lagi peduli
Meski aku sangat ingin tahu
Tapi sepertinya itu percuma sekarang
Hanya akan menghancurlemburkan
Tembok pembatas antara kita..
Anggap kita tak pernah saling sapa
Menelan pahitnya waktu
Demi dapat saling melupakan
Kau dan aku,,
Kita akhiri saja...
*Sentuhan Puisi #NS
#41 Sajak-sajak Kita
Lihatlah,,
Sajak-sajak kita kian usang
Digerogoti rayap kebisuan
Terjamah oleh waktu yang berambisi..
Jika benar hanya seorang diri
Dayaku seakan melemah
Aku butuh ingatanmu
Untuk mengingat kembali akan saja-sajak kita..
Sajak-sajak kita kian usang
Digerogoti rayap kebisuan
Terjamah oleh waktu yang berambisi..
Patah-patah sajak kita mulai hilangAku tak lagi mampu mempertahankan
Terbuang atau sengaja dibuang
Menyisakan puing-puing kesunyian
Kemudian angin menghempasnya kencang..
Jika benar hanya seorang diri
Dayaku seakan melemah
Aku butuh ingatanmu
Untuk mengingat kembali akan saja-sajak kita..
*Sentuhan Puisi #NS
#40 Berhentilah
Ada kalanya rindu tak lagi penting
Ketika kekecewaan memenangkan pertarungan
Membakar habis kenangan manis
Mengubur puing-puing yang tersisa..
Kala kau bertingkah tak karuan
Seperti anak kecil merindukan mainan
Merengek-rengek ketagihan perhatian
Lalu menghilang hadirkan kekacauan..
Ketika kekecewaan memenangkan pertarungan
Membakar habis kenangan manis
Mengubur puing-puing yang tersisa..
Dengarkah jerit tangisku??
Bukan lagi menyebut namamu
Berharap kau datang dalam pelukan
Tapi jeritan penuh amarah & kebencian..
Kala kau bertingkah tak karuan
Seperti anak kecil merindukan mainan
Merengek-rengek ketagihan perhatian
Lalu menghilang hadirkan kekacauan..
Adakah kau gembira melakukannya
Sedang aku di sini dibalut kepanikan
Oleh sikapmu yang tak terartikan
Berhentilah,,
Jika kau tak inginkan aku menghilang..
*Sentuhan Puisi #NS
#39 Aku Mengalah
Aku menyerah pada kisah kita
Saat kita baru saja memulainya
Menyerah pada takdir yang bersuara
Tepat di tengah kecamuk lara..
Tak ada guna jalan terus
Sedang kita dihadapkan jalan buntu
Saling menuntut pengertian semu
Yang hanya jadi bayang-bayang pilu..
Saat kita baru saja memulainya
Menyerah pada takdir yang bersuara
Tepat di tengah kecamuk lara..
Jangan sangka aku kalah
Hanya saja aku mengalah
Mengalah pada keegoisan yang kian membara
Bagai selimut hangat kisah kita..
Tak ada guna jalan terus
Sedang kita dihadapkan jalan buntu
Saling menuntut pengertian semu
Yang hanya jadi bayang-bayang pilu..
Sakit dibuahi kekecewaan
Bagai parasit yang selalu setia
Jika kita putuskan untuk bersama
Maka, akhiri saja..
*Sentuhan Puisi #NS
#38 Lupakan Hujan dan Senja
Lupakan senja,, hujan dan apapun itu
Aku tak ingin kenangan selalu membawa kepedihan
Tak ingin apapun yang membuatku terus melayang
Tanpa mampu lagi untuk mencecah bumi..
Aku ingin terus berpijak dengan kakiku
Meski tak tahu selamanya aku mampu
Tapi biarlah,,
Biarkan aku merasakan sulitnya hidup
Tanpa belas kasih darimu..
Aku tak ingin kenangan selalu membawa kepedihan
Tak ingin apapun yang membuatku terus melayang
Tanpa mampu lagi untuk mencecah bumi..
Tanpa ingatan aku masih dapat hidup
Tertawa & menertawakan kehidupan
Menikmati betapa indahnya masa depan
Tanpa terus melayang dengan sayap kenangan..
Aku ingin terus berpijak dengan kakiku
Meski tak tahu selamanya aku mampu
Tapi biarlah,,
Biarkan aku merasakan sulitnya hidup
Tanpa belas kasih darimu..
*Sentuhan Puisi #NS
#37 Tak Selamanya Abadi
Adakah kita terus begini
Mengulum kata dalam sapa
Mengoyak luka kian menganga
Membentang jarak membela samudera..
Mungkin kita sudah tak lagi mengerti
Atau memang tak pernah pahami
Bahwa tak selamanya kita abadi
Selayaknya sahabat sejati..
Mengulum kata dalam sapa
Mengoyak luka kian menganga
Membentang jarak membela samudera..
Jika hari ini kita saling menyapa
Belum tentu esok lusa
Oleh sebab yang selalu misteri
Kita terus saja nikmati janji..
Mungkin kita sudah tak lagi mengerti
Atau memang tak pernah pahami
Bahwa tak selamanya kita abadi
Selayaknya sahabat sejati..
Namun lihatlah
Kita tak jua berubah
Meski luka nyaris setia
Sebab kita tak mampu bersama..
*Sentuhan Puisi #NS
#36 Takdir Berbicara
Kak,, kau percaya takdir??
Saat kita dipertemukan tak sengaja
Memadu kisah yang hanya dimengerti oleh kita
Hingga kedekatan sulit diduga
Jika kita tak lagi bersama
Jangan lupakan cerita kita
Meski sakit mengulum jiwa
Percayalah, takdir sudah berbicara..
Saat kita dipertemukan tak sengaja
Memadu kisah yang hanya dimengerti oleh kita
Hingga kedekatan sulit diduga
Bahkan saat kita terpisah
Rindu bagaikan denyut nadi
Setiap detaknya menyebut namamu
Melukis kenangan yang enggan menyemu
Jika kita tak lagi bersama
Jangan lupakan cerita kita
Meski sakit mengulum jiwa
Percayalah, takdir sudah berbicara..
*Sentuhan Puisi #NS
#35 Tetaplah Di Sini
Lama kian aku bergumul dengan kerinduan
Menapaki rasa yang tak jelas adanya
Bahkan nyaris tak terjelaskan
Bagai sayup-sayup angin membelai manja
Percayalah,,
Jika saat itu tiba
Aku tak benar inginkannya
Jangan dengarkan aku..
Menapaki rasa yang tak jelas adanya
Bahkan nyaris tak terjelaskan
Bagai sayup-sayup angin membelai manja
Berjanjilah,,
Takkan pergi meski sakit tak terperih
Sekalipun aku nyaris menjerit
Memintamu menghilang jauh dari hidupku..
Percayalah,,
Jika saat itu tiba
Aku tak benar inginkannya
Jangan dengarkan aku..
Tetaplah di sini
Atau jika kau telah pergi
Cepatlah kembali
Sebab hatiku nyaris meringkih
Menatap punggungmu kian menghilang
Bersama abu kerinduan..
*Sentuhan Puisi #NS
#34 Tak Saling Menyapa
Lihatlah,, betapa sepinya saat ini
Hanya detak jarum jam yang menemani
Dengan sedikit hembusan angin panas di luar
Menerpa abu-abu kesunyian..
Sedang di luar saling berisik
Akankah kita kembali menyatu??
Atau takkan pernah ada
Untaian cerita kita dulu..
Hanya detak jarum jam yang menemani
Dengan sedikit hembusan angin panas di luar
Menerpa abu-abu kesunyian..
Kala kita tak saling menyapa
Membentang jarak masing-masing
Tak satupun dari kita
Mencoba memulai sapa..
Sedang di luar saling berisik
Akankah kita kembali menyatu??
Atau takkan pernah ada
Untaian cerita kita dulu..
Lihatlah,, kala hujan turun menyapa senja
Atau kala senja termenung menanti hujan
Kita sama diam mengulum kata
Mencoba menekan perasaan ingin berjumpa
Menikmati sakit yang sama
Sepanjang usia kita terpisah..
*Sentuhan Puisi #NS
#33 Kisah Dalam Kiat Aksara
Kapan kita kembali melempar cerita
Seperti pepohonan menggugurkan daun saat kemarau
Bersama tiupan angin rindu membelai mesra
Beratap indahnya langit biru berpayung putihnya awan..
Jika hari ini kita dipertemukan
Lalu esok dipisahkan
Maka mari kita ulang di lusa
Agar berlanjut kisah kita dalam kiat aksara
Menembus realita dunia..
Seperti pepohonan menggugurkan daun saat kemarau
Bersama tiupan angin rindu membelai mesra
Beratap indahnya langit biru berpayung putihnya awan..
Meski pertemuan selalu menggandeng perpisahan
Namun tak perlu disesalkan
Kita dapat terus mengulangnya
Seperti siang dan malam silih berganti
Tak pernah putus hingga akhir..
Jika hari ini kita dipertemukan
Lalu esok dipisahkan
Maka mari kita ulang di lusa
Agar berlanjut kisah kita dalam kiat aksara
Menembus realita dunia..
*Sentuhan Puisi #NS
#32 Kita Saling Menyatu
Bawalah aku pergi
Kemana pun langkah menapaki bumi
Takkan jauh aku berjalan darimu
Takkan ku buat lagi jarak..
Jika kamu tak lagi sanggup
Biarkan aku yang mengejarmu
Tetap menapaki jejak yang sama
Apapun itu, yakinlah
Kita takkan lagi terpisah..
Kemana pun langkah menapaki bumi
Takkan jauh aku berjalan darimu
Takkan ku buat lagi jarak..
Ku tapaki jejakmu meski tak terlihat jejakku
Ku buat kita menyatu, penuh rasa
Benar hanya satu
Aku dan kamu
Kita saling menyatu..
Jika kamu tak lagi sanggup
Biarkan aku yang mengejarmu
Tetap menapaki jejak yang sama
Apapun itu, yakinlah
Kita takkan lagi terpisah..
*Sentuhan Puisi #NS
#31 Melupakan Kenangan
Adalah aku
Menghujani diriku dengan kesibukan
Menjajahnya tanpa ampun
Tak sedikitpun memberi waktu
Barang sejenak melepas lelah..
Takkan berhenti aku sebelum datang ketenangan
Jiwaku resah akan kenangan
Hingga kesibukan jadi jalan keluar
Demi merenggut satu mimpi
Melupakan kenangan...
Menghujani diriku dengan kesibukan
Menjajahnya tanpa ampun
Tak sedikitpun memberi waktu
Barang sejenak melepas lelah..
Tidak,, takkan mampu aku berdiam barang sedikitpun
Takkan membiarkan pikiranku melayang
Tak tahu arah tujuan
Sebab tak ingin ku singgahi kenangan
Meski lelah nyaris hentikan nafas..
Takkan berhenti aku sebelum datang ketenangan
Jiwaku resah akan kenangan
Hingga kesibukan jadi jalan keluar
Demi merenggut satu mimpi
Melupakan kenangan...
*Sentuhan Puisi #NS
#30 Kegelisahan Akan Senja
Sepertinya aku mulai membenci senja
Bagaimana ini??
Akankah hujan datang malam ini??
Sekedar melepas kegelisahan akan senja
Yang tergores sempurna saat petang..
Atau hujan sedekar pelepas dahaga hati
Yang muncul kala senja membentang
Sebab ku tahu
Senja seolah menghilang kala hujan..
Bagaimana ini??
Akankah hujan datang malam ini??
Sekedar melepas kegelisahan akan senja
Yang tergores sempurna saat petang..
Senja,, seolah muncul bersama kenangan
Terlalu sakit untuk dikenang
Namun terlalu indah untuk dilupakan
Adakah hari tanpa senja??
Atau hujan sedekar pelepas dahaga hati
Yang muncul kala senja membentang
Sebab ku tahu
Senja seolah menghilang kala hujan..
*Sentuhan Puisi #NS
Jumat, 11 April 2014
#29 Jangan Lupakan Aku
Adakah yang lebih sulit dari melupakan??
Menghapus puing-puing indahnya kenangan
Mencoba menerpa segala ingatan
Setiap langkah ku coba sibukkan..
Lewat goresan jingga senja
Dari balik celah tak berkata
Seolah menyorot sengaja
Memintaku menatap indahnya..
Menghapus puing-puing indahnya kenangan
Mencoba menerpa segala ingatan
Setiap langkah ku coba sibukkan..
Namun lihatlah
Saat aku nyaris melupakan
Saat senyum kembali terurai mesra
Saat itulah bayangmu kembali melintas..
Lewat goresan jingga senja
Dari balik celah tak berkata
Seolah menyorot sengaja
Memintaku menatap indahnya..
Saat itulah
Wahai pencinta senja
Aku seakan melihat sosokmu di sana
Seolah berkata-kata
'Jangan Lupakan Aku'
*Sentuhan Puisi #NS
#28 Awan Kerinduan
Bagaimana ini??
Aku bak hujan yang menanti rinainya
Lemah selemahnya untuk bertahan
Dalam badai kerinduan yang tak semestinya..
Aku menjerit kian keras
Namun tak ada yang mendengar
Aku mungkin tak peduli
Bahkan saat aku nyaris mati
Terkungkung awan kerinduan..
Aku bak hujan yang menanti rinainya
Lemah selemahnya untuk bertahan
Dalam badai kerinduan yang tak semestinya..
Adakah aku terjerat emosi??
Menghujam tepat di ujung nadi
Nyaris membuatku lumpuh kini
Tak mampu basahi keringnya bumi..
Aku menjerit kian keras
Namun tak ada yang mendengar
Aku mungkin tak peduli
Bahkan saat aku nyaris mati
Terkungkung awan kerinduan..
*Sentuhan Puisi #NS
#27 Kenyataan yang Menyiksa
Lama aku mencoba menepis
Bayang-bayang ucapanmu yang kian melekat
Nyaris memekik telinga
Memecah bahkan meledakkan kepala..
Ucapanmu
Dapatkah kau tarik kembali??
Tetap dalam senyum palsumu
Juga topeng kebaikan yang selama ini kau toreh..
Bayang-bayang ucapanmu yang kian melekat
Nyaris memekik telinga
Memecah bahkan meledakkan kepala..
Aku tahu
Jujur adalah hal tersulit bahkan nyaris sakit
Tapi apalah daya
Aku tak menyangka akan sesakit ini..
Ucapanmu
Dapatkah kau tarik kembali??
Tetap dalam senyum palsumu
Juga topeng kebaikan yang selama ini kau toreh..
Tapi sepertinya percuma
Semua jelas terungkap
Dan akibatnya, lihatlah aku
Nyaris remuk tak berdaya
Menghadang kenyataan yang teramat menyiksa..
*Sentuhan Puisi #NS
#26 Aku Dapat Melupakan
Aku mulai mengantuk, kawan
Aku seakan tidur panjang
Mataku kian meminta ampun
Nyaris tak sadarkan..
Semuanya seakan berubah
Sejak ku tahu tawamu palsu
Sepalsu dirimu yang ternyata mengecewakan
Melukai indahnya persahabatan kita..
Hingga obat penenang menjadi sahabat
Menggantikan sosokmu kini
Biarkan aku terlelap
Karena hanya dengan begitu
Aku dapat melupakan..
Aku seakan tidur panjang
Mataku kian meminta ampun
Nyaris tak sadarkan..
Tak seperti biasanya, kawan
Mataku yang selalu terjaga
Saat kita mulai mengumbar cerita
Tertawa bersama sedikit berbagi bahagia..
Semuanya seakan berubah
Sejak ku tahu tawamu palsu
Sepalsu dirimu yang ternyata mengecewakan
Melukai indahnya persahabatan kita..
Aku nyaris tak mampu lupakan
Sekedar mencari ketenangan
Bayang-bayang kejadian itu
Kian lama kian melekat..
Hingga obat penenang menjadi sahabat
Menggantikan sosokmu kini
Biarkan aku terlelap
Karena hanya dengan begitu
Aku dapat melupakan..
*Sentuhan Puisi #NS
#25 Mengharap Kau Kembali
Biarkan aku mengungkap jujur
Satu hal yang selama ini ku pungkiri
Kali ini, sungguh kali ini aku tak sanggup
Menahan rasa yang kian meletup..
Dengarkanlah dengan hatimu
Tentu kau akan tahu
Maksud hati yang selama ini menganggung perih
Hanya untuk mengharap kau kembali..
Satu hal yang selama ini ku pungkiri
Kali ini, sungguh kali ini aku tak sanggup
Menahan rasa yang kian meletup..
Masihkah kau tak mengerti??
Isyarat hati yang terperih
Masih haruskah aku berteriak??
Hingga setiap telinga mendengar..
Dengarkanlah dengan hatimu
Tentu kau akan tahu
Maksud hati yang selama ini menganggung perih
Hanya untuk mengharap kau kembali..
*Sentuhan Puisi #NS
#24 Aku Lelah
Kak, aku lelah
Akhir-akhir ini aku mudah melemah
Tak tahu kemana daya yang ada
Mungkin mereka juga lelah denganku yang berulah..
Ini membuatku membisu
Menjadikan jarak sebagai tempat berteduh
Mencoba menekan sendiri tiap tusukan
Lalu kembali dengan penuh kesembunyian..
Akhir-akhir ini aku mudah melemah
Tak tahu kemana daya yang ada
Mungkin mereka juga lelah denganku yang berulah..
Bukan hanya lahir
Melainkan juga batin
Lelah tubuh, ku tahu obatnya
Tapi qalbu, kemana kucari penyembuh..
Ini membuatku membisu
Menjadikan jarak sebagai tempat berteduh
Mencoba menekan sendiri tiap tusukan
Lalu kembali dengan penuh kesembunyian..
*Sentuhan Puisi #NS
#23 Jangan paksa Aku Mengumpar Kata
Jangan paksa aku mengumpar kata
Mulutku telah terkunci rapat sejak lama
Mengulum setiap jejak cerita
Membiasakannya tak mampu mengungkap rasa..
Biarkan tabirku tertutup rapat
Hanya tatap dan nikmati dari yang terlihat
Dengan begitu kita akan tetap melekat
Sebab kau akan tahu tanpa harus memaksa urat..
Mulutku telah terkunci rapat sejak lama
Mengulum setiap jejak cerita
Membiasakannya tak mampu mengungkap rasa..
Jangan Pernah tanyakan mengapa
Sebab hanya akan membuang tenaga
Bahkan putaran waktu tak cukup membantu
Tak akan ada jawaban dari manapun dan siapapun..
Biarkan tabirku tertutup rapat
Hanya tatap dan nikmati dari yang terlihat
Dengan begitu kita akan tetap melekat
Sebab kau akan tahu tanpa harus memaksa urat..
*Sentuhan Puisi #NS
#22 Arti Kesibukan
Kau tahu arti kesibukan??
Mungkin benar menyimpan serpiha-serpihan kegiatan
Hingga hanya menelurkan jenuh
Tapi bagiku bukan hanya itu..
Dia candu bagi yang dilanda patah hati
Bermain di dunia batin tanpa logika
Mengubur kenanganmu perlahan
Jika tak percaya, kau coba rasakan
Sensasinya membuatmu tenggelam..
Mungkin benar menyimpan serpiha-serpihan kegiatan
Hingga hanya menelurkan jenuh
Tapi bagiku bukan hanya itu..
Kesibukan serupa obat
Mengalahkan waktu jika tak mampu berbuat
Sebab jika kau menyandingnya
Ia akan mengisap habis ingatanmu
Sehingga hanya bertuju padanya..
Dia candu bagi yang dilanda patah hati
Bermain di dunia batin tanpa logika
Mengubur kenanganmu perlahan
Jika tak percaya, kau coba rasakan
Sensasinya membuatmu tenggelam..
*Sentuhan Puisi #NS
#21 Mimpi yang Terukir
Ketika mimpi terukir di lembaran hati
Berlumur lewat tinta ambisi
Tersimpan rapat tersembunyi
Sejak saat itulah tekad merajai..
Namun sebaliknya,,
Bersiap merasakan cekik seumpama pelik
Mengoyaknya habis dengan peluru obesesi
Namun tenang, ia tak sampai membunuhmu..
Berlumur lewat tinta ambisi
Tersimpan rapat tersembunyi
Sejak saat itulah tekad merajai..
Kala tiba waktunya meledak
Tak mampu empunya menghendaki
Jika semburan tepat sasaran
Maka selamat senyum puas..
Namun sebaliknya,,
Bersiap merasakan cekik seumpama pelik
Mengoyaknya habis dengan peluru obesesi
Namun tenang, ia tak sampai membunuhmu..
*Sentuhan Puisi #NS
#20 Menyimpan Misteri
Takdir masih saja menyimpan misteri
Ketika kita dipertemukan
Lalu berujung perpisahan
Bergulir begitu saja..
Efeknya juga bak rahasia
Senang, sedih, haru, marah, kecewa
Kadang berjalan sendiri-sendiri
Atau menyatu jadi satu
Bukankah semuanya seakan misteri??
Ketika kita dipertemukan
Lalu berujung perpisahan
Bergulir begitu saja..
Semua yang kita alami juga sama
Tak pernah terduga sebelumnya
Mengalir bagai air yang bercerita
Kadang menenangkan namun tak jarang bergelombang..
Efeknya juga bak rahasia
Senang, sedih, haru, marah, kecewa
Kadang berjalan sendiri-sendiri
Atau menyatu jadi satu
Bukankah semuanya seakan misteri??
*Sentuhan Puisi #NS
#19 Luka Tak Terjelaskan
Kau ajarkan aku kepalsuan
Saat ku pinta kenyataan
Kau ajarkan aku kejujuran
Saat ku pinta kenaifan..
Lupakan saja tiap lembar cerita
Juga mimpi-mimpi yang seakan menghadang
Jika sang ego masih dikedepankan
Sebab itu hanya akan menuai luka tak terjelaskan..
Saat ku pinta kenyataan
Kau ajarkan aku kejujuran
Saat ku pinta kenaifan..
Jangan salahkan perbedaan
Jika kita tak juga menyatu
Hanya keegoisan yang dipuja selalu
Membuat kita lupa 'tuntutan' bukanlah nomor satu..
Lupakan saja tiap lembar cerita
Juga mimpi-mimpi yang seakan menghadang
Jika sang ego masih dikedepankan
Sebab itu hanya akan menuai luka tak terjelaskan..
*Sentuhan Puisi #NS
Kamis, 23 Januari 2014
#18 Angin Kepalsuan
Aku tak pinta angin menyadarkan
Membuka mata di setiap hembusan
Terlebih logika yang lebih dulu terkalahkan
Sebab kapal kita telah lama karam...
Lalu kita terbuai keindahan bawah sadar
Terhempas angin kesibukan kian menghadang
Atau mungkin juga angin kepalsuan
Sedang kita kian terbang berlawanan...
Membuka mata di setiap hembusan
Terlebih logika yang lebih dulu terkalahkan
Sebab kapal kita telah lama karam...
Angin masih saja bertiup kencang
Menuju arah yang berlawanan
Mengajak kita terbang melayang
Melupakan resah mengubur kenangan...
Lalu kita terbuai keindahan bawah sadar
Terhempas angin kesibukan kian menghadang
Atau mungkin juga angin kepalsuan
Sedang kita kian terbang berlawanan...
*Sentuhan Puisi #NS
#17 Takut Kehilangan
Pernahkah merasakan ini?
Seperti ada yang ingin meledak
Tepat di titik vital jantung
Semakin kau menekannya kuat
Semakin tajam rasa ini menusukmu...
Saat itulah aku merasakn sakit teramat
Adakah ini rasa baru?
Atau memang takut kehilangan?
Bantu Aku temukan jawaban...
Seperti ada yang ingin meledak
Tepat di titik vital jantung
Semakin kau menekannya kuat
Semakin tajam rasa ini menusukmu...
Seperti saat ini
Ketika Aku merasa akan kehilangan
Kehilangan orang-orang yang ku sayang
Bahkan saat mereka benar-benar sedang di dekatku
Merangkul dan memelukku erat...
Saat itulah aku merasakn sakit teramat
Adakah ini rasa baru?
Atau memang takut kehilangan?
Bantu Aku temukan jawaban...
*Sentuhan Puisi #NS
#16 Tak Mampu Mengungkap Kata
Bagaimana ini?
Seperti hujan tanpa rintiknya
Tak mampu ku ungkap kata
Hanya gejolak jiwa kian membara...
Bumbu rasa menjadi satuBeradu menuai amuk tak terjelaskanMembungkam mulutku begitu kuatTak butuh waktu lama...
Jiwaku seakan meledak segera
Tak tahu bagaimana cara menahannya
Hingga sakit teramat menancap erat
Tepat di titik jantung terdalam
Membawa jiwaku melayang atau mungkin sudah tamat...
*Sentuhan Puisi #NS
#15 Apa Kabarmu?
Apa kabarmu di sana?
Sudah lama tak saling sapa
Mengumbar sandiwara lama
Yang hanya dimengerti oleh kita...
Masih adakah cerita itu?
Sedang kita telah lama meninggalkannya
Atau mungkin sudah lupa
Sebab jarak membentak samudera...
Sudah lama tak saling sapa
Mengumbar sandiwara lama
Yang hanya dimengerti oleh kita...
Masih ingatkah kisah lalu?
Saat kita menoreh cerita
Berlakon sesukanya
Di panggung kehidupan nyata...
Masih adakah cerita itu?
Sedang kita telah lama meninggalkannya
Atau mungkin sudah lupa
Sebab jarak membentak samudera...
*Sentuhan Puisi #NS
#14 Maafkanlah
Jika hari ini Aku menghilang
Bukan berarti Aku melupakan
Laksana mendung di langit malam
Tak berarti hujan menghadang...
Maaf jika kau menggenggam resah
Bukan maksud menebar kecewa
Apalagi membuatmu mengulum amarah
Maka, maafkanlah...
Bukan berarti Aku melupakan
Laksana mendung di langit malam
Tak berarti hujan menghadang...
Aku pergi bukan untuk meninggalkan
Bukan pula ingin mempermainkan
Namun mencari jejak ketenangan
Berharap temukan secercah jawaban...
Maaf jika kau menggenggam resah
Bukan maksud menebar kecewa
Apalagi membuatmu mengulum amarah
Maka, maafkanlah...
*Sentuhan Puisi #NS
#13 Jangan Paksa Aku Bercerita
Jangan paksa Aku bercerita
Jika jiwaku tak di sana
Mengumbar kata hanya sia-sia
Jika bukan pada waktu semestinya...
Itu semua tiada guna
Aku sebagaimana Aku
Bukan kamu ataupun dia
Masihkah kamu memaksa?
Jika jiwaku tak di sana
Mengumbar kata hanya sia-sia
Jika bukan pada waktu semestinya...
Meski kau terus mengaduh
Mengupayakan jerih payah
Mengobarkan seluruh ambisi
Hingga memancing keluh kesah...
Itu semua tiada guna
Aku sebagaimana Aku
Bukan kamu ataupun dia
Masihkah kamu memaksa?
*Sentuhan Puisi #NS
#12 Kisah Senandung Rindu
Pergilah ke manapun inginmu
Biarlah kaki melangkah pelan
Terlebih jika ia ingin berlari
Meninggalkan semua kisah suram...
Ia akan membawamu pada duniamu
Kehidupan tanpa sandiwara lalu
Melukis indah pada lembar baru
Menciptakan kisah senandung rindu...
Biarlah kaki melangkah pelan
Terlebih jika ia ingin berlari
Meninggalkan semua kisah suram...
Hatimu,
Percayalah padanya
Dia lebih mengerti kamu tiap sisinya
Takkan berbohong sekalipun kau pinta
Dengarkanlah bisiknya penuh nada cinta...
Ia akan membawamu pada duniamu
Kehidupan tanpa sandiwara lalu
Melukis indah pada lembar baru
Menciptakan kisah senandung rindu...
*Sentuhan Puisi #NS
#11 Kau Telah Pergi
Entah apa arti rasa ini
Seperti hujan kehilangan rinainya
Juga senja tanpa kilau jingganya
Saat kau tak lagi di sini...
Aku jelas mendengar suara kecil itu
Di balik relung-relung tak terjangkau
Bisikannya katakan kau telah pergi
Bahkan suara itu tak terkalahkan oleh waktu
Hingga berhasil meyakinkanku
Bahwa kau benar-benar telah pergi...
Seperti hujan kehilangan rinainya
Juga senja tanpa kilau jingganya
Saat kau tak lagi di sini...
Sesuatu seperti menghujam jantungku
Mengoyaknya habis tanpa ampun
Lalu membiarkannya bercerai berai
Dan jiwaku mati perlahan...
Aku jelas mendengar suara kecil itu
Di balik relung-relung tak terjangkau
Bisikannya katakan kau telah pergi
Bahkan suara itu tak terkalahkan oleh waktu
Hingga berhasil meyakinkanku
Bahwa kau benar-benar telah pergi...
*Sentuhan Puisi #NS
#10 Hujan
Hujan..
Kali ini ia kembali menyapa
Saat kita tak saling bersama
Menggantikan sosokmu yang entah dimana...
Kata hujan, ia berbahagia
Saat satu persatu rinainya menerpa
Serupa melodi indah nan merdu
Membawa jiwa-jiwa terbang merindu
Hujan..
Entah sejak kapan Aku mulai menyukainya
Bagai rahmat yang selalu ku nanti
Mengupas tuntas gundah di hati
Bersama hujan hidup seakan tentram sejati..
Kali ini ia kembali menyapa
Saat kita tak saling bersama
Menggantikan sosokmu yang entah dimana...
Kata hujan, ia berbahagia
Saat satu persatu rinainya menerpa
Serupa melodi indah nan merdu
Membawa jiwa-jiwa terbang merindu
Hujan..
Entah sejak kapan Aku mulai menyukainya
Bagai rahmat yang selalu ku nanti
Mengupas tuntas gundah di hati
Bersama hujan hidup seakan tentram sejati..
*Sentuhan Puisi #NS
#9 Mengenang atau Melupakan
Bisakah kamu rasakan
Hadirmu mengoyak renungan
Meluluhlantahkan angan
Membongkar semua kenangan...
Betapa kamu selalu terlintas
Membuyar lamunan hangat
Di tiap tembok pembatas
Antara mengenang atau melupakan...
Lihatlah ulahmu
Betapa kamu membuatku tersayat semu
Oleh tajamnya pedang rindu
Hingga tak mampu lagi menahan
Derasnya darah demi melupakanmu...
Hadirmu mengoyak renungan
Meluluhlantahkan angan
Membongkar semua kenangan...
Betapa kamu selalu terlintas
Membuyar lamunan hangat
Di tiap tembok pembatas
Antara mengenang atau melupakan...
Lihatlah ulahmu
Betapa kamu membuatku tersayat semu
Oleh tajamnya pedang rindu
Hingga tak mampu lagi menahan
Derasnya darah demi melupakanmu...
*Sentuhan Puisi #NS
#8 Kisah Air
Tak bisakah kisah kita serupa air?
Jatuh dan meresap ke seluruh jiwa
Mengalir tenang bersama angan
Menyentuh keringnya kemarau semalam...
Tak perlu memaksanya
Ia akan datang pada jiwa-jiwa kosong
Mengisinya penuh kesejukan
Hingga ketenangan tak mampu terelakkan...
Tetesannya bagai candu yang menagihkan
Derasnya sungguh menghanyutkan
Kamu tinggal pilih, memaksa atau membiarkan
Sebab ia punya takdir hidupnya...
*Sentuhan Puisi #NS
#7 Aku Tak Akan Pergi Jauh
Jika aku menghilang jauh
Tak bisakah kau mencariku?
Atau sekedar menunggu
Kembaliku mengumbar rindu...
Atau memang kau tak inginkanku?
Hadir di sini mengupas sendu
Bermain dalam rinai jiwa yang kian menyatu
Membongkar habis hidupmu dengan warnaku...
Jika benar tak ingin hadirku
Jangan pernah menungguku
Terlebih memanggilku kembali
Dalam dekap pelukmu...
Namun jika tak demikian
Tetaplah di sini menanti kembaliku
Pejamkan matamu dan rasakan hadirku
Sebab Aku takkan pergi jauh...
Tak bisakah kau mencariku?
Atau sekedar menunggu
Kembaliku mengumbar rindu...
Atau memang kau tak inginkanku?
Hadir di sini mengupas sendu
Bermain dalam rinai jiwa yang kian menyatu
Membongkar habis hidupmu dengan warnaku...
Jika benar tak ingin hadirku
Jangan pernah menungguku
Terlebih memanggilku kembali
Dalam dekap pelukmu...
Namun jika tak demikian
Tetaplah di sini menanti kembaliku
Pejamkan matamu dan rasakan hadirku
Sebab Aku takkan pergi jauh...
*Sentuhan Puisi #NS
#6 Kau Bukan Senja
Kau bukan senja
Bahkan juga tak serupa
Sebab kau dan senja berbeda
Tak sekalipun ketemui persamaan...
Lihatlah,
Senja selalu hadir bergulir
Takdirnya jelas terukir
Tanpa diminta, petang selalu membawanya hadir...
Sedang kau
Datang dan pergi sesukamu
Menggores rindu yang kian menyemu
Penuh teka-teki yang sulit dimengerti maumu
Kau dan senja,
Kalian tak satu...
Bahkan juga tak serupa
Sebab kau dan senja berbeda
Tak sekalipun ketemui persamaan...
Lihatlah,
Senja selalu hadir bergulir
Takdirnya jelas terukir
Tanpa diminta, petang selalu membawanya hadir...
Sedang kau
Datang dan pergi sesukamu
Menggores rindu yang kian menyemu
Penuh teka-teki yang sulit dimengerti maumu
Kau dan senja,
Kalian tak satu...
*Sentuhan Puisi #NS
#5 Rindu Membelah Nadi
Betapapun kita terluka
Saat kata terlontar dosa
Atau tingkah di luar logika
Kita hanyalah manusia biasa...
Seharusnya kita saling mengerti
Kelebihan dan kekurangan adalah kodrati
Tergantung bagaimana kita menanggapi
Ini hidup penuh misteri...
Tak seharusnya kita membentang jarak
Setelah sekian lama menutup komunikasi
Adakah kita harus memuja gengsi?
Padahal tak sanggup lagi memungkiri
Bahwa rindu nyaris membelah nadi...
Saat kata terlontar dosa
Atau tingkah di luar logika
Kita hanyalah manusia biasa...
Seharusnya kita saling mengerti
Kelebihan dan kekurangan adalah kodrati
Tergantung bagaimana kita menanggapi
Ini hidup penuh misteri...
Tak seharusnya kita membentang jarak
Setelah sekian lama menutup komunikasi
Adakah kita harus memuja gengsi?
Padahal tak sanggup lagi memungkiri
Bahwa rindu nyaris membelah nadi...
*Sentuhan Puisi #NS
#4 Hujan Kala Senja
Sejak saat itu
Saat Aku bermain dengan hujan kala senja
Aku tersadar
Senja tak indah kala hujan menghampiri...
Aku terdiam
Tak mampu berkutik menatap kenyataan
Hujan, buatku selalu bahagia
Tapi tidak dengan senja...
Kau terluka, senja
Keindahanmu terkalahkan oleh rinai hujan
Mungkin lebih baik hujan dan senja tak bersama
Agar senja tetap indah di mata pecintanya...
Saat Aku bermain dengan hujan kala senja
Aku tersadar
Senja tak indah kala hujan menghampiri...
Aku terdiam
Tak mampu berkutik menatap kenyataan
Hujan, buatku selalu bahagia
Tapi tidak dengan senja...
Kau terluka, senja
Keindahanmu terkalahkan oleh rinai hujan
Mungkin lebih baik hujan dan senja tak bersama
Agar senja tetap indah di mata pecintanya...
*Sentuhan Puisi #NS
#3 Ikatan Tak Terjelaskan
Ada hal yang tak dapat terungkap
Saat kita tak lagi saling menatap
Terlebih tak saling berucap
Hanya mampu mengenang kisah tak beratap...
Kita sama sadari
Kerinduan kian kejam menancap
Namun gengsi terlanjur menular
Hingga tak satupun dari kita
Mencoba memulai sapa...
Adakah kita terus bertahan
Berpura-pura tak saling mengenal
Mencoba Menghapus kenangan
Yang kian membusuk oleh kerinduan...
Tak peduli apapun yang terjadi saat ini
Semarak apapun emosi di relung hati
Ingatlah kita pernah menyatu
Dalam ikatan tak terjelaskan..
Saat kita tak lagi saling menatap
Terlebih tak saling berucap
Hanya mampu mengenang kisah tak beratap...
Kita sama sadari
Kerinduan kian kejam menancap
Namun gengsi terlanjur menular
Hingga tak satupun dari kita
Mencoba memulai sapa...
Adakah kita terus bertahan
Berpura-pura tak saling mengenal
Mencoba Menghapus kenangan
Yang kian membusuk oleh kerinduan...
Tak peduli apapun yang terjadi saat ini
Semarak apapun emosi di relung hati
Ingatlah kita pernah menyatu
Dalam ikatan tak terjelaskan..
*Sentuhan Puisi #NS
#2 Hipnotis Terhebat
Sejak kita mulai beradu kata
Saat itulah aku pikir aku sudah gila
Bagaimana tidak,
Kau hanya ilusi berbayang semu
Berwujud namun tak nyata
Berbalut kemesraan yang juga semu
Nyaris membentuk kenangan tak terlupakan...
Kau tahu,
Kau adalah penghipnotis terhebat
Menyulapku tak mampu berpaling
Bahkan ketika aku benar-benar sadar...
Tubuhku,
Benar milikku
Namun jiwaku terpaut erat padamu
Dan kini aku menyadari
Bahwa aku benar-benar sudah gila
Bila karenamu yang semu
Kau hanya bayang belaka...
Saat itulah aku pikir aku sudah gila
Bagaimana tidak,
Kau hanya ilusi berbayang semu
Berwujud namun tak nyata
Berbalut kemesraan yang juga semu
Nyaris membentuk kenangan tak terlupakan...
Kau tahu,
Kau adalah penghipnotis terhebat
Menyulapku tak mampu berpaling
Bahkan ketika aku benar-benar sadar...
Tubuhku,
Benar milikku
Namun jiwaku terpaut erat padamu
Dan kini aku menyadari
Bahwa aku benar-benar sudah gila
Bila karenamu yang semu
Kau hanya bayang belaka...
*Sentuhan Puisi #NS
#1 Kita Tetap Sahabat
Adakah yang lebih indah dari kisah kita
Beradu dengan hembusan angin
Menciptakan sendiri cerita kita
Di bawah rinai hujan kala senja...
Perpisahan menyatukan kita
Saat kita merenggangkan pelukan
Saat genggaman saling terlepas
Juga mata yang tak mampu lagi saling menatap
Saat itulah kita mulai menyatu...
Bukan tubuh kita,
tetapi hati kita
Menyatu dalam diam
Menikmati sentuhan lembut masing-masing
Dan hingga kini, apapun yang terjadi
Kita tetaplah sahabat...
Beradu dengan hembusan angin
Menciptakan sendiri cerita kita
Di bawah rinai hujan kala senja...
Perpisahan menyatukan kita
Saat kita merenggangkan pelukan
Saat genggaman saling terlepas
Juga mata yang tak mampu lagi saling menatap
Saat itulah kita mulai menyatu...
Bukan tubuh kita,
tetapi hati kita
Menyatu dalam diam
Menikmati sentuhan lembut masing-masing
Dan hingga kini, apapun yang terjadi
Kita tetaplah sahabat...
*Sentuhan Puisi #NS
Langganan:
Postingan (Atom)
MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa
Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...
-
Prof. Dr. Sapto Haryoko, M. Pd. (Guru Besar FT UNM dan Rektor STMIK AKBA Makassar) “ Dalam hidup selalu ada planning . Saya memi...
-
“Menjadi diri sendiri dan tidak pernah menyerah”. D emikian motto hidup dari Yunita Haruna mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Bah...
-
Jane & Pacar hariannya Aku mau ketawa dulu.. Hahahaha... Tahu ga teman-teman. Kalau ga tahu, makanya Jane mau kasih tahu nih. Jan...