Kamis, 26 April 2012

Robotron UNM Tetap Berkarya dalam Kemandirian


13354938931501668219
DEWASA ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Bukan hanya dari alat komunikasi, namun juga merambah dunia robotik. Perkembangan itu juga dirasakan di Indonesia. Banyak orang berlomba-lomba membuat komunitas robot. Di Universitas Negeri Makassar (UNM) sendiri terdapat sebuah komunitas robot yang dikenal dengan nama Robotron Elektronika UNM.
Robotron berdiri sejak tahun 2007 silam. Berawal dari kisah Hendra Jaya, Dosen Elektronika Fakultas Teknik (FT) UNM yang sedang mengajar mata kuliah Elektronika Digital. Hendra berpikir akan diaplikasikan kemana nantinya mata kuliah yang dia bawakan. Mahasiswa eksponen 2000 ini mendapatkan ide dan termotivasi untuk membuat tim robot. Saat itulah dia bersama Yasser A. Djawad serta rekan-rekannya membuat tim yang saat ini dikenal dengan nama Robotron UNM. Dan saat itu juga untuk tim ini mulai mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
13354947381012420624
Crew Robotron Mempersiapkan Robot untuk Kontes
Sebagai pendiri Robotron UNM, Hendra ingin tim ini tidak hanya berprestasi sampai di sini saja. Tapi akan ada regenerasi selanjutnya. Sejak berdirinya Robotron UNM, sudah ada empat regenerasi kepengurusan yakni ketua pertama yakni Muhammad Akil (2006), menyusul Syahrul (2007), Ardillah (2007) dan Faturrahman (2009).
Kegiatan robot yang ada sekarang ini juga tidak terlepas dari adanya Workshop Robot pertengahan tahun 2007 yang diprakarsai oleh Sabran, dosen sekaligus sekretaris Jurusan Elektronika. Materi robot dalam workshop tersebut ada tiga bagian yaitu mekanik oleh Hendra Jaya, hardware oleh Sabran, dan software oleh Yasser A.Djawad.
1335495044445879800
Hasil dari workshop itu menghasilkan lima robot Line Follower yang diikut sertakan pada Celebes Robot Contest (CRC) di akhir 2007 dan saat itu berhasil mendapat juara keempat. Pada kontes CRC 2008 tim ini berhasil mendapat peringkat kedua dan ketiga. Selanjutnya Robotron UNM mengikuti perlombaan KRI  dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) di Surabaya dan perlombaan Robot Line Follewer di Jogjakarta. Tahun 2009 mengikuti perlombaan robot nasional yang diadakan oleh Politeknik Ujungpandang dan Robotron mendapat Juara Pertama.
Di bawah naungan Himpunan Elektronika (Himanika), tim yang  beranggotakan 46 orang ini sangatlah mandiri. Anggotanya tetap ikut berlomba meski kondisi keuangan tidak memadai. Tapi, bermodalkan tekad, semangat dan dukungan dari tim dan orang-orang di sekitarnya, Robotron mampu membawa nama baik UNM. Robotron tidak mau berhenti untuk berkarya. Makanya, setiap ada undangan mengikuti lomba, Robotron selalu memanfaatkan kesempatan itu.
Mantan ketua Robotron UNM, Ardillah punya inovasi robot terbaru. Robotron tidak lagi menggunakan rangkaian biasa dalam menjalankan programnya. Kini, anggota tim menggunakan bantuan LCD. Bantuan LCD ini akan lebih memudahkan para pengguna robot dalam menjalankan robot-robotnya. (NJA)

Sabtu, 21 April 2012

Mahasiswa Pinrang Desak Poltabes Makassar


Diskusi Mahasiswa dengan Pihak Kepolisian

Kesedihan masih tampak di wajah para kerabat dan keluarga korban pengeroyokan oleh gang motor, Sabtu (14/04) lalu. Mereka tidak tinggal diam dengan kejadian yang dialami kerabat mereka. Hingga mereka yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pinrang mendatangi Kantor Poltabes Makassar Jalan Ahmad Yani (21/04). Mereka kembali mendesak pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus pengeroyokan yang menewaskan teman mereka Ibrahim Syamsari (21 Tahun) oleh gang motor.

Mahasiswa  mendengar kabar bahwa 5 dari pelaku pengerokan yang menewaskan teman mereka itu ditangguhkan oleh pihak kepolisian. Hingga para mahasiswa Pinrang ini datang untuk meminta keterangan polisi terkait isu yang beredar ini. namun, pihak kepolisian membantah adanya 5 pelaku yang ditangguhkan tersebut. “Berita tersebut tidak benar, apa yang diisukan sama sekali tidak benar,” ungkap Wakapolsek Makasaar.

Menurut pihak kepolisian, hingga saat ini terdapat 7 pelaku pengeroyokan yang sudah ditahan di kantor polisi. Sedangkan 8 orang lainnya masih dalam proses pencarian, dan 3 di antaranya dipastikan sebagai tersangka. Sampai saai ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menjanjikan akan segera menyelesaikan kasus ini hingga satu minggu ke  depan. Pihak kepolisian juga meminta waktu dan kesempatan kepada teman dan keluarga korban untuk fokus dalam menuntaskan masalah ini (NJA).

Minggu, 01 April 2012

KPMP Cabang Duampanua Gelar Musyawarah Cabang

Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP) Cabang Duampanua menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) KPMP Cabang Duampanua Periode 2010-2012. Musyawarah ini dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum KPMP Cabang Periode 2012-2014.
Musyawarah yang digelar 30 Maret hingga 1 April ini berpusat di Benteng Sumba Opu Rumah Adat Pinrang ini dihadiri sekitar 400 warga Pinrang dari berbagai institut/universitas di Makassar.
Bertemaan “Eksistensi KPMP Cabang Duampanua Mewujudkan Cita-cita lembaga dalam Menjawab Kebutuhan Masyarakat,” diharapkan agar lembaga ini bisa menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Hal tersebut diungkapkan langung oleh Steering Committe, Asrul Sani. “Dengan adanya muscab ini, semua pelajar dan mahasiswa asal Pinrang yang terhimpun dalam komunitas ini bisa mengeksplaorasi bakat-bakat mereka dan bisa berpartisipasi aktif dalam masyarakat khususnya untuk Kecamatan Duampanua,” ujar mahasiswa UNM ini.
Dalam pemilihan ketua umum ada empat kandidat yakni Kamaluddin dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muhammad Asri dari Universitas Negeri Makasaar (UNM), Zainal Tamrin dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Idrus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Keempat kandidat tersebut harus melewati tahap uji kriteria untuk menjadi ketua umum. Adapun kriterianya yakni bersedia untuk menjadi ketua umum, tidak sedang dijatuhi sanksi organisasi, tidak terlibat dalam kepengurusan politik, tidak sedang diperpanjang masa jabatannya sebagai pengurus, sehat jasmani dan rohani, tidak menjabat sebagai presidium sidang di organisasi lain dan tidak rangkap jabatan, menyampaikan visi dan misinya.
Setelah mengikuti pemumutan suara, akhirnya Idrus dari UIN Alauddin Makassar berhasil memenangkan pemilihan ini dengan mendapat suara paling banyak yakni 143 suara dari 247 suara. “Setiap orang yang terpilih pasti bahagia dan say berterima kasih kepada teman mahasiswa yang telah memebrikan kepercayaan dan harapan kepada saya untuk menjadikan lembaga ini lebih baik,”ungkap mahasiswa eksponen 2008 ini.
Idrus mengatakan bahwa diawal kepengurusannya pihaknya akan lebih fokus ke daerah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat Duampanua. Selain itu, lanjutnya, Indrus akan mencoba menanamkan kesadaran kepada mahasiswa untuk menyadari dan menindaklanjuti setiap hal-hal yang dianggap mampu mensejahterahkan kehidupan masyarakat dengan menjawab kebutuhan masyarakat. (Nurjanna Jamaluddin)

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...