Sore
ini aku ada janjian dengan salah satu seniorku. Dia sudah seperti kakakku
sendiri. Dia mengajakku menemaninya ke Fort Rotterdam. Katanya dia mau ketemu
dengan temannya di sana. Dia malu-malu kalau harus sendiri. Aku pun menemaninya
ke sana, sekalian jalan-jalan dan cari udara segar.
Kami
memutuskan menaiki angkutan kota alias
“pete-pete”. Untuk pertama kalinya kami bepergian bersama tidak mengendarai
motor. Soalnya, “Gugun” lagi bersama
adikku. Tepat pukul 16.00 Wita, kami sampai di sana. Kami pun mulai mencari
teman-teman kakakku. Akhirnya kami menemui mereka dan mereka menyapa kami
dengan ucapan yang sama sekali kami tidak mengerti. " Bonan Vesperon," sapa mereka. kamihanya tersenyum karena kami belum tahu apa artinya.
Di
dunia ini ada banyak bahasa dan akan bertambah dari zaman ke zaman. Kita
tentunya akan merasa bangga jika kita bisa mengeri dan memahami bahasa-bahasa
tersebut. Kita menginginkan adanya bahasa netral yang bisa dimengerti oleh
semua orang. Apakah kalian tahu ternyata ada bahasa seperti itu. Namanya bahasa
Esperanto.
Menurut
cerita yang ada, seorang dokter Polandia, Ludwig Zamenhof, menciptakan bahasa
ini pada abad ke-19, dan kini bahasa itupun tersebar di seluruh dunia termasuk
di Indonesia, dan sekarang mulai digagas oleh anak Makassar. Bahasa ini
merupakan bahasa terencana karena lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh
bahasa kita. Karena pengucapannya pun sesuai dengan penulisannya.
Aku
dan kakakku menghabiskan waktu dengan belajar bahasa yang baru bagi kami. Awalnya kami malu-malu karena kami adalah
anggota baru di komunitas itu. Kami mulai belajar satu per satu, mulai dari
huruf, angka, pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian, ucapan selamat,
kata ganti, dan lain-lain.
![]() |
| Anak-anak Esperanto Makassar |
Sedikit
demi sedikit kami mulai mengerti dan bisa mengucapkannya. Ini memang termasuk
bahasa yang mudah sekali kami mengerti, asalkan kami mau terus belajar dan
mngulang-ulangnya di rumah. Tidak menyesal aku menemani kakakku ke tempat ini.
Aku punya teman baru, punya, suasana baru dan punya bahsa baru tentunya.
Sang
fajar pun hampir tenggelam, itu artinya pertemuan kami harus berakhir. Namun,
kami akan bertemu kembali di tempat ini
dua minggu ke depan. Semoga, apa yang aku dapatkan bisa bermanfaat. Semoga aku
bisa lancar berbahasa Esperanto dan
mengajak teman-teman lain untuk mengenal bahasa yang keren ini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya ya.
"Bonan Tagon..!!"
---JaneJamlu---
*Sumber : Kelas Esperanto







Tidak ada komentar:
Posting Komentar