Rabu, 01 Mei 2013

Mengenal Esperanto Lebih Dekat


Sore ini aku ada janjian dengan salah satu seniorku. Dia sudah seperti kakakku sendiri. Dia mengajakku menemaninya ke Fort Rotterdam. Katanya dia mau ketemu dengan temannya di sana. Dia malu-malu kalau harus sendiri. Aku pun menemaninya ke sana, sekalian jalan-jalan dan cari udara segar.

Kami memutuskan menaiki angkutan kota  alias “pete-pete”. Untuk pertama kalinya kami bepergian bersama tidak mengendarai motor. Soalnya, “Gugun” lagi bersama adikku. Tepat pukul 16.00 Wita, kami sampai di sana. Kami pun mulai mencari teman-teman kakakku. Akhirnya kami menemui mereka dan mereka menyapa kami dengan ucapan yang sama sekali kami tidak mengerti. " Bonan Vesperon," sapa mereka. kamihanya tersenyum karena kami belum tahu apa artinya.

Di dunia ini ada banyak bahasa dan akan bertambah dari zaman ke zaman. Kita tentunya akan merasa bangga jika kita bisa mengeri dan memahami bahasa-bahasa tersebut. Kita menginginkan adanya bahasa netral yang bisa dimengerti oleh semua orang. Apakah kalian tahu ternyata ada bahasa seperti itu. Namanya bahasa Esperanto.


Menurut cerita yang ada, seorang dokter Polandia, Ludwig Zamenhof, menciptakan bahasa ini pada abad ke-19, dan kini bahasa itupun tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia, dan sekarang mulai digagas oleh anak Makassar. Bahasa ini merupakan bahasa terencana karena lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh bahasa kita. Karena pengucapannya pun sesuai dengan penulisannya.


Aku dan kakakku menghabiskan waktu dengan belajar bahasa yang baru bagi kami.  Awalnya kami malu-malu karena kami adalah anggota baru di komunitas itu. Kami mulai belajar satu per satu, mulai dari huruf, angka, pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian, ucapan selamat, kata ganti, dan lain-lain.  
Anak-anak Esperanto Makassar


Sedikit demi sedikit kami mulai mengerti dan bisa mengucapkannya. Ini memang termasuk bahasa yang mudah sekali kami mengerti, asalkan kami mau terus belajar dan mngulang-ulangnya di rumah. Tidak menyesal aku menemani kakakku ke tempat ini. Aku punya teman baru, punya, suasana baru dan punya bahsa baru tentunya.

Sang fajar pun hampir tenggelam, itu artinya pertemuan kami harus berakhir. Namun, kami akan bertemu kembali di tempat  ini dua minggu ke depan. Semoga, apa yang aku dapatkan bisa bermanfaat. Semoga aku bisa lancar berbahasa Esperanto dan mengajak teman-teman lain untuk mengenal bahasa yang keren ini.  Sampai jumpa di pertemuan berikutnya ya.
"Bonan Tagon..!!"

---JaneJamlu---


*Sumber : Kelas Esperanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...