Kamis, 16 Mei 2013

Mengapa kau datang (lagi)?


Hari yang begitu menjengkelkan. Sebenarnya semua hari itu baik. Tapi, entah mengapa aku sangat membenci hari ini. Makanya aku men-jugde hari ini sebagai hari yang paling menjengkelkan bagiku. Ada dua alasan mengapa aku sampai mengatakan hal itu.

Pukul 04.00 Wita, aku harus terbangun di saat orang-orang masih nyenyak dalam tidurnya. Teman sekamarku begitu nikmat dalam tidurnya, sedangkan aku dengan napas yang terengah-engah dan mandi keringat, harus memaksakan diriku untuk membuka mata yang masih ingin terlelap.

Semalam aku memang tidur lebih cepat, lantaran kelelahan akibat segudang aktivitasku. Aku bahkan tidak ingat kapan aku tidur malam itu, yang aku ingat saat aku masih asyik becanda dengan teman sekamarku yang cerewet itu. Ini bukan yang pertama aku terbangun tiba-tiba. Ini sudah yang kesekian kalinya. Lagi-lagi masalah sesak napas yang membuat tubuhku harus berguling-guling tidak karuan.

Sesak di dada begitu mencekikku. Berdebar-debar seakan ingin pecah. Sulit bagiku untuk bernapas dengan normal. Sakit rasanya setiap kali aku menarik napas. Aku tidak pernah meminum obat. Aku tidak percaya dengan obat-obatan itu. Obat-obatan itu hanya membuatku semakin lelah. Aku hanya membiarkan seperti itu. Hanya air putih yang bisa sedikit membuatku tenang. Aku juga tidak mau memeriksakannya ke rumah sakit. Bagiku ini hanya penyakit biasa.Tidak perlu dikawatirkan. Yang terpenting, aku masih bisa hidup hingga saat ini

Penyakit ini memang sering kali datang saat aku kelelahan. Teman-temanku sudah berulang kali memperingatiku untuk tidak lagi sibuk dengan organisasiku. Kakakku bahkan menyuruhku untuk istirahat dari organisasiku itu dan fokus ke kuliahku yang sudah memasuki semester akhir. Tapi, aku mencintai organisasiku, aku mencintai kesibukanku. Aku mencintai hobby ku yang suka keluyuran kemana-mana.

“Jane, jangan pulang malam terus dong, jaga kesehatanmu,” pintah salah satu temanku. Aku tahu mereka perhatian, tapi ini sudah menjadi hobby ku. Bahkan aku merasa asing jika terus-terusan berdiam di kamar tanpa melakukan aktivitas di luar. Semua terasa membosankan bagiku. Maafkan aku kawan, aku belum bisa menghilangkan kebiasaanku ini.

Aku berharap penyakit ini bisa segera hilang dan tak akan kembali lagi. Aku berharap bisa merasakan tidur yang nyeyak tiap malamnya, tanpa  harus terbangun di malam hari. Aku janji setelah semuanya selesai, aku akan fokus untuk menjaga kesehatanku. Semoga aku tidak terlambat. Semoga Tuhan masih memberiku kesempatan untuk lebih lama menikmati hidup. Amin.


---JaneJamlu---


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...