Hari yang begitu
menjengkelkan. Sebenarnya semua hari itu baik. Tapi, entah mengapa aku sangat
membenci hari ini. Makanya aku men-jugde
hari ini sebagai hari yang paling menjengkelkan bagiku. Ada dua alasan mengapa
aku sampai mengatakan hal itu.
Pukul 04.00
Wita, aku harus terbangun di saat orang-orang masih nyenyak dalam tidurnya. Teman
sekamarku begitu nikmat dalam tidurnya, sedangkan aku dengan napas yang
terengah-engah dan mandi keringat, harus memaksakan diriku untuk membuka mata
yang masih ingin terlelap.
Semalam aku memang
tidur lebih cepat, lantaran kelelahan akibat segudang aktivitasku. Aku bahkan
tidak ingat kapan aku tidur malam itu, yang aku ingat saat aku masih asyik
becanda dengan teman sekamarku yang cerewet itu. Ini bukan yang pertama aku
terbangun tiba-tiba. Ini sudah yang kesekian kalinya. Lagi-lagi masalah sesak
napas yang membuat tubuhku harus berguling-guling tidak karuan.
Sesak di dada begitu
mencekikku. Berdebar-debar seakan ingin pecah. Sulit bagiku untuk bernapas
dengan normal. Sakit rasanya setiap kali aku menarik napas. Aku tidak pernah
meminum obat. Aku tidak percaya dengan obat-obatan itu. Obat-obatan itu hanya
membuatku semakin lelah. Aku hanya membiarkan seperti itu. Hanya air putih yang
bisa sedikit membuatku tenang. Aku juga tidak mau memeriksakannya ke rumah
sakit. Bagiku ini hanya penyakit biasa.Tidak perlu dikawatirkan. Yang terpenting,
aku masih bisa hidup hingga saat ini
Penyakit ini memang
sering kali datang saat aku kelelahan. Teman-temanku sudah berulang kali
memperingatiku untuk tidak lagi sibuk dengan organisasiku. Kakakku bahkan
menyuruhku untuk istirahat dari organisasiku itu dan fokus ke kuliahku yang
sudah memasuki semester akhir. Tapi, aku mencintai organisasiku, aku mencintai
kesibukanku. Aku mencintai hobby ku
yang suka keluyuran kemana-mana.
“Jane, jangan pulang
malam terus dong, jaga kesehatanmu,” pintah salah satu temanku. Aku tahu mereka
perhatian, tapi ini sudah menjadi hobby
ku. Bahkan aku merasa asing jika terus-terusan berdiam di kamar tanpa melakukan
aktivitas di luar. Semua terasa membosankan bagiku. Maafkan aku kawan, aku
belum bisa menghilangkan kebiasaanku ini.
Aku berharap penyakit
ini bisa segera hilang dan tak akan kembali lagi. Aku berharap bisa merasakan
tidur yang nyeyak tiap malamnya, tanpa
harus terbangun di malam hari. Aku janji setelah semuanya selesai, aku
akan fokus untuk menjaga kesehatanku. Semoga aku tidak terlambat. Semoga Tuhan
masih memberiku kesempatan untuk lebih lama menikmati hidup. Amin.
---JaneJamlu---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar