Senin, 20 Mei 2013

Daengbo di Kota Daeng - Sabir (Pencetus Boneka Daengbo Pertama di Makassar)


BONEKA Danbo sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Boneka khas negeri matahari ini menjadi boneka yang populer di zaman serba modern ini. Selain di Jepang, di Makassar juga punya boneka yang lebih dikenal dengan nama Daengbo.

Boneka Daengbo khas Makassar ini pertama kali diperkenalkan oleh Sabir Mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Makassar (FPsi UNM) dan ini satu-satunya di Makassar. Mungkin bagi sebagian sivitas akademika UNM, masih banyak yang belum mengenal sosok pria yang satu ini. namanya yang singkat dan sederhana menggambarkan pembawaan yang santun dan sederhana pula, seperti itulah yang tampak pada dirinya.

Mahasiswa kelahiran Takalar, 21 April 1989 ini punya segudang hobby yakni berorganisasi, membaca, menulis, dan lebih suka bermain musik biola. Anak dari pasangan Usman L dan Dunga Daeng ini juga memang tergolong anak yang sangat mandiri. Terbukti, di sela-sela kesibukan kuliahnya, dia masih meluangkan waktunya membuat usaha kecil-kecilan membuat boneka yang sekarang membuat dirinya dikenal oleh orang banyak. Berbicara soal prestasi, mahasiswa angkatan 2007 ini punya banyak pengalaman organisasi seperti  Ikatan remaja Muhammadiyah (IRM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), mantan ketua Maperwa Fpsi dan pengagas beridirinya Komunitas Art Kota Daeng (Karaeng) di Fpsi.

Sabir Al Junaid saapan akrab teman-temannya mengawali karier membuat Boneka Daengbo karena keinginannya untuk membiayai hidup dan kuliahnya. “Saya tidak mungkin mengandalkan  uang dari orang tua saya dan beasiswa PPA yang saya dapatkan, untuk itulah saya mencari penghasilan tambahan untuk biaya hidup dan kuliah saya di Makassar,” ucap Sabir.

Saat itu pria asal takalar ini membuka suatu membuka facebook dan langsung melihat boneka yang menurutnya unik dan lucu. Dari salah satu foto profil yang dilihatnya, lantaran penasaran, Sabir kemudian mencari tahu apa nama boneka tersebut. Dan dia pun tertarik untuk membuatnya.

“Awalnya sulit untuk membuatnya karena harus menyesuaikan dengan ukurannya, namun lama-kelamaan ini sangat mudah dan saya bisa menyelesaikan 5-10 boneka per hari seorang diri,” ungkapnya tersenyum. Dengan menggunakan modal awal Tiga Ratus Ribu Rupiah untuk 1000 boneka Daengbo, Sabir memulai karirnya. Sabir memanfaatkan sisa-sisa balok kayu dari usaha meabel yang ada di belakang rumahnya. Dia mencoba satu persatu hingga mendapatkan ukuran yang pas. Semuanya dikerjakan seorang diri. Dan alhasil, dia mampu menyelesaikan boneka Daengbo tersebut.

Meskipun usaha boneka Daengbo baru berjalan sekitar 4 bulan lebih, tapi penghasilannya sudah sangat memuaskan. Banyak yang menyukai karyanya karena unik dan juga relatif murah dari boneka Danbo buatan Jepang. Hingga kini boneka buatannya sudah terjual sebanyak 200 buah lebih. Pemasarannya pun sudah sampai di luar Makassar yakni di Palopo dan Kendari dengan memanfaatkan jejaring sosial facebook dan bantuan teman-temannya. Bahkan ada pembeli yang sudah mengole-olekan boneka Daengbo buatan Sabir hingga ke Amerika.

Tapi, di tengah kelancaran usahanya, Sabir merasa kewalahan karena dia hanya mengerjakan usaha ini seorang diri. Sabir sangat membutuhkan orang yang bisa membantunya membuat boneka, namun hingga kini dia belum mendapatkan orang yang benar-benar bisa membantunya. “Saya sangat butuh orang yang kreatif dan bisa membantu saya membuat boneka Daengbo,” harapnya.

Mahasiswa yang ingin memperdalam pengetahuan musik biolanya setelah menyelesaikan studinya ini, berpesan agar para enterprenuer/pengusaha muda yang ingin membuat usaha harus jeli melihat pasar, kreatif, memanfaatkan keadaan, tapi jangan sampai usaha tersebut mengganggu kuliah.

“Takunjunga bangung turuk, nakugincirik gulingku, ku alleanna tallanga na toalia, aku lebih baik mati ditelan ombak, daripada harus mundur ke belakang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...