![]() |
| Opini terbit di rubrik KAMPUSIANA Harian Fajar Edisi Minggu (8/7) |
Kapan
terakhir kali kamu berbincang dengan dosenmu? Pernahkah kamu curhat atau
sekedar ngobrol dengan dosenmu? Saat ini kita melihat kurangnya ikatan antara
mahasiswa dan dosen. Seakan ada jurang pemisah di antara mereka. Kita sangat
jarang melihat interaksi sosial yang begitu dekat antara mahasiswa dengan dosennya.
Interaksi
antara mahasiswa dengan dosen hanya bisa kita saksikan di kelas saja. Atau
tidak sengaja bertemu di koridor kampus. Padahal, interaksi antara mahasiswa
dengan dosen sangat penting dalam proses perkembagan pendidikan. Mahasiswa
bukan hanya menerima ilmu dari para dosen. Mahasiswa pun membutuhkan arahan dan
bimbingan dari dosen mereka.
Tak
jarang kita melihat aksi brutal para mahasiswa. Semua itu karena perilaku
mahasiswa yang kurang mendapatkan bimbingan dari dosennya. Dosen merupakan
orang tua para mahasiswa. Sudah sepantasnya sebagai orang tua memberikan
bimbingan moral kepada anaknya.
Para
dosen akhir-akhir ini lebih banyak memiliki kesibukan dari biasanya. Yang aku
takutkan adalah dosen yang sama sekali tidak memiliki waktu untuk bertemu dan
berbicara dengan para mahasiswanya. Perkembangan teknologi yang semakin pesat
juga dimanfaatkan oleh para dosen untuk memberikan pengajaran berbasis web.
Sebut saja sistem pembelajaran
e-learning. Banyak dosen yang memberikan tugas dan materi melalui media
tersebut. Bahkan absensi mereka pun juga secara online. Hingga banyak dosen
yang jarang sekali kita jumpai di kampus atau di ruangan kerja mereka.
Memang
tak dapat dipungkuri bahwa akhir-akhir ini dosen begitu sibuk dengan aktivitas
penelitian dan pengabdian yang mereka lakukan. Selain itu, adanya evaluasi
dosen yang akan menentukan promosi dan pendapatan tahunan mereka. Hingga akhirnya
membuat para dosen pun semakin sibuk.
Tidak
sepenuhnya ini menjadi kesalahan para dosen. Sudah sepantasnya mahasiswa punya inisiatif
sendiri dalam mengatasinya. Sebagai seorang anak, mahasiswa harus sering-sering
menemui dosennya dan sering-seringlah mengunjungi mereka. Meskipun tekadang
mereka sibuk, tapi pada dasarnya dosen itu pendidik.
Namun,
perlu juga kita ketahui, pada dasarnya para dosen pun lebih pemalu daripada
yang kamu kira. Mereka malu untuk menyapa mahasiswanya terlebih dahulu. Maka dari
itu, kalian para mahasiswalah yang harus menyapa mereka terlebih dahulu.
Berinisiatiflah mengawali pembicaraan dengan dosen dan yakinkan mereka bahwa
kedatangan kalian tidak untuk mengganggu mereka melainkan lebih menjalin
silaturahmi dengan mereka.
Ingat,
jangan hadapi masalahmu sendirian. Jangan menjadi mahasiswa penyendiri. Sekali-kali
berceritalah dengan dosenmu. Jadikan dosenmu sebagai temanmu, tapi ingat tetap
hormati mereka sebagai orang tuamu. Jangan ragu untuk mengunjungi dosenmu
sekarang. Dan cobalah untuk lebih mengenal dan lebih dekat dengan mereka.
---Jane Jamlu---
*Terbit di Harian Fajar Edisi Minggu (7 Juli 2013)
---Jane Jamlu---
*Terbit di Harian Fajar Edisi Minggu (7 Juli 2013)
*Foto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar