Minggu, 07 Juli 2013

Cobalah Lebih Dekat dengan Dosen Anda

Opini terbit di rubrik KAMPUSIANA Harian Fajar Edisi Minggu (8/7)

Kapan terakhir kali kamu berbincang dengan dosenmu? Pernahkah kamu curhat atau sekedar ngobrol dengan dosenmu? Saat ini kita melihat kurangnya ikatan antara mahasiswa dan dosen. Seakan ada jurang pemisah di antara mereka. Kita sangat jarang melihat interaksi sosial yang begitu dekat antara mahasiswa dengan dosennya.

Interaksi antara mahasiswa dengan dosen hanya bisa kita saksikan di kelas saja. Atau tidak sengaja bertemu di koridor kampus. Padahal, interaksi antara mahasiswa dengan dosen sangat penting dalam proses perkembagan pendidikan. Mahasiswa bukan hanya menerima ilmu dari para dosen. Mahasiswa pun membutuhkan arahan dan bimbingan dari dosen mereka.

Tak jarang kita melihat aksi brutal para mahasiswa. Semua itu karena perilaku mahasiswa yang kurang mendapatkan bimbingan dari dosennya. Dosen merupakan orang tua para mahasiswa. Sudah sepantasnya sebagai orang tua memberikan bimbingan moral kepada anaknya.

Para dosen akhir-akhir ini lebih banyak memiliki kesibukan dari biasanya. Yang aku takutkan adalah dosen yang sama sekali tidak memiliki waktu untuk bertemu dan berbicara dengan para mahasiswanya. Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga dimanfaatkan oleh para dosen untuk memberikan pengajaran berbasis web. Sebut saja sistem pembelajaran e-learning. Banyak dosen yang memberikan tugas dan materi melalui media tersebut. Bahkan absensi mereka pun juga secara online. Hingga banyak dosen yang jarang sekali kita jumpai di kampus atau di ruangan kerja mereka.

Memang tak dapat dipungkuri bahwa akhir-akhir ini dosen begitu sibuk dengan aktivitas penelitian dan pengabdian yang mereka lakukan. Selain itu, adanya evaluasi dosen yang akan menentukan promosi dan pendapatan tahunan mereka. Hingga akhirnya membuat para dosen pun semakin sibuk.
Tidak sepenuhnya ini menjadi kesalahan para dosen. Sudah sepantasnya mahasiswa punya inisiatif sendiri dalam mengatasinya. Sebagai seorang anak, mahasiswa harus sering-sering menemui dosennya dan sering-seringlah mengunjungi mereka. Meskipun tekadang mereka sibuk, tapi pada dasarnya dosen itu pendidik.

Namun, perlu juga kita ketahui, pada dasarnya para dosen pun lebih pemalu daripada yang kamu kira. Mereka malu untuk menyapa mahasiswanya terlebih dahulu. Maka dari itu, kalian para mahasiswalah yang harus menyapa mereka terlebih dahulu. Berinisiatiflah mengawali pembicaraan dengan dosen dan yakinkan mereka bahwa kedatangan kalian tidak untuk mengganggu mereka melainkan lebih menjalin silaturahmi dengan mereka.

Ingat, jangan hadapi masalahmu sendirian. Jangan menjadi mahasiswa penyendiri. Sekali-kali berceritalah dengan dosenmu. Jadikan dosenmu sebagai temanmu, tapi ingat tetap hormati mereka sebagai orang tuamu. Jangan ragu untuk mengunjungi dosenmu sekarang. Dan cobalah untuk lebih mengenal dan lebih dekat dengan mereka.


---Jane Jamlu---

*Terbit di Harian Fajar Edisi Minggu (7 Juli 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...