Seharusnya
aku menulis cerita ini tepat di tanggal 17 Juli lalu. Namun, karena agenda yang
begitu padat jadi membuatku mengurungkan niatku untuk mengisi “Blogy” ku lagi. Namun,
tepat sebulan lamanya, akhirnya aku bisa menuliskannnya saat ini. Jadi, aku
akan bercerita mengenai apa saja yang aku rasakan dan yang terjadi di tanggal
itu..(17 Juli 2013)
***
Hari
ini adalah hari penting. Aku harus bangun cepat meskipun harus memaksakan diri.
Semalam aku memang begadang lagi dan memang setiap malam aku begadang. Lebih tepatnya
terpaksa begadang. Hari ini aku akan ke bandara. Bukan untuk melakukan perjalanan
ke luar kota, melainkan harus ada yang aku jemput di bandara. Bisa dibilang
orang yang aku jemput ini adalah orang spesial. Kenapa aku menyebutnya spesial,
karena mereka datang dari kota yang paling aku kagumi di Indonesia setelah Jogjakarta
yakni Kota Medan. Bisa tebak siapa orang spesial di antara mereka bertiga?
#adadeh
Beberapa
hari sebelumnya, aku sudah janjian menjemput mereka di bandara, dan hari ini,
aku pun menepati janji itu. Bersama dengan kedua temanku, kami menunggu mereka
bertiga di depan pintu kedatangan. Sudah tak sabar aku ingin melihat mereka. Sebenarnya
aku belum pernah bertemu dengan mereka, karena selama ini kami hanya
berkomunikasi lewat jejaring sosial, kecuali satu diantara mereka yang
merupakan temanku saat aku ke Medan kemarin.
Namanya,
Fadilah Utami, tapi aku lebih suka memanggilnya Tami meskipun dia tidak suka
dengan panggilan itu. Dia adalah temanku saat aku mengikuti pelatihan
Jurnalistik tingkat Lanjut (PJTL) Nasional Almamater 2012 yang diadakan oleh
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Terpong UMSU Medan 21 Juli tahun lalu.
Meskipun
kami hanya berteman selama seminggu di Medan, namun kedekatan kami tetap
berlanjut via jejaring sosial dan via telpon/sms. Namun, sejak 6 bulan sebelum
pertemuan ini, kami tidak lagi berkomunikasi seintens biasanya. Ya, semua
berawal dari kesalahanku, aku memang telah memutuskan komunikasi dengannya
tepat 11 Januari 2013. Sebenarnya sih aku sengaja melakukan ini, karena aku
ingin memendam kerinduan itu dan aku ingin merasakannya saat kita bertemu nanti.
Enam
bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menahan kerinduan. Aku pun merasa
tersiksa dengan itu. Tapi, aku tetap berusaha menahannya dan akhirnya berhasil.
Enam bulan aku lalui dan kami kembali dipertemukan di bulan ini tetap di bulan
Ramadhan. Bulan Ramadhan memang selalu memberikan hikmah bagi umat muslim
termasuk aku.
***
Beberapa
menit kemudian, mereka keluar dari pintu kedatangan. Aku mengenali salah satu
di antara mereka bertiga. Ya, itu Tami, temanku, sahabatku. Kami pun menyapa
mereka dan saling bersalaman. Tami adalah yang terakhir aku salami. Aku bahkan
tidak menatap wajahnya saat bersalaman dengannya. Enam bulan tanpa komunikasi,
membuatku masih malu untuk menyapanya. Aku belum berani, tunggu sampai aku
benar-benar siap untuk kembali berkomunikasi dengannya.
Awalnya,
mereka ingin ke tempat teman mereka di Unhas, namun aku menawari mereka untuk
nginap di asramaku selama mereka di Makassar. Akhirnya mereka menerima
tawaranku. Dengan mengendarai motor, kami membawa mereka ke asramaku. Sebenarnya,
aku sangat ingin berboncengan dengan Tami, tami kami masih sama-sama malu-malu,
akhirnya aku membonceng salha satu di antara mereka. Namanya Bunga. Orangnya asyik
dan seru diajak ngobrol.
Sesampai
di asrama, mereka pun beristirahat. Maklum, perjalanan mereka cukup menguras
tenaga mereka. Apalagi mereka semua pun berpuasa.
***
Di
malam pertama mereka di Kota Daeng, aku mengajak mereka makan malam di salah
satu warung langganan anak-anak redaksi, Warung Coto Gagak. Di Makassar banyak
sekali warung yang menyediakan hidangan coto, tapi di waung inilah yang paling
enak daging cotonya. Sebelumnya aku sudah janjian dengan Kak Arul (Pimum Profesi
sebelumnya), dia juga teman Tami waktu PJTL kemarin.
Setelah
menyantap hidangan khas kota Angin Mamiri, aku mengajak mereka ke salah satu
pantai yang paling terkenal di Makassar yakni Pantai Losari. Pantai ini memang
menjadi salah satu target mereka ketika berkunjung di Makassar. Senang bisa
melihat mereka menikmati indahnya malam di Pantai Losari. Semoga mereka
menikmatinya.
---JaneJamlu---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar