Sabtu, 17 Agustus 2013

Kedatangan Tamu dari Medan

Seharusnya aku menulis cerita ini tepat di tanggal 17 Juli lalu. Namun, karena agenda yang begitu padat jadi membuatku mengurungkan niatku untuk mengisi “Blogy” ku lagi. Namun, tepat sebulan lamanya, akhirnya aku bisa menuliskannnya saat ini. Jadi, aku akan bercerita mengenai apa saja yang aku rasakan dan yang terjadi di tanggal itu..(17 Juli 2013)
***
Hari ini adalah hari penting. Aku harus bangun cepat meskipun harus memaksakan diri. Semalam aku memang begadang lagi dan memang setiap malam aku begadang. Lebih tepatnya terpaksa begadang. Hari ini aku akan ke bandara. Bukan untuk melakukan perjalanan ke luar kota, melainkan harus ada yang aku jemput di bandara. Bisa dibilang orang yang aku jemput ini adalah orang spesial. Kenapa aku menyebutnya spesial, karena mereka datang dari kota yang paling aku kagumi di Indonesia setelah Jogjakarta yakni Kota Medan. Bisa tebak siapa orang spesial di antara mereka bertiga? #adadeh

Beberapa hari sebelumnya, aku sudah janjian menjemput mereka di bandara, dan hari ini, aku pun menepati janji itu. Bersama dengan kedua temanku, kami menunggu mereka bertiga di depan pintu kedatangan. Sudah tak sabar aku ingin melihat mereka. Sebenarnya aku belum pernah bertemu dengan mereka, karena selama ini kami hanya berkomunikasi lewat jejaring sosial, kecuali satu diantara mereka yang merupakan temanku saat aku ke Medan kemarin.

Namanya, Fadilah Utami, tapi aku lebih suka memanggilnya Tami meskipun dia tidak suka dengan panggilan itu. Dia adalah temanku saat aku mengikuti pelatihan Jurnalistik tingkat Lanjut (PJTL) Nasional Almamater 2012 yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Terpong UMSU Medan 21 Juli tahun lalu.

Meskipun kami hanya berteman selama seminggu di Medan, namun kedekatan kami tetap berlanjut via jejaring sosial dan via telpon/sms. Namun, sejak 6 bulan sebelum pertemuan ini, kami tidak lagi berkomunikasi seintens biasanya. Ya, semua berawal dari kesalahanku, aku memang telah memutuskan komunikasi dengannya tepat 11 Januari 2013. Sebenarnya sih aku sengaja melakukan ini, karena aku ingin memendam kerinduan itu dan aku ingin merasakannya saat kita bertemu nanti.

Enam bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menahan kerinduan. Aku pun merasa tersiksa dengan itu. Tapi, aku tetap berusaha menahannya dan akhirnya berhasil. Enam bulan aku lalui dan kami kembali dipertemukan di bulan ini tetap di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan memang selalu memberikan hikmah bagi umat muslim termasuk aku.
***
Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari pintu kedatangan. Aku mengenali salah satu di antara mereka bertiga. Ya, itu Tami, temanku, sahabatku. Kami pun menyapa mereka dan saling bersalaman. Tami adalah yang terakhir aku salami. Aku bahkan tidak menatap wajahnya saat bersalaman dengannya. Enam bulan tanpa komunikasi, membuatku masih malu untuk menyapanya. Aku belum berani, tunggu sampai aku benar-benar siap untuk kembali berkomunikasi dengannya.

Awalnya, mereka ingin ke tempat teman mereka di Unhas, namun aku menawari mereka untuk nginap di asramaku selama mereka di Makassar. Akhirnya mereka menerima tawaranku. Dengan mengendarai motor, kami membawa mereka ke asramaku. Sebenarnya, aku sangat ingin berboncengan dengan Tami, tami kami masih sama-sama malu-malu, akhirnya aku membonceng salha satu di antara mereka. Namanya Bunga. Orangnya asyik dan seru diajak ngobrol.

Sesampai di asrama, mereka pun beristirahat. Maklum, perjalanan mereka cukup menguras tenaga mereka. Apalagi mereka semua pun berpuasa.
***
Di malam pertama mereka di Kota Daeng, aku mengajak mereka makan malam di salah satu warung langganan anak-anak redaksi, Warung Coto Gagak. Di Makassar banyak sekali warung yang menyediakan hidangan coto, tapi di waung inilah yang paling enak daging cotonya. Sebelumnya aku sudah janjian dengan Kak Arul (Pimum Profesi sebelumnya), dia juga teman Tami waktu PJTL kemarin.


Setelah menyantap hidangan khas kota Angin Mamiri, aku mengajak mereka ke salah satu pantai yang paling terkenal di Makassar yakni Pantai Losari. Pantai ini memang menjadi salah satu target mereka ketika berkunjung di Makassar. Senang bisa melihat mereka menikmati indahnya malam di Pantai Losari. Semoga mereka menikmatinya.


---JaneJamlu---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...