Rasa itu mulai kembali meradang dalam pikiranku. Dia kembali lagi. Menyakitkan rasanya harus merasakannya lagi. Rasa yang selalu datang ketika gelap mulai menguasai malam. Saat mentari tak lagi menampakkan sinarnya.
Mengapa kau datang lagi. Saat aku mulai asyik dengan hidupku yang damai. Mengapa kau datang lagi. Saat aku mulai bernapas lega terlepas darimu. Kau kembali mengusik pikiranku. Kau kembali mengganggu tidurku. Kau menyiksa batinku.
Sesak di dada membuatku ingin cepat-cepat mengakhiri hidup. Seakan kematian berada di begitu dekat denganku. Sakit sekali rasanya harus terus menahan sakit yang entah kapan akan berakhir. Sakit yang hingga saat ini tak pernah aku tahu apa namanya.
Sakit ini membuatku harus melepaskan segalanya. Melepaskan kebahagiaanku, melepaskan masa-masa indahku, bahkan melepaskan orang-orang yang aku sayangi. Tak tega rasanya harus melepas semua apa yang kita miliki. Sakit ini benar-benar telah merenggut kebahagiaanku.
Berat rasanya harus melepas orang yang sudah begitu dekat dengan kita. Orang yang telah mengisi hidupku kita. Orang yang telah mewarnai hidup ini. Maaf telah membuat hujan kembali membasahi ladang hatimu yang mengering.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar