Senin, 24 Juni 2013

Air Mata yang Tak Terbendung

Pengelola Profesi Periode 2011-2013 saat reuni akbar Profesi

Tiga tahun telah ku lalui di tempat ini. Tertawa, bercanda, susah, senang, menangis telah bercampur aduk menjadi satu. Semuanya telah aku rasakan selama berkecimpung di dunia kuli tinta ini. Aku telah menemukan keluarga baruku di organisasi ini. Batinku telah menyatu dengan mereka. Ada banyak kisah yang terangkai indah di dalamnya. Sulit bagiku melupakan momen-momen itu.

Pengelola LPPM Profesi UM Periode 2011-2012
Personel BEN 10
Personel BEN 10

* Jurnalis yang masih bertahan di Periode 2012-2013
Aku merindukan suasana itu. Aku merindukan redaksiku. Aku merindukan orang-orang telah mengisi kisahku selama tiga tahun ini. Aku masih bersama mereka. Tertawa, bercanda, saling mengejek satu sama lain. Aku rindu saat rapat hingga larut malam. Aku rindu suasana makan di redaksi. Rindu suasana jelang terbit, opla tabloid dan sebagainya.
Foto bareng Kak Arul (PU Profesi Periode 2012-2013)
Inilah Cewek Jurnalis LPPM Profesi UNM
Minngu (23/06/2013) kemarin menjadi laporan pertanggungjawaban (LPj) ku yang terakhir. Dalam agenda musyawarah kerja (musker) yang dilaksanakan di Bantimurung menjadi akhir dari perjalananku selama tiga tahun ini. Saat 
Tanda tangan terakhir di kepengurusan ini

LPj kami dinyatakan diterima oleh peserta musker, kami pun dinyatakan telah resmi demisioner di kepengurusan tersebut.
Susana rapat LPj 

Rasa bahagia sekaligus terharu menyelimuti hati kami. Rona kebahagiaan terpancar indah di wajah pengelola dan magang yang telah defenitif. Kami bahagia karena apa yang kami berikan untuk keluarga kecil ini bisa dinilai baik oleh semuanya.

Hari itu juga menjadi agenda untuk pemelihan ketua atau pemimpin umum (PU) yang baru. Detik-detik pemilihan PU pun semakin membuat kami penasaran. Saiapkah yang akan menahkodai Profesi ke depan? Setelah dilakukan pemilihan, akhirnya terpilih 3 calon PU yakni Imam Rahmanto, Sutrisno Zulkifli, dan Asri Ismail.
Tiga calon Pemimpin Umum (PU)

Setelah hasil pemilihan diumumkan, maka terpilihlah Sutrisno Zulkifli (Cinno) sebagai ketua formatur alias PU Profesi UNM Periode 2014-2014. Suasana haru kembali menyelimuti rona wajah pengelola dan magang. Tangis mereka pecah. Bahkan ada juga yang terisak. Aku bisa mendengar suara itu.
Serah terima jabatan PU Periode 2012-2013 kepada PU Periode 2013-2014


Aku pun tak bisa menahan tangisku. Rasa sesak di dada bukan karena penyakit dadaku yang kambuh. Tapi, karena aku tak bisa menahan rasa sedih yang ku rasakan. Aku sedih melihat temanku itu terpilih. Aku akui kalau dia pantas jadi seorang pemimipin. Tapi, dia pernah bilang kepadaku bahwa dia tidak berkeinginan memimpin Profesi. Karena baginya masih ada yang lebih layak daripada dia. Dia juga ingin lebih fokus ke akademiknya.

Aku tak mampu menahan tangisanku saat melihat wajahnya yang juga sedih. Matanya bahkan merah dan tak sedikit pun pandangannya mengarah ke kami. Dia terus merenung. Aku bisa merasakan betapa tidak inginnya dia memegang jabatan itu. Dia terus menutup wajahnya dengan bajunya. Tak ada senyum yang sering kali menghias wajahnya. Padahal dia orangnya paling suka ketawa dan ketawanya paling heboh seantero redaksi. Tapi, hari itu, dia benar-benar begitu sedih dan tak ada semangat yang bisa aku rasakan.

Aku menangis tidak di hadapan dia. Tidak juga dihadapan teman-teman. Saat aku tak mampu menahannya lagi, aku pergi meninggalkan lokasi pemilihan dan menuju sebuah kamar. Di sanalah aku menangis. Aku menangis di depan seniorku. Aku curhat padanya.

Ada dua alasan yang membuatku menangis (lagi). Pertama, aku menangis karena menatap wajah sedihnya. Kedua, aku menangis karena tiga tahun berProfesi dan ini adalah saat diamana aku harus melepas status kepengurusanku di lembaga itu. Aku telah demisioner. Itu artinya, aku harus meninggalkannya. Tetapi bukan untuk selamanya. Aku belum bisa berpisah dengan mereka. Aku belum rela meninggalkan mereka. Aku masih ingin bercanda dengan mereka.

Ini pertama kalinya aku menangisi seorang cowok. Bukan karena aku ditolak atau diputusin sama cowok, tapi aku menangisi sahabatku itu. Maaf kawan, keinginanmu tak mampu kami wujudkan. Mereak telah memilihmu sebagai orang yang akan memimpin mereka selama setahun.

Mereka percaya padamu. Kamu harus menghargai kepercayaan mereka terhadapmu. Mereka tidak salah pilih. Kamu memang pantas untuk memimpim mereka. Teruslah menjadi yang terbaik buat mereka. Meski kami tak lagi bersamamu dalam lembaga itu, tapi ingatlah kami masih ada di dekatmu. Kami masih di sampingmu. Kami akan selalu mendukungmu. Apapun yang kamu butuhkan, jangan malu untuk meminta tolong kepada kami.

Tanpa Anda Kami Belum Lengkap!


You are My Best Friend. And You is The Best!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAN Mamuju Gelar Penerimaan Rapor di Tengah Pandemi dan Pasca Gempa

Foto Bersama Kepala MAN 1 Mamuju didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaa, Wali Kelas dan P...