![]() |
| Pengelola Profesi Periode 2011-2013 saat reuni akbar Profesi |
Tiga
tahun telah ku lalui di tempat ini. Tertawa, bercanda, susah, senang, menangis
telah bercampur aduk menjadi satu. Semuanya telah aku rasakan selama
berkecimpung di dunia kuli tinta ini. Aku telah menemukan keluarga baruku di
organisasi ini. Batinku telah menyatu dengan mereka. Ada banyak kisah yang
terangkai indah di dalamnya. Sulit bagiku melupakan momen-momen itu.
![]() |
| Pengelola LPPM Profesi UM Periode 2011-2012 |
![]() |
| Personel BEN 10 |
![]() |
| Personel BEN 10 |
![]() |
| * Jurnalis yang masih bertahan di Periode 2012-2013 |
Aku
merindukan suasana itu. Aku merindukan redaksiku. Aku merindukan orang-orang
telah mengisi kisahku selama tiga tahun ini. Aku masih bersama mereka. Tertawa,
bercanda, saling mengejek satu sama lain. Aku rindu saat rapat hingga larut
malam. Aku rindu suasana makan di redaksi. Rindu suasana jelang terbit, opla
tabloid dan sebagainya.
![]() |
| Foto bareng Kak Arul (PU Profesi Periode 2012-2013) |
![]() |
| Inilah Cewek Jurnalis LPPM Profesi UNM |
Minngu
(23/06/2013) kemarin menjadi laporan pertanggungjawaban (LPj) ku yang terakhir.
Dalam agenda musyawarah kerja (musker) yang dilaksanakan di Bantimurung menjadi
akhir dari perjalananku selama tiga tahun ini. Saat
![]() |
| Tanda tangan terakhir di kepengurusan ini |
LPj kami dinyatakan
diterima oleh peserta musker, kami pun dinyatakan telah resmi demisioner di
kepengurusan tersebut.
![]() |
| Susana rapat LPj |
Rasa
bahagia sekaligus terharu menyelimuti hati kami. Rona kebahagiaan terpancar
indah di wajah pengelola dan magang yang telah defenitif. Kami bahagia karena
apa yang kami berikan untuk keluarga kecil ini bisa dinilai baik oleh semuanya.
Hari
itu juga menjadi agenda untuk pemelihan ketua atau pemimpin umum (PU) yang
baru. Detik-detik pemilihan PU pun semakin membuat kami penasaran. Saiapkah
yang akan menahkodai Profesi ke depan? Setelah dilakukan pemilihan, akhirnya
terpilih 3 calon PU yakni Imam Rahmanto, Sutrisno Zulkifli, dan Asri Ismail.
![]() |
| Tiga calon Pemimpin Umum (PU) |
Setelah
hasil pemilihan diumumkan, maka terpilihlah Sutrisno Zulkifli (Cinno) sebagai
ketua formatur alias PU Profesi UNM Periode 2014-2014. Suasana haru kembali
menyelimuti rona wajah pengelola dan magang. Tangis mereka pecah. Bahkan ada
juga yang terisak. Aku bisa mendengar suara itu.
![]() |
| Serah terima jabatan PU Periode 2012-2013 kepada PU Periode 2013-2014 |
Aku
pun tak bisa menahan tangisku. Rasa sesak di dada bukan karena penyakit dadaku
yang kambuh. Tapi, karena aku tak bisa menahan rasa sedih yang ku rasakan. Aku
sedih melihat temanku itu terpilih. Aku akui kalau dia pantas jadi seorang
pemimipin. Tapi, dia pernah bilang kepadaku bahwa dia tidak berkeinginan
memimpin Profesi. Karena baginya masih ada yang lebih layak daripada dia. Dia juga ingin lebih fokus ke akademiknya.
Aku
tak mampu menahan tangisanku saat melihat wajahnya yang juga sedih. Matanya
bahkan merah dan tak sedikit pun pandangannya mengarah ke kami. Dia terus
merenung. Aku bisa merasakan betapa tidak inginnya dia memegang jabatan itu.
Dia terus menutup wajahnya dengan bajunya. Tak ada senyum yang sering kali
menghias wajahnya. Padahal dia orangnya paling suka ketawa dan ketawanya paling
heboh seantero redaksi. Tapi, hari itu, dia benar-benar begitu sedih dan tak ada
semangat yang bisa aku rasakan.
Aku
menangis tidak di hadapan dia. Tidak juga dihadapan teman-teman. Saat aku tak
mampu menahannya lagi, aku pergi meninggalkan lokasi pemilihan dan menuju
sebuah kamar. Di sanalah aku menangis. Aku menangis di depan seniorku. Aku curhat padanya.
Ada
dua alasan yang membuatku menangis (lagi). Pertama, aku menangis karena menatap
wajah sedihnya. Kedua, aku menangis karena tiga tahun berProfesi dan ini adalah
saat diamana aku harus melepas status kepengurusanku di lembaga itu. Aku telah
demisioner. Itu artinya, aku harus meninggalkannya. Tetapi bukan untuk
selamanya. Aku belum bisa berpisah dengan mereka. Aku belum rela meninggalkan
mereka. Aku masih ingin bercanda dengan mereka.
Ini
pertama kalinya aku menangisi seorang cowok. Bukan karena aku ditolak atau
diputusin sama cowok, tapi aku menangisi sahabatku itu. Maaf kawan, keinginanmu
tak mampu kami wujudkan. Mereak telah memilihmu sebagai orang yang akan
memimpin mereka selama setahun.
Mereka
percaya padamu. Kamu harus menghargai kepercayaan mereka terhadapmu. Mereka tidak
salah pilih. Kamu memang pantas untuk memimpim mereka. Teruslah menjadi yang
terbaik buat mereka. Meski kami tak lagi bersamamu dalam lembaga itu, tapi
ingatlah kami masih ada di dekatmu. Kami masih di sampingmu. Kami akan selalu
mendukungmu. Apapun yang kamu butuhkan, jangan malu untuk meminta tolong kepada
kami.
Tanpa Anda Kami Belum Lengkap!
You
are My Best Friend. And You is The Best!












Tidak ada komentar:
Posting Komentar