Sejak rasa sakit itu tertanam di dadaku beberapa buan ini, sulit bagiku untuk bisa menahannya. Aku tersiksa. Begitu menyakitkan. Tiap malam, di saat teman-temanku mulai nyenyak dalam tidur mereka, aku masih tetap dalam keadaannku yang mencoba menghilangkan rasa yang sungguh membuatku tak bisa berbuat apa-apa.
Aku hanya bisa menahannya. Dan itu memakan waktu lama. Aku kesakitan. Sulit bernapas. Aku berusaha menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Tapi, rasanya sakit. Dadaku sesak. Rasa terbakar di paru-paru. Rasa sesak dan kehabisan napas. Sungguh meelahkan bagiku. Terus menahan hingga pagi datang. Hanya itu yang bisa ku lakukan setiap dai datang mengusik tidurku.
Aku tidak tahu penyakit apa ini. Aku juga tidak ingin mengetahuinya. Karena itu hanya akan menambah beban pikiranku saja. Aku juga tidak suka degan suasana rumah sakit. Makanya aku mengurungkan niat untuk memeriksakannya.
Aku teringat dengan pesan temanku yang selama ini selalu menenangkanku di kala aku sakit. "Jangan lupa banyak minum air putih Jane. Istirahat yang cukup, jangan begadang terus," pesannya padaku. Dia memang selalu mengkhawatirkanku. Aku juga bingung dengan sikapnya yang begitu peduli denganku. Padahal aku baru mengenalnya beberapa bulan lalu. Tapi, justru dia begitu dekat denganku. Seakan kami sudah lama kenal. Aku merindukannya.
Ya, memang hanya dia yang selalu ada di setiap sakit di dadaku kambuh. Aku hanya mengirim pesan singkat padanya. Dan dengan sekejab, dia akan menelponku dan membuatku tenang hingga aku terlelap. Perhatiannya membuatku merasa nyaman. Namun, tidak untuk saat ni. Sejak percakapaku malam itu, aku tak pernah lagi curhat padana. Komunikasi kita seakan terputus. Aku tak lagi dekat dengannya.
Ini memang salahku sepenuhnya. Aku menyuruhnya pergi dan menjauh dariku. Aku tidak mberniat mengsirnya. Entah mengapa, aku hanya ingin dia tidak begitu dekat denganku. Aku tajut dia akan sulit melepaskanku nantinya. Begitupun aku.Aku hanya tidak ingin diabegitu mengkhawatirkanku. Aku benar-benar merindukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar