Pada zaman Romawi, lahir wartawan-wartawan pertama . wartawan-wartawan ini terdiri atas budak-budak belian yang oleh pemiliknya diberi tugas mengumpulkan informasi, berita-berita, bahkan juga menghadiri sidang-sidang senat dan melaporkan semua hasilnya baik secara lisan maupun tulisan.
Surat kabar cetakan baru terbit pada tahun 911 di Cina. Namanya King Pau. Surat kabar milik pemerintah yang diterbitkan dengan suatu peraturan khusus dari Kaisar Quang Soo ini, mula-mula terbitnya tidak tetap, tetapi mulai tahun 1351 sudah terbit seminggu sekali. Dan pada tahun 1885 sudah terbit tiap hari dengan tiga edisi.
Di Indonesia sendiri jurnalistik pers mulai dikenal pada abad 18, tepatnya pada 1744, ketika sebuah surat kabar bernama Bataviasche Nouvelles diterbitkan dengan penguasaan orang-orang Belanda. Sejarah jurnalistik pers pada abad 20, menurut guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung itu, ditandai dengan munculnya surat kabar pertama milik Bangsa Indonesia. Namanya, Medan Prijaji, terbit di Bandung yang dikelola oleh Tirto hadisurjo alias Raden mas Djokomono dimana. Pada tahun 1907 baru bisa terbit mingguan namun pada tahun 1910 sudah terbit harian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar